Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 16


__ADS_3

Selepas kepergian Fika, Revan pun bergegas ke kamar dilihatnya sang istri tengah berbaring, bubur dan tehnya telah tandas, terlihat juga bungkus obat pertanda obat itu telah diminum oleh sang istri. Kemudian ia berjalan menuju lemari mengambil setelan jas beserta sepatunya tak lupa ia mencium kening sang istri dan menyelimutinya, lantas ia berlalu ke kamar mandi bawah karena tak ingin mengganggu istirahat sang istri. Selesai ritual mandinya ia bergegas ke kantor.


Diteguknya segelas susu tak lupa ia mengambil beberapa potong sandwich yang telah disiapkan mbok Sumi di meja makan. "Revan berangkat dulu ma, mama jaga Andin ya kalau ada apa-apa kabari Revan" pamitnya


"baik nak hati-hati di jalan jangan lupa ketemu Pak Arka ya biar Andin jadi urusan mama" titahnya pada Revan


"iya ma assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


***


Perusahaan Prayoga Group.


Dafa sedari tadi mondar mandir di depan ruang Presdir pasalnya sang CEO tak memberi kabar apakah dia masuk atau tidak bahkan sekarang pukul 08.30 tapi tak ada tanda-tanya sang bos akan datang. Sementara dia sudah mengundang Pak Arka ke kantor pada pukul 9 setelah Revan mengabarinya tadi malam. "suntuk banget mana si bos ga muncul-muncul, telpon ga diangkat wa nggak dibaca dasar kakak durhaka mending gue ngopi dulu aja deh" monolognya.


Ia keluar ruangan mencari Ardila sang sekertaris "Dil, tolong buatin kopi ya anter keruangan saya" perintahnya

__ADS_1


"baik pak 1 atau 2" tanyanya


"1 dulu aja tar kalau pak Revan dateng buatin lagi ya saya tunggu" pamitnya pada Ardila. Ardila pun berlalu ke pantry. Tok tok tok cklek "ini pak kopinya" sambil meletakkan kopi di meja


"terimakasih kamu bisa lanjut kerja" titahnya. Ardila pun berlalu.


10menit kemudian Revan datang, Dafa yang menyadari kedatangan Revan menghentikan pekerjaannya. "hadehh bos gue kira lu nggak bakalan masuk liat aja udah jam segini mana chat telpon gue nggak lu baca nggak lu angkat" tutur Dafa.


"iya iya sorry maapin abang lu ini ya Daf, Andini sakit tadi makanya gue fokusnya sama dia dulu udah nggak sempet lihat hp maafin gue ya ntar gue kasih bonus deh buat lu" jawabnya


"giliran bonus aja lu semangat banget Daf tadi ngedumel"


"hehee emang kakak ipar sakit apa"


"sakit bulanan biasa perempuan gimana pak Arka"


"palingan juga udah otw mending lu tungguin aja"

__ADS_1


***


Sementara di rumah Doni


Nampak Rika baru pulang kerumah setelah semalaman pergi entah kemana. Ratri yang memang sengaja menunggu Rika tampak diruang tamu sambil nonton tv. "sini kamu Rik" ucapnya tak berselang lama perang pun dimulai. Semua berawal dari teman arisannya memergoki sang anak sedang kencan dengan om-om hidung belang dimall saat rekannya tengah berbelanja.


"dasar anak nggak tau malu kamu nggak mikirin perasaan mama apa kamu tau nggak tadi mama di tempat arisan dicaci abis-abisan" marah Ratri pada Rika.


"maafin Rika ma kali ini ma, mama lihat aja Rika bakal buat mama bangga, Rika udah ada target duda muda tampan pemilik Prayoga Group" ujarnya dengan mata berbinar.


"maksud kamu" tanyanya.


"Rika udah ajuin permohonan kerja disana mama lihat aja nanti kalau Rika diterima kerja Rika akan buat CEO itu kencan sama Rika kebayang nggak sih ma seberapa kaya nya dia" ujarnya dengan mulut menganga.


"mingkem Rik ngeces ntar, mama setuju kalau itu tapi kalau kamu buat mama malu lagi awas aja mama hukum kamu" sahutnya


***

__ADS_1


__ADS_2