
"haloo keponakan tante lama tak berjumpa udah besar aja nampaknya kehidupan kamu sekarang secerah mentari ya, kerja apa kamu sampai bisa dateng ke mall dan beli perhiasan atau jangan-jangan kamu jadi simpenan bos-bos besar jadi wanita ja***g ya ups" seloroh Ratri "kasihan ayah kamu disana melihat anaknya jadi perempuan mura**n gini" lanjutnya
"Maaf ya tante, saya ngga ada urusan sama tante, tante mau hina saya sampai mulut tante berbusa juga saya nggak peduli toh tante udah ngga nganggep keluarga saya sebagai saudara tante karena keluarga saya miskin. Terserah apa kata tante saya nggak peduli dan hidup saya bukan urusan tante lebih baik tante urus anak tante yang bener, masa iya orang kaya tiap hari anaknya jalan sama om-om udah beristri lagi ngga malu apa kalau tante nuduh saya yang jadi simpenan om-om padahal itu kelakuan anak tante sendiri bukan saya jadi kebuka kan aib anak tante" jawab Andini
"jaga mulut loe ya Ndin" protes Rika
"dasar ponakan ngga tau diuntung memang ibu kamu ngga pernah ajarin sopan santun ya dan kamu bisa-bisanya nuduh anak saya begitu" timpal Ratri
"emang bener gitu tanteee kalau tante mau saya ada buktinya" sambil menyerahkan hp Andin. Tantenya yang semula menghina seketika terdiam kaget dengan ulah anaknya terlihat divideo itu sang anak bergelanyut manja dengan laki-laki seumuran suaminya. Andini pun menarik kembali hpnya. "apa-apaan ini Rika jelasin sama mama" sang anak terdiam dengan wajah merah padam "sialan lu ya awas lu tunggu pembalasan gue" sahut Rika
"Rika jelasin sama mama" sedangkan Andini menarik sang mertua keluar dari mall menuju parkiran hingga tiba didalam mobil mama Kinan yang keponya sudah level akut kemudian bertanya "sebenarnya mereka siapa nak kayaknya benci gitu sama kamu" Andini menghela nafas "tante itu Adik tiri papa Andin ma dan yang seumuran Andin tadi itu anaknya, Andini sebenarnya nggak tahu ma mereka benci karena apa tapi sebelum papa meninggal papa pernah bilang kalau tante Ratri sabotase warisan kakek dan merubah isi wasiatnya, papa tau dari asisten kakek tapi mereka ngga punya bukti apapun apalagi suami tante Ratri itu pengacara kondang jadi papa ngga bisa laporin kecurangan mereka" jelas Andin
"memang siapa nama om kamu nak biar mama suruh pengacara mama buat nyelidikin kasus ini"
"namanya Doni Rajasa ma, dia terkenal licik apapun dia lakukan demi uang"
"loh dia om kamu"
"mama kenal"
__ADS_1
"kenal sih enggak nak cuma mama pernah tau skandal ini dari Raka asisten almarhum Ayahnya Revan (namanya Prayoga) jadi gini
Flashback on*
"Toloooonggg... Toloooonggg" waktu itu Septian sedang otw ke kantor ditengah perjalanan ia melihat insiden tabrakan yang menjadi korban adalah Prayoga. Melihat ada kecelakaan Septian pun menghentikan laju kendaraannya ia kemudian turun "tolong anterin saya kerumah sakit pak"
"loh Raka bukannya kamu anak kakek Utomo, ayo naik ke mobil saya, saya bantu" akhirnya mereka naik berlalu kerumah sakit. Sesampainya Dirumah sakit Prayoga segera ditangani karena kehilangan banyak darah. Tak berselang lama dokter keluar "maaf siapa keluarga pasien"
"saya asistennya dok"
"begini pasien kehilangan banyak darah sedangkan stok pmi belum datang adakah diantara kalian berdua memiliki golongan darah AB"
"saya AB dok silahkan ambil darah saya" Septian menawarkan diri
**
"dimana suami saya Ka" tanya Kinan dengan wajah paniknya
"tuan ada didalam nyonya, tuan kehilangan banyak darah dan rumah sakit kekurangan stok darah untungnya darah mas Tian cocok dia sedang mendonorkan untuk tuan" tak berselang lama Septian keluar "Ka bagaimana apa ada perkembangan pencarian bukti dari kakek" tanya Septian
__ADS_1
"nihil mas semua surat asli sudah dihilangkan oleh Doni" sahut Raka
"yasudahlah Ka saya udah ikhlas kalau memang itu nggak jadi milik saya yasudah saya pamit kerja Ka"
"hati-hati mas"
"siapa dia Ka" tanya Kinan
"dia anak almarhum Pak Wirawan Prasetya pemilik WP Group yang sekarang diambil alih oleh Doni Rajasa karena wasiat pak Wirawan telah diubah Doni&istrinya akhirnya dia mengalah dan memulai usahanya dari nol lagi di SP group yang hanya seperempat dari WP group" jelas Raka
"kasihan sekali dia kita harus bantu dia Ka dia udah nolongin suami saya" sahut Kinan
Flashback off**
"Tapi belum sempat saya membalas kebaikan mas Tian saya sekeluarga ke Singapura menangani perusahaan disana karena ada masalah lama disana sampai Revan menyelesaikan studinya namun ketika kami kembali kami mencari keluarga mas Tian tidak ketemu bahkan rumah dan perusahaan nya telah disita bank karena terlilit hutang. Sampai suami saya meninggal pun saya belum bertemu dengannya saya hutang budi sama dia" lanjut mama Kinan dengan mata berkaca-kaca "kamu punya foto ayah kamu?" tanya mama Kinan
"Andini nggak punya ma tapi mama Andin masih nyimpen foto papa kalau mama mau Andin ambil kerumah dulu"
"jalan ke rumah Andin pak" pinta Kinan
__ADS_1
"biar Andin sendiri aja ma" tolak Andini
"tidak ada penolakan"