Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 5


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Andini merawat mama Reza dengan baik kini sang mama pun sudah mau berbicara walau sekedarnya saja. Andini merawatnya dengan tulus apalagi sekarang ia tak bekerja direstoran BB surat pengunduran dirinya telah diurus oleh Reza. Suatu hari Andini pergi ke pasar belanja kebutuhan rumahnya. Saat memilih sayuran..


Buuugh..


Andini tersungkur ke meja sayuran dompetnya pun terjatuh bersamaan pula seorang copet melintas mengambil dompet Andini, menyadari hal itu Andini bangkit mengejar pencopet "woy berhenti copet tolong dompet saya dicopet" segerombolan pedagang dan pembeli pun ikut membantu Andini mengejar copet dengan sekuat tenaga Andini mengejarnya "bang pinjem telenan ayamnya bentar buat hajar copet" Andini berlalu tak perduli teriakan penjual ayam meminta balik telenannya. Sepertinya rejeki masih berpihak kepada Andini sang copet tersandung batu disebelahnya kubangan hingga tercebur sebelah kakinya. Buugh buugh Andini memukul sang copet "cari kerja yang bener dong bang tu kan kena batunya mau saya tabok lagi pakek telenan apa balikin dompet saya" sang copet pasrah menyerahkan dompet Andini melihat segerombolan massa dibelakang Andini. "untung balik lagi" berjalan sambil mengecek dompetnya apakah berkurang isinya atau tidak tak sadar Andini...


Buuughh


Aaaaaa... Andini menabrak seorang pria dan terguling disamping jalan bersama sang pria. Posisi mereka sangat intim hingga pak tua yang tengah lewat berteriak


"sini sini semuanya ada yang berbuat mesum dipinggir jalan" ujar pak tua disampingnya kini telah berkumpul banyak orang. "panggil pak rt kita harus nikahkan mereka karena berani berbuat mesum disini malu maluin desa kita"


"jangan pak saya mohon ini tidak seperti yang bapak kira" bela Andini


"iya pak tadi cewek ini jatuh nabrak saya, saya juga jadi ikut terguling saya juga nggak kenal siapa dia" sang pria menimpali

__ADS_1


"alah mana ada orang berbuat mesum ngaku udah ayo bawa mereka ke masjid"


Mereka hanya bisa pasrah menceritakan yang sebenarnya pun sia sia tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tadi.


"karena kalian telah berbuat mesum didesa ini apalagi dipinggir jalan seperti tadi saya selaku ketua rt memutuskan kalian harus menikah disini kebetulan saya juga ustad jadi saya yang akan menikahkan kalian"


Andini hanya bisa menangis membela diri pun tiada gunanya. "keluarkan maharnya mas" ujar sang rt "aduh apa ya pak didompet saya cuma ada uang 500ribu saya ga ada uang cash"


"hu tampang aja orang kaya dompet ga ada isinya" nyinyiran sang ibu ibu disamping pak rt


"baiklah sodara Revan Adi Prayoga bin Prayoga saya nikahkan dengan saudari Andini Pertiwi binti Septian dengan maskawin tersebut tunai"


"saaaahhhh"


"kalian sudah resmi menjadi suami istri untuk surat suratnya nanti mas Revan langsung ke kantor urusan agama ya ini surat pengantar nya "

__ADS_1


"baik pak"


"sudah semuanya bubar"


Mereka pun berlalu meninggalkan Andini dan Revan di beranda masjid.


Hiks hiks hiks ibu maafin Andini hiks hiks.


"sudah kamu jangan menangis lagi pula ini kesalahan kita nggak bisa menghindar lagi, terus tadi kamu kenapa jalan sampai nggak lihat bisa nabrak trus jatuh sama saya"


"maaf tadi saya abis ngejar copet tadi saya ke pasar belanja tapi saya kecopetan nah sebelum nabrak tadi saya liatin isi dompet kurang enggak gitu trus ya jatoh nabrak tadi saya minta maaf tapi mau gimana lagi saya udah jadi istri kamu tapi saya baru lulus sma saya masih mau kuliah masih harus kerja bantuin ibu saya hiks hiks "


" saya antar kamu pulang kita bicarakan baik-baik sama ibu kamu saya yakin dia pasti ngerti ayo saya antar"


***

__ADS_1


__ADS_2