
"bagaimana kuliahnya nak apakah menyenangkan?" tanya mama Kinan sesaat setelah Andini pulang mendudukkan diri di sofa ruang tamu. Sedangkan Revan menuju ruang kerjanya.
"menyenangkan sih ma tapi mas Revan nyebelin"
"emang nyebelin bagaimana?"
"gini ya ma tadi waktu ospek kan pakek sambutan ya mama tau ngga yang kasih sambutan siapa?"
"emang siapa?"
"ya mas Revan lah trus mama tau ngga bukannya pergi setelah kasih sambutan eh dia malah tebar pesona disana, nyebelin banget kan. Masa iya mahasiswi minta foto mas Revan mau mana sok kegantengan lagi"
"emangnya suami kamu ngga ganteng gitu?"
"ya ganteng si tapi ngga usah diumbar gitu napa bikin kesel, awas aja ntar kalo Andini ketemu dosen ganteng gantian deh Andini pepet tu dosen biar dia kesel juga"
"hahaha kamu tu lucu ya Ndin cemburu itu bilang sama suami kamu suruh jaga jarak dari perempuan lain bukannya balas dendam"
"ihhhh mama kok gitu sih biasanya mama kan dukung Andini lah ini malah suruh bilang mas Revan ngga ah pokok nya Andini mau balas dendam"
__ADS_1
"iya Ndin gitu juga ngga papa biar dia tau rasanya cemburu hahaha yaudah sana ganti baju ikut mama ke mall yuk mama tunggu ya jangan lama-lama"
"okee maa"
Tak sampai lima belas menit Andini turun tak lupa ia ke ruang kerja Revan untuk meminta ijin. "mas Andini boleh ikut mama ke mall ngga" tanyanya pada Revan.
"boleh sayang yaudah sana kalau mau ikut tapi cium dulu dong" pintanya pada Andini
"dasar modus mulu jadi suami" ujarnya sambil mendekat mencium sang suami.
"terimakasih sayang yaudah hati-hati dijalan, beliin mas parfum kaya yang ada di meja ya udah mau habis" titahnya
...---------------...
Sesampainya di mall.
Andini dan mama Kinan menuju ke tempat pakaian. Mereka akan memilih baju untuk dikenakan di hari ijab kabul Dafa dan Dewi. Saat tengah asyik memilih pakaian tak disengaja seseorang mengambil dress yang sama dipegang oleh Andini. Andini menoleh nampak seorang wanita yang familiar menurutnya tapi siapa dia lupa. "maaf mbaa" ujar Andini pada wanita tersebut.
"kamu Andini kan?" tanyanya
__ADS_1
"iya mbak, mbak kenal sama saya?" tanya Andini balik.
"yaampun dek kamu lupa sama mbak? Kamu anaknya bude Lastri kan? Masa ngga inget sama mbak, mbak kakaknya temen kamu Renata"
"oh iya mbak Rania ya? Maaf Andini lupa bukannya mbak menetap di Singapura ya?"
"ngga dek, mbak di Singapura cuma nerusin study disana sekarang mbak kerja jadi dokter"
Ditengah obrolan mereka mama Kinan datang. "jadi ambil yang mana Ndin?" tanya mama pada Andini. "loh bukannya kamu dokter Rania?" tanyanya ketika melihat Andini tengah mengobrol
"mama kenal sama mbak Rania?"
"apa dek kamu panggil Tante Kinan mama? Apa kamu..." ujar Rania menggantung
"iya dia istrinya Revan kenapa ada masalah sama kamu" jawab mama cepat
"aaa.. apaaa ja..jadi Revan udah nikah tan?" tanya Rania balik
"bukan urusan kamu saya ngga ada urusan lagi sama kamu dan ingat satu hal kalau kamu masih ingin karir dokter kamu bertahan jangan pernah lagi deketin keluarga saya termasuk Andini atau saya sendiri yang akan turun tangan hancurin hidup kamu tanpa sisa" ancam mama pada Rania
__ADS_1
"yuk pergi Ndin mama udah ngga nafsu belanja disini kita cari perhiasan yuk" ajak mama Kinan sambil merangkul pundak Andini. Andini menurut menuju toko perhiasan. Andini melihat perubahan sikap sang mertua sambil menerka ada masalah apa sebenarnya mama dengan Rania. "lebih baik tanya mas Revan aja deh daripada mama tambah badmood" monolognya dalam hati.