Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 25


__ADS_3

Revan pov


Godaan apa lagi ini gusti, aduh rasanya pengen melalap abis tuh body bini gua, adik kecil sabar ya lu jangan bangun dulu tunggu si empunya kasih aba-aba dulu. Sabar Van jangan gegabah daripada dia trauma.


Andini pov


Aku merasakan panas menjalar diseluruh tubuhku rasanya seperti terbakar setelah aku meminum vitamin yang mama berikan aneh tapi nyata, pendingin ruangan telah kunyalakan tapi tetap saja tak mampu mengurangi hawa panas ditubuh ini. Aku pun reflek melepas baju piyama ku menyisakan dalaman saja tak ku hiraukan tatapan suamiku bagai singa yang ingin menyantap mangsanya. Entahlah rasa apa ini.


Author pov


Ditengah kepanasan yang melanda, Revan pun tak tahan ia beranjak ke toilet menenangkan si adik tapi baru hendak memegang gagang pintu Andini merangkulnya dari belakang, Revan pun reflek menoleh kearah Andini. Andini yang telah terbakar hawa panas tak mampu mengendalikan dirinya. Dilumatnya bibir sang suami, Revan pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia membopong sang istri ke ranjang. Dan terjadilah pertempuran sengit diantara keduanya.

__ADS_1


**


Malam panas telah berlalu, pagi menyapa kembali ditemani rintik hujan pagi hari enggan rasanya kedua anak manusia yang telah menikmati surga dunia semalam untuk membuka matanya. Gemericik air hujan seakan menjadi melodi pengiring tidur mereka. Ponsel Revan terus berdering mamun tak membuat Revan sedikitpun terusik. Andini mengerjap terusik suara ponsel diatas nakas, ia menggeliat dirasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Perlahan ia membuka mata, nampak lengan sang suami tengah memeluk dirinya erat.


Perlahan ia memindahkan lengan sang suami menyibak selimut yang menutupi polosnya tubuh mereka berdua. Andini hendak bangun meraih ponsel namun rasa nyeri menyelimuti tubuhnya. "awwww... mass.. ponselnya bunyi tuh angkat gih Andini mau bangun cuma ngga bisa nyeri, mass" ujar Andini sambil mengoyak tubuh sang suami. Revan pun membuka mata "kenapa sayang" tanyanya. "itu ponselnya bunyi Andini mo bangun tapi nyeri banget mas" ujarnya. Revan pun mengambil ponselnya terlihat nama Dafa tertera dilayar ponselnya "halo Daf ada apa"


(.....)


"kamu mau ke kamar mandi?" tanyanya pada Andin "pengennya gitu tapi nyeri mas ngga kuat ngga bisa jalan" Revan pun berlalu ke kamar mandi menyiapkan bathup dengan air hangat dan sedikit minyak aroma terapi, ia kemudian kembali ke ranjang membopong Andini menuju bahtup. "berendam aja dulu nanti juga baikan makanya jangan terlalu agresif jadi bini" ejeknya pada Andini


"ish apa sih mas orang mas juga menikmati kok biang Andini agresif padahal mas Revan yang ngga berani minta kan sama Andini, mas sana keluar malu "ujarnya

__ADS_1


"malu malu mas udah liat semuanya juga yaudah ntar kalau udah baikan panggil mas ya, mas mau mandi dulu ke kamar bawah" pamitnya kemudian berlalu


***


Kantor Prayoga Group


Dafa nampak uring uringan pasalnya abang tersayang sang CEO belum juga menampakkan batang hidungnya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9pagi. Diteleponnya berkali-kali namun tiada jawaban. "dasar abang ga ada akhlak ini telepon terakhir kalau ngga diangkat awas aja Rubicon lu gue embat" monolognya sendirian di dalam ruangan. Tuuuuutt.. Tuuuut panggilan tersambung. "lu gimana sih bang liat udah jam segini lu ngga ada tanda-tanya dateng ke kantor trus meeting sama pimpinan RR Group gimana"


(.....)


"haloo...haloo bang dasar abang durhaka gue belum selesai ngomong udah dimatiin aja, yakali CEO baru bangun jam segini mo jadi apa karyawannya, capek deh lagi-lagi gue lagi yang harus handle semuanya. Ya allah bisakah kau turunkan bidadari untukku sekarang aku sudah lelah jadi jomblo"

__ADS_1


__ADS_2