Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 39


__ADS_3

"ganti dek Riry aku sudah bosan melihat orang gila ini bergoyang" ujar Diego pada Beary.


"baiklah kakak sebentar aku ambilkan ramuan yang lain" ujar Beary kemudian masuk ke dalam lab mengambil beberapa suntikan. Beary pun keluar membawa dua buah suntikan.


"tolong pegang dia kak aku akan menyuntikkan ramuan lain" ujar Beary kepada Diego. Diego pun menurut memegang lengan Rania dan Beary hendak menyuntikkan sesuatu ke lengan Rania namun payah belum sempat disuntik Rania keburu pingsan tergeletak dilantai sepertinya dia kelelahan bergoyang.


"dasar wanita payah baru satu ramuan sudah pingsan ayo kita seret ke gudang dek" titah Diego pada Beary. Beary pun menurut ikut menyeret Rania ke dalam.


...----------------...


Sementara Revan telah sampai dirumah setelah dia mengambil jenazah bayi mungilnya yang tak berdosa. Revan pun membungkus gumpalan darah kecil itu kedalam kain kafan kemudian ia menggali tanah didekat taman paling ujung disamping bunga Kamboja milik sang mama. Revan mengubur darah dagingnya sendiri tanpa bantuan orang lain.


"maafkan Daddy ya nak Daddy terlambat mengetahui kalau kamu telah hadir dirahim Mommy. Maafkan Daddy karena tidak bisa menjaga kamu dan Mommy. Kamu yang tenang disana ya nak besok-besok kalau Mommy sudah sembuh Daddy ajakin nengokin kamu. Daddy pamit ya nak Daddy mau jenguk Mommy dulu Mommy kamu masih sakit belum sadar" ujar Revan dengan air mata berlinang.


...----------------...


Sementara Dafa yang berada dikantor. Meeting telah selesai, semua hal penting dicatat oleh Ardila. Segala pengajuan kontrak kerja telah Dafa kumpulkan. Ia kemudian menghampiri Dewi saat jam makan siang. "Dek ntar sepulang kerja ikut kakak ke rumah sakit ya" pinta Dafa pada Dewi

__ADS_1


"ngapain kak siapa yang sakit?" tanya Dewi


"istrinya Bang Revan tadi masuk rumah sakit gara-gara ulah si nenek lampir sialan itu" terang Dafa


"astagfirullahaladzim terus gimana keadaan istri pak Bos kak?" tanya Dewi yang mulai kepo


"belum tahu dek Revan belum bisa dihubungi" ujar Dafa


"kenapa ngga hubungi mama aja sih kak pasti mama ada disana" usul Dewi


"halo ma, gimana keadaan kakak ipar?"


(....)


"hah mama serius? Trus si nenek lampir Revan apain"


(...)

__ADS_1


"yaudah nanti pulang kantor Dafa kesana sama Dewi mama mau dibawain apa?"


(....)


"oke ma bilang sama Revan fokus sama kakak ipar dulu urusan kantor biar Dafa yang handle, yaudah Dafa tutup ya ma Bye"


Telepon pun terputus.


"gimana kak? Apa kata mama?" tanya Dewi


"parah dek tu nenek lampir dia buat kakak ipar keguguran sebelum dia mengetahui kehamilannya" terang Dafa.


"apa? Maksudnya gimana?" tanya Dewi lagi


"jadi gini usia kandungan nya masih Dua minggu dan keluarga belum ada yang tahu termasuk mba Andini sendiri, mama sama Revan aja syok berat apalagi ibunya mba Andini. Dia sangat terpukul" jelas Dafa


"awas aja lu nenek lampir pengen gue geprek terus gue jadiin umpan buat mancing tu ikan hiu dilaut heran gue dari dulu bikin masalah mulu, sebenarnya punya otak ngga si dia jangan-jangan jadi dokter modal suap masa ada dokter ngga punya otak kaya dia. Kakak inget ngga si waktu dulu minta dijodohin sama bang Revan e ternyata dia simpanan om-om giliran terbongkar kedoknya udah ditolak mentah-mentah juga tau tau sekarang bikin ulah lagi dasar wanita ular" omel Dewi

__ADS_1


__ADS_2