
"maamiiii... Mami masakin makanan kesukaan Revan ya" teriaknya sambil memasuki dapur.
"iya ini yaampun anak mami makin tampan aja gimana kabar kamu nak? Mbak Kinan sehat kan?" tanyanya sambil memeluk Revan
"alhamdulillah mi semuanya sehat oh iya mi Revan mau kasih tau mami kalau Revan udah nikah lagi doain yang kedua ini langgeng ya mi" pintanya sambil mencium pipi mami Latifa
"mami cuma bisa doain semoga semoga jadi yang terakhir untuk kamu nak sayangi dan hormati istri kamu seperti kamu menyayangi dan menghormati mami dan mama kamu nak" ujarnya sambil berkaca-kaca
"loh kok jadi mellow gini sih mii udah dong mana makanannya Revan jadi laper padahal baru jam segini"
"ehh iya nak mami lupa ayo sini, nih ada bistik daging sapi, nila bakar, ayam lada hitam sama tumis kangkung kesukaan kamu semuanya mami yang masak ayo makan biar mami panggil papi kamu dulu"
"papi udah disini miii nggak usah dipanggil" ujar papi Banu kemudian mereka makan bersama.
***
Sementara dikediaman Revan
"assalamualaikum ma" ucap Dafa kemudian memeluk sang mama,
"waalaikumsalam nak tumben-tumbenan kamu kesini pagi-pagi" tanyanya.
"iya ma katanya bos Revan pergi ke rumah papi ya, Dafa kesini mau ambil beberapa berkas diruang kerja Revan ma" jelasnya.
"sekalian sarapan ya Daf tadi kakak kamu bikin nasi goreng" lanjut sang mama.
"boleh deh ma ayo kebetulan Dafa juga belum sarapan" sahut Dafa. Kini mereka pun menikmati sarapan "terimakasih sarapannya enak banget kakak ipar lain waktu bikinin lagi ya, yaudah ma Dafa pamit ke kantor assalamualaikum" tuturnya kemudian mencium tangan mama Kinan.
__ADS_1
***
Kediaman Doni
Rika tengah sibuk merias dirinya biar tampil maksimal secara ini hari dimana ia akan interview di perusahaan mas duda "ma Rika udah cantik belum udah pantes belum dapetin Mas Duda nya" tanyanya pada sang mama
"udah cocok banget nak sana berangkat keburu telat" perintahnya
***
Perusahaan Prayoga Group
Terlihat Dafa tengah berkutat dengan laptop serta beberapa tumpukan berkas berbagai proposal kerja belum lagi perihal seleksi & interview dari HRD, yang beberapa hari ini memang dibuka lowongan untuk mengisi bagian marketing, ditengah kesibukannya Ardila menelepon
(....)
(.....)
"baiklah saya segera kesana" tutupnya kemudian ia melangkah ke ruang HRD
***
Kembali ke kediaman Papi Banu
Setelah kepergian Revan dari rumahnya, Papi Banu bergegas ke ruang kerja lagi diambil nya ponsel disakunya kemudian mendial nomor Devon
"hallo bagaimana berhasil?"
__ADS_1
(....)
"bagus jangan sampai dicurigai oleh yang lain temui saya di kafe DD jam 11 ini"
(...) Papi Banu pun menutup sambungan telepon, tak bersedia lama sang istri masuk membawa secangkir kopi
"kopinya pii bagaimana masalah Revan bisa segera diatasi kan?" tanyanya sambil meletakkan kopi
"siang ini juga wasiat itu sampai ditangan papi mi" terangnya
"alhamdulillah pi syukur deh, kasian pi mengingat kebaikan yang pernah dia berikan rasanya nggak adil banget anak istrinya menderita seperti sekarang" sahut mami
"mami tenang aja secepatnya papi pastikan pengadilan & kantor polisi siap mengurung Doni dibalik jeruji besi" jawabnya sambil menyeruput kopinya
***
Perusahaan Prayoga Group
Revan telah kembali ke perusahaan dilihatnya ruangan kosong tak ada Dafa disana Ardila pun tak terlihat, dilihatnya laptop melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda beberapa hari ini baru akan mengecek email namun ponselnya berdering
"halo pi ada apa Revan baru aja nyampe kantor"
(....)
"baik pi nanti Revan kesana ikut papi"
Sambungan terputus
__ADS_1