
Di tempat lain tampak Andini dan Revan di halaman kampus. Andini termangu menatap tak percaya dirinya bisa kuliah di Perguruan tinggi ternama di ibu kota yang tak lain merupakan milik keluarga Revan. Revan mengajak Andini masuk ke aula kampus karena OSPEK akan segera dilaksanakan. Andini pun berbaur dengan mahasiswa mahasiswi disana ia menemukan Rani teman Sma nya yang juga kuliah disana, ia lantas menghampiri Rani. Sementara Revan masuk entah kemana.
"kamu kuliah disini juga Ndin senangnya bisa ketemu kamu lagi" ujar Rani sambil memeluk Andini.
"iya Ran kamu ambil jurusan apa?"
"aku ambil Jurusan pendidikan dokter Ndin, sebenarnya aku tertarik ke kebidanan tapi aku ngga tega kalau lihat papa aku sakit-sakitan akhirnya aku pilih jurusan dokter aja biar bisa rawat papa tanpa bantuan orang lain kamu sendiri Ndin?"
"sama Ran aku pilih pendidikan dokter, kedepannya semoga bisa kerja di rumah sakit Prayoga yang terkenal itu loh"
"iya Ndin aku denger CEO perusahaan sekaligus pemilik rs.nya duda masih muda jadi pengen ketemu siapa tau jodoh" ujar Rani bersemangat tak tahunya sang istri pak CEO temennya sendiri 🤣
...****************...
Sementara Dafa baru sampai kantor setelah berjuang membelah jalanan dengan waktu singkat beruntung tidak terjadi hal buruk padanya. "akhirnya sampai kantor dengan selamat untung ngga telat masih ada waktu 5menit yuk turun" ajaknya pada Dewi
"besok-besok jangan mepet gini ya kak jemputnya, ya walaupun wakil CEOnya kamu sendiri tapi kan kita juga harus sportif" protes Dewi
"iya sayang" ujar Dafa kemudian masuk terpisah di dalam lift yang berbeda.
__ADS_1
**
Sesampainya di ruang kerja. Dafa langsung membuka laptop mengecek email namun handphone nya berbunyi.
"iya halo bang ada apa gue baru aja sampai" ujar Dafa sambil menunggu jawaban telepon diseberang
(....)
"iya bang lu tenang aja, hari ini free ngga ada meeting lu lanjutin urusan disitu lagian bentar lagi gue juga cuti bang itung-itung nyicil kerjaan biar lo ngga keteter pas gue cuti"
(....)
...----------------...
Sementara mama Kinan telah pulang dari ziarah makam. Mama kemudian berganti pakaian dan ke dapur. "mbok.. mbok Sumi udah masak" tanyanya pada mbok Sumi.
"sudah saya siapin di meja Nya, baru aja mateng"
"ya sudah mbok. Mbok gimana ya seminggu lagi Dafa menikah baiknya apa kita adakan pengajian tidak ya mbok? Tapi kalau diadakan pengajian saya nggak enak hati sama keluarga Andini mbok tau sendiri kan mereka nikah karena apa" tanya mama meminta pendapat pada mbok Sumi
__ADS_1
"begini saja Nya, menurut mbok lebih baik Nyonya sedekah ke panti asuhan saja sekalian minta doa untuk pernikahan den Dafa jadi ngga usah pakai acara apa-apa dirumah daripada takut menyinggung perasaan neng Andini gimana Nya" jawab mbok Sumi
"iya juga ya mbok ntar aja kalau mau resepsi baru bikin acara pengajiannya dirumah ya biar ngga ada yang tersinggung"
"iya Nya lebih baik begitu"
"ya sudah terima kasih ya mbok atas masukannya, mbok istirahat ya saya mau ke kamar dulu"
Sesampainya mama dikamar mengambil ponsel menghubungi ketua yayasan Al-Hikmah
"hallo assalamualaikum ustadzah Lutfi apa besok ustadzah ada waktu? ada sesuatu yang ingin saya sampaikan tapi baiknya kita bertemu saja"
(...)
"baiklah lusa saya akan ke yayasan terimakasih ustadzah"
(....)
"iya ustadzah waalaikumsalam"
__ADS_1