
Suasana restoran terlihat ramai saat sore menjelang, banyak pasangan muda mudi menghabiskan waktu mereka direstoran tersebut. Ditengah keramaian restoran tak membuat Andin dan teman-teman nya merasa lelah mereka justru bersemangat karena biasanya mereka mendapat bonus jika restoran ramai. Tak terasa waktu berlalu, jam menunjukkan pukul 10 waktunya restoran tutup tapi tidak dengan seorang pria berjas masih terduduk di meja sambil mengaduk minumannya seperti sedang menunggu seseorang. Andini pun mendekati sang pria "maaf pak restoran sudah waktunya tutup"
"oh iya udah jam 10 ternyata soalnya dari tadi saya nungguin seseorang yang saya kira bakal datang ternyata enggak, maaf jadi curhat ini uangnya saya permisi" sambil mengeluarkan 10 lembar seratus ribuan
"pak ini banyak banget"
"nggak papa buat permintaan maaf saya karna kelamaan bengong jadi menghambat waktu kalian beres-beres" dengan tergesa sang pria meninggalkan restoran tak sadar dompetnya tertinggal dimeja
"Ndin matiin lampu depan ya gue kebelet"
"iya San"
Andini bergegas mematikan lampu tapi sesuatu menarik perhatian nya. Sebuah dompet tergeletak disamping minuman meja nomor 11, ya Andini ingat itu meja tempat ia menegur pria tadi. Andini lantas mengambil dompet itu dan akan mengembalikannya besok pagi.
Ditengah dinginnya malam Andini pulang ditemani semilirnya angin dilihat ponselnya tak kunjung mendapat ojek online membuatnya terpaksa berjalan kaki. Tak sadar dibelakang dua orang preman mengikuti Andini. "halo cewek malem-malem gini jalan sendirian mau kita temenin" sambil mencoba menarik tangan Andini, dengan sekuat tenaga Andini berlari menghidari sang preman hingga diperempatan jalan..
Bruuuukkkk
Andini menabrak seorang pria membuat barang yang dibawa sang pria jatuh tercecer dipinggir jalan "jalan pakai mata dong"
"maaf pak maafin saya saya dikejar preman tolongin saya pak"
"woy jangan kabur" teriak sang preman
"tolongin saya pak saya mohon"
__ADS_1
"baiklah saya bantu tapi setelah ini kamu harus bantuin saya juga bagaimana kamu setuju"
"baik asalkan saya nggak dikejar preman preman tadi"
"yaudah sekarang kamu sembunyi dimobil saya" Andini berlalu bersembunyi dibalik kemudi mobil sang pria
"liat cewek lewat sini ga bang"
"tadi saya liat cewek yang pakai jaket merah lari ke arah utara"
Sang preman pun berlalu sedangkan Andini mengintip dari dalam mobil bernafas lega bebas dari kejaran preman.
"nama kamu siapa kayaknya saya pernah liat kamu tapi dimana saya lupa"
"saya Andini pak sebentar bukannya bapak yang bengong di restoran tadi ya"
"iya bener kan tadi bapak, ini sekalian tadi dompet bapak ketinggalan di meja tadinya saya mau balikin besok tapi karena udah ketemu saya kasih sekarang ama bapak, nama bapak siapa"
"saya Reza Wijaya terimakasih kamu udah nyimpen dompet saya, inget kan kamu tadi janji bantuin saya?“
" iya pak saya inget"
"besok jam 10 kamu datang kerumah saya ini kartu nama saya besok saya tunggu sekarang kasih tau alamat kamu biar saya antar"
"jalan kenanga nomor 12 pak"
__ADS_1
***
Keesokan harinya Andini memenuhi janjinya. Dengan mengendarai ojek online Andini memecah jalanan kota Jakarta. "udah sampe mbak"
"eh iya mas ini uangnya terimakasih"
Andini termangu melihat bangunan didepannya, sebuah rumah bernuansa putih bergaya Eropa dengan pagar menjulang, Andini nampak ragu tapi dikejutkan suara satpam "kenapa bengong neng? Temennya tuan Reza ya tadi beliau pesan sama saya kalau ada temennya yang mau dateng ayo ikut saya"
"iya pak"
Andini pun mengikuti langkah pak satpam sanbil menerka sekaya apa seorang Reza, buset ini rumah apa istana sih gumamnya dalam hati "udah neng tunggu di sofa aja bentar lagi tuan turun"
"eh iya pak" tak berselang lama Reza datang
"maaf lama menunggu"
"nggak kok pak, langsung aja pak saya harus bantu bapak apa"
"ayo ikut saya" Reza membawa Andini ke lantai 2 menuju kamar sang mama "loh kok ke kamar pak bapak jangan macem macem ya"
"kamu jangan suudzon dulu ini kamar mama saya dia sakit sudah hampir setahun ini karena mantan istri saya pergi membawa luka dihati mama saya"
"terus saya harus apa pak"
"kamu mau nggak ngurusin mama saya siapa tau nanti mama saya bisa sembuh kalau kamu rawat ayo masuk dulu"
__ADS_1
"assalamualaikum ma lihat Reza ma bawa siapa" sang ibu pun menoleh dengan menyunggingkan senyuman
"kenalin ma dia Andini dia yang akan merawat mama" sang ibu hanya mengangguk