Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 62


__ADS_3

Hari ini Andini mulai kuliah lagi setelah beberapa minggu ia mengajukan cuti pasca keguguran yang dialaminya. Tak lupa Dev mulai mengawasi Andini lagi takutnya ada hal yang tak diinginkan terulang kembali. Setibanya di kampus Ara, Rani dan Yuli ternyata sudah menunggu kedatangan Andini di depan gerbang kampus. Tak lama berselang setelah Andini masuk di kampus, sebuah mobil sport berwarna merah memasuki gerbang. Para wanita bersorak melihat kedatangan mobil tersebut.


"lebay banget jadi cewek lihat mobil sport lewat" nyinyir Ara yang merasa muak


"jangan sembarangan Ra, dia tu mahasiswa pindahan idola cewek cewek si katanya di kampus sebelah tapi gue juga ngga paham" ujar Yuli


"buseeeeeeeetttt dah itu orang apa bintang film ya lihat tuh orangnya keluar" ujar Rani sontak semuanya menoleh. "kalau model kaya gini mah gue juga mau kali ngga kalah lah sama suaminya Andini hahaha" lanjutnya berandai-andai


"eh dasar ni bocah rada konslet jelas menang suami Andini kemana-mana lah udah cakep, tajir, penyayang, ngga sombong CEO lagi bener-bener paket komplitt, ngomongin suami lu emang lu dapet model begitu darimana Ndin senangnya jadi istri abang CEO" ujar Yuli


"kalian ngomongin apasih yuk masuk udah jam segini" ajak Andini membuat teman-temannya terdiam kemudian masuk ke kelas.


Setibanya di kelas


Dosen mata kuliah pertama pun masuk dibelakangnya nampak pria yang naik mobil sport tadi mengekor.

__ADS_1


"selamat pagi semuanya, kalian ada teman baru di kelas ini, Rendi kenalkan diri kamu" ujar sang Dosen


"selamat pagi perkenalkan saya Rendika Atmaja bisa panggil saya Rendi, saya pindahan dari kampus sebelah, sekian perkenalan diri saya, saya harap kita bisa berteman dengan baik" ujar Rendi


"baiklah kamu boleh duduk kebetulan hanya tersisa satu bangku kosong disana" ujar pak Dosen sambil menunjuk bangku kosong di sebelah kanan Andini. Rendi menurut sekilas ia menatap kagum pada kecantikan Andini namun Andini cuek saja.


"berhubung saya sebentar lagi ada rapat, saya berikan tugas kelompok, per kelompok terdiri dari lima orang kalian bisa bergabung sendiri. Kalian buat makalah bagaimana memelihara kesehatan, mencegah penyakit, dan juga memberikan pengobatan. Besok kalian harus presentasi memang ini kelompok namun per orang harus tau setiap isi makalah kelompok kalian mengerti"


"mengerti pak"


Andini beserta tiga temannya pun bergabung, namun Rendi tak kebagian kelompok mau tak mau ia harus bergabung dengan kelompok Andini.


"ehm gue boleh gabung kalian ngga soalnya semuanya udah penuh" ujar Rendi meminta


"gabung aja lagian juga ngga ada kelompok lain" ujar Ara cuek

__ADS_1


"ish kamu tu apaan sih Ra jangan gitu dong" ujar Andini memperingatkan. "udah ayo kita kerjain" ajaknya. Mereka pun memulai kegiatan berkelompoknya.


Sementara Dev masih setia menunggu sang nona diluar. Hingga ponselnya berdering membuyarkan konsentrasi nya.


(...)


"iya tuan saya masih berada di kampus disamping kelas nona, nona baik-baik saja tidak ada yang mengusiknya, saya terus mengawasi nona dari tadi tidak ada pergerakan yang mencurigakan, dan saat ini nona sedang ada kelas ngga lama cuma dua kelas aja tuan"


(....)


"baik tuan, setelah selesai kelas akan saya antar nona sesuai perintah tuan"


(....)


"baik tuan, tuan tunggu saja" tak lama berselang sambungan pun terputus. Dilihatnya jam tangan miliknya baru menunjukkan pukul 10 masih satu kelas lagi ia harus menunggu nona mudanya.

__ADS_1


__ADS_2