Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 80


__ADS_3

" oh ya? Masa iya cewek rendahan kaya dia bisa ngehancurin perusahaan bokap gue gara-gara gue ngatain dia punya utang sama dept colector " ujar Monik


" lo liat aja, yang jelas gue udah peringatin sama lo untuk tidak macam-macam ngomongin Andini kalau tidak lo akan menyesal seumur hidup lo"


"gue ngga takut" ujar Monik


"oke terus-terusin aja lo ngejelekin Andini, asal lo tau, Andini itu istrinya...."


Triiiiinnngggggg bel berbunyi


"udah Ra ngapain sih lo buang waktu ngeladenin mak lampir ngga jelas yuk masuk daripada kena hukuman" ajak Rani


Ara pun memilih masuk kelas daripada terus berdebat dengan Monik.


......................


Sementara Andini tengah melepas rindu bersama Dewi, mama Kinan dan juga Ibu Lastri. Angga masih belajar dirumah, sedangkan mama dan ibu dilarang keluar rumah. Penjagaan di rumah masih diperketat mengingat dalang permasalahan masih berkeliaran diluar sana. Andini masih kepikiran Riry, akhirnya ia pun melakukan video call dengan Dev yang saat ini masih berada di rumah sakit.


"selamat pagi nona"


"pagi mba, Riry gimana keadaannya?"


"Riry sudah lebih baik nona, sebentar saya kedalam dulu"

__ADS_1


Dev pun kedalam memberikan ponselnya kepada Riry


"haloo mommy, mommy dirumah aja ya ngga usah kesini, Riry sudah lebih baik. Mommy istirahat ya, jangan kecapean. Jangan kemana-mana penjahat masih berkeliaran diluar sana"


"iya sayang, maafin mommy ya"


......................


Sementara di sebuah bangunan di luar kota. Nampak seseorang tengah berpikir tindakan apa yang akan ia lalukan. Lama ia berpikir kemudian sang asisten masuk membuyarkan pikirannya.


"maaf bos, sepertinya kita harus berangkat saat ini juga. Takutnya mereka membaca pergerakan kita. Sebaiknya kita segera kesana dan melancarkan aksi kita" ujarnya.


"baiklah siapkan pasukan kita berangkat sekarang"


"baik tuan"


......................


Revan, Dafa, papi dan paman tengah terlibat pembicaraan yang serius setelah sebelumnya mereka makan bersama. Mereka sedang merencanakan penggerebekan gedung yang dipakai Toni bersembunyi. Beberapa anak buah mereka telah berjaga disekitar tempat Toni. Namun ditengah perdiskusian mereka tiba-tiba ponsel Revan berdering. Nampak nama Jack tertera di layar ponselnya. Segera ia mengangkat nya.


"ya halo Jack"


(..)

__ADS_1


"APA??? Baiklah kalian ikuti mereka jangan sampai kehilangan jejak"


Tut. Telepon Revan matikan sepihak.


"ada apa bang?" Tanya Dafa


"sepertinya mereka ingin bermain petak umpet dengan kita. Jack bilang mereka telah mengemasi barang-barang dan membawa sejumlah orang. Mungkin mereka ingin mencari markas baru dan menyerang kita"


"kalau begitu sebaiknya kita serang duluan saja. Aku tau mereka pasti menuju kota X, sebuah kota terpencil di pelosok daerah. Sebaiknya kau telepon Diego untuk mengawasi Andini. Aku takut mereka mengecoh pertahanan rumahmu kemudian menculik Andini dan membawanya kesana" ujar paman Delon


"tapi kenapa harus kakak ipar? Apa hubungannya?" tanya Dafa


"kau ini bego atau gobl*k sih Daf? Lo ngga lupa kan kalau Andini keponakan istrinya Doni tante Ratri dan sepupu nya Rika? Kenapa harus Andini? Lo tau kan Andini itu anak ibu Lastri, kalau Si Toni berhasil bawa Andini otomatis Ibu akan kelabakan, sedih, histeris dan Toni bisa menggunakan kesempatan ini untuk meminta harta yang pernah direbut Doni sebagai jaminan agar Andini selamat. Sampai disini lo paham?"


" iya Daf, benar yang dikatakan Revan. Segeralah menelepon Diego dan pasukannya agar lebih waspada genderang perang telah dimulai " ujar Papi


" baik Pi"


......................


Marhaban Ya Ramadhan🙏🏻


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi readers yang melaksanakan😁🙏🏻

__ADS_1


Semoga kalian kuat sampai hari kemenangan tiba ditengah banyaknya godaan yang ada😊🎉


Mohon maaf authornya banyak salah🙏🏻🙏🏻


__ADS_2