
"tidak usah berbasa basi, serahkan wanita didalam mobil itu kalau tidak.."
"kalau tidak apa?"
"cari mati kau rupanya"
"saya rela mati asal nona saya selamat. Buughhhh" satu tonjokan Dev layangkan di muka si gendut.
"berani juga ternyata" Si kribo maju hendak memukul Dev namun dengan sigap Dev mengelak dan melayangkan tendangan tepat di selangkang*n nya, si kribo menahan sakit.
__ADS_1
"jadi gini asli kalian tampang doang kekar satu tendangan udah meringis kesakitan" ejek Dev. Devita tersenyum puas melihat mobil Beary telah datang. Dev pun memberi kode agar ia menyelamatkan Andini. Beary mengangguk tak lupa ia melemparkan sesuatu kepada Dev, sebuah serbuk. "pasti ini serbuk gatal" batin Dev. Segera ia membukanya dan melemparkan kepada komplotan didepannya. Benar saja tak sampai satu menit mereka sudah menggaruk-garuk tubuh mereka. Namun sial satu diantara mereka berhasil kabur membawa sepeda motor dan mengejar mobil Beary. "sialan dia kabur. Jangan sampai dia mendapatkan nona tidak ada cara lain, aku harus membawa mobil box sialan ini" Dev pun mengemudikan mobil box meninggalkan mereka yang masih menggaruk tubuhnya.
Dilihatnya petunjuk gps yang dipakai sang nona, mereka menuju markas Ayah Delon. Dev sedikit lega. Ia pun menghubungi Revan. Tuttt.. "halo tuan, tadi sekelompok anak buah Arman berhasil menemukan jejak nona, namun saat ini Beary telah membawa nona menuju markas Ayah Delon tapi satu orang berhasil membuntuti Mobil yang dikendarai Beary"
(...)
"saya mengerti tuan, nona telah memakai jam tangan saya disana terdapat gps nya tuan tenang saja. Saya akan mengikutinya".
......................
__ADS_1
Sementara Dafa yang tengah menikmati honeymoon mereka mendadak mendapat telepon. Dafa menggertakkan giginya geram. Bisa-bisanya mereka mengambil kesempatan ketika Revan sedang sendirian mengurus perusahaan. Dewi yang melihat perubahan muka sang suami pun mendekat. "kenapa kak? Apa ada masalah?" tanyanya lembut
"kau benar sayang, saat ini Revan tertimpa masalah besar, Toni mengerahkan pasukannya menyusup ke WP Group, mall juga terjadi penyelundupan orang, bahkan saat ini kakak ipar sedang terancam keselamatannya" ujar Dafa sambil mengusap kasar wajahnya.
"bagaimana mungkin ini bisa terjadi kalau begitu ayo kita segera berkemas kak, keselamatan mereka lebih penting, kasihan pasti mama syok, dan mba Andini semoga dia baik-baik saja dia orang baik tak pernah mengusik oranglain" ujar Dewi
"baiklah sayang, aku akan memesan tiket penerbangan secepatnya agar kita dapat membantu Revan bila perlu kita beli maskapainya saat ini juga" ujarnya.
......................
__ADS_1
Di tempat lain nampak anak buah Revan memboyong Ibu Lastri dan Angga menuju rumah utama Revan. Untuk menghindari hal buruk lagi. Secepat kilat mereka membawa ke rumah utama. Namun ternyata anak buah Arman bertindak tak kalah cepat, tiga buah mobil telah siaga hendak mengepung kediaman Lastri namun mereka berhasil mengecohnya dengan menyalakan sirine hingga mereka kalang kabut. Setelah merasa mereka lengah, anak buah Revan kembali membawa Ibu Lasti dan Angga. "sebenarnya ini ada apa pak?" tanya Angga kepada sang sopir yang bernama Joko.
"sebaiknya nanti saja biar tuan Revan sendiri yang menjelaskannya, saya minta kalian tetap waspada kita akan menuju kediaman tuan Revan agar kalian lebih aman disana karena musuh telah mengibarkan bendera perang kepada tuan Revan"jelas pak Joko