Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 38


__ADS_3

Revan meninggalkan rumah sakit menuju markas dimana Rania dan Diego berada. Mata Revan memanas membayangkan apa yang terjadi pada istri dan anaknya yang tidak berdosa itu. Sebisa mungkin ia menahan amarahnya ketika mengemudi. Dengan emosi campur aduk Revan turun menuju markas utama, tampak Diego berjaga di depan pintu. "dimana ja°°°g sialan itu" tanyanya dingin pada Diego.


"ada didalam tuan" ujar Diego kemudian masuk bersama Revan. "apa yang akan kita lakukan tuan" tanya Diego pada Revan.


Revan mendekati Rania yang terduduk tak berdaya dengan tangan kaki terikat serta mulut yang telah dilakban. Sreeeeekkkk Revan menarik paksa lakban dari mulut Rania. Nampak memar bekas bogem Devita pada wajahnya "dasar ja°°°g sialan gue udah peringatin lu baik-baik tapi lu ngga bisa dibaikin" ujar Revan kemudian mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. "lu tau apa yang akan gue lakuin sama elu" ujarnya menggantung sambil menggesekkan ujung pisau pada pipi Rania. Awww Rania merintih.


"gue akan buat lu membusuk dipenjara karena ulah lu, gue belum sempat ketemu calon anak gue tapi lu udah bunuh dia gue akan buat lu merasakan kehilangan seperti yang gue rasain, Diego bawa ke ruangan Beary sepertinya menyenangkan melihatnya menjadi budak percobaan Beary sebelum memasukkan nya kepenjara" titah Revan pada Diego.


Diego pun menurut ia pun menyeret Rania menuju ruangan Beary, nampak Beary tengah berkutik dengan beberapa ramuan. Beary merupakan anak gelandangan yang Revan pungut lalu menjadikannya pakar ramuan suntikan mematikan.

__ADS_1


"Beary sayang lihatlah Daddy membawa boneka untuk percobaan penemuan mu sayang, dia telah melukai Mommy mu dan membuat calon adikmu meninggal sayang" ujar Revan pada Beary seketika membuat Beary menatap penuh kemarahan pada Rania. Beary pun mengambil beberapa suntikan yang telah terisi ramuan hasil penelitiannya.


"beraninya dia membuat Mommy dan calon adik meninggal, Daddy bolehkah Beary membuatnya kesakitan seperti yang mommy rasakan?" tanya Beary pada Revan.


"boleh sayang lakukanlah sesuka hatimu asal dia tidak mati karena Daddy akan menjebloskanya ke penjara" ujar Revan.


"tentu saja sayang kau boleh menyuntikkan seluruh ramuan penemuanmu sampai kau puas melihatnya kesakitan, tapi Daddy tak ingin dia cepat mati Daddy mau dia merasakan sakit perlahan dalam jangka waktu yang lama hingga dia mati membusuk disaat dia berada dipenjara dengan sendirinya" terang Revan pada Beary.


"baik ayah terimakasih aku akan membuatnya keenakan merasakannya hingga ia tak mampu menapakkan kakinya ke tanah lagi" ujar Beary membuat Diego merinding mendengarnya.

__ADS_1


"selamat bersenang-senang sayang, Daddy harus kerumah sakit Daddy akan memakamkan adikmu" ujar Revan kemudian pergi ke rumah sakit.


"kakak apa kau ingin melihat pertunjukan? Aku menemukan ramuan baru mari kita coba pada wanita ini kak hitung-hitung untuk refreshing kakak pasti ingin melepas penat dengan melihat pertunjukan wanita ini bukan" ujar Beary pada Diego.


"perlihatkan padaku pertunjukan yang menyenangkan dek riry" jawab Diego pada Beary. Beary pun menyuntikkan sesuatu pada lengan Rania. Seketika membuat Rania berdiri bergoyang kesana kemari bak penari yang tengah berlenggak lenggok diatas karpet merah. Membuat Rania kewalahan dia tak bisa berhenti hingga penampilannya acak-acakan.


"lihatlah dek dia seperti orang gila hahaha"


"itu belum seberapa kak masih ada beberapa ramuan lagi yang ingin aku coba padanya kakak pasti akan lelah tertawa melihatnya"

__ADS_1


__ADS_2