
Tuttt.. Telepon berdering. Dilihatnya layar ponsel terpampang nama paman Delon yang menelepon. Revan kemudian mengangkat nya. "halo paman ada apa?"
(...)
"jadi paman sudah tau? Revan serahkan semuanya pada paman tapi mama berpesan untuk menghancurkan keluarga mereka"
(...)
"baiklah paman terimakasih banyak" Revan pun mematikan sambungan telepon.
"siapa yang menelepon ada apa nak?" tanya mama Kinan menghampiri Revan.
"paman Delon ma dia sudah tau semuanya mungkin Diego dan Beary sudah cerita padanya. Revan serahkan semuanya pada paman ma Revan hanya ingin wanita ja***g itu membusuk di penjara itu saja" tutur Revan.
__ADS_1
"iya nak yang penting sekarang kita doakan Andini biar cepet sadar dari komanya nak" ujar mama Kinan menasihati.
"ibu sama Angga dimana ma?" tanyanya
"mereka sedang ke mushola mendoakan Andini nak kamu ikut gih" titah mama Kinan pada Revan. Revan pun menurut kemudian menyusul ke mushola. Dilepasnya jas kebanggaan miliknya, kemejanya ditekuk hingga sebatas siku kemudian mengambil wudhu lantas menunaikan sholat.
"YaAllah ampuni hamba mu ini yang tidak bisa menjaga apa yang engkau titipkan pada kami YaAllah, ampuni hamba karena telah lalai menjaga istri dan calon anak hamba. Ampuni dosa-dosaku dimasa lalu Ya Robb. Jangan kau limpahkan balasan dosaku kepada calon anak-anakku YaAllah hanya engkau tempat memohon dan sebaik baiknya pelindung. Lindungilah anakku tempatkan dia di tempat terbaik disisimu YaAllah, YaAllah hanya engkau yang maha penyembuh, sembuhkanlah istriku Ya Robb segera pulihkan kesadarannya. Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar" Revan menangis dalam doanya.
......................
"bukan monyi dek Riry Monkey" protes Diego.
"terserah lah apa namanya yang jelas dia seperti kera..kerasukan hahaha" tawa Beary semakin menjadi
__ADS_1
Diego tak kalah keras tertawa. Bahkan ia memegangi perutnya menahan geli yang serasa menggelitik didalam perutnya. "cukup dek ganti kakak ngga kuat tertawa hahaha" titah Diego kepada Beary.
"hahaha oke oke kak saatnya melihat dia tersiksa aku akan mengambil ramuan racun yang dapat menggerogoti organ dalamnya" ujar Beary
"jangan dek nanti tuan Revan marah kalau wanita itu mati" cegah Diego pada Beary
"aduh kakak tenang saja ini hanya bertahan tiga hari dia tidak akan mati, ramuan ini hanya membuatnya kesakitan tapi aku nggak yakin si kalau sebagian tubuhnya akan membengkak dan busuk bila terkena ramuan ini" ujar Beary yang nampak bingung.
"yasudah lakukan dek tuan kan memang menginginkan dia membusuk dipenjara jadi biarkan saja bila sebagian tubuhnya membusuk terlebih dahulu" ujar Diego meyakinkan Beary
"baiklah kakak akan aku lakukan" ujar Beary kemudian melangkah kedalam laboratorium mengambil suntikan. Ketika hendak menyuntikkan kepada Rania Diego mencegah Beary. "tunggu dek"
"apa lagi sih kak yang ditunggu, nunggu bidadari turun dari kayangan? Ngga usah menghayal deh udah punya adek secantik bidadari juga main tunggu tunggu aja" protes Beary kepada Diego karena sangat cerewet
__ADS_1
"apasih dek ngga jelas banget, dia kan belum kita kasih makan ntar kalau dia kamu suntik ramuan itu trus dia kelaparan trus mati busuk gara-gara ramuan dia ngga jadi masuk ke penjara dong" terang Diego
"iya juga ya kak yaudah Beary panggil mbok Ijah dulu deh" ujarnya kemudian menuju dapur markas menemui sang koki