
Seperginya keluarga Dewi nampak Bu Lastri terlihat murung. Dafa pun mendekatinya.
"bu, ibu kenapa sedih?" tanya Dafa
"maafin ibu ya nak Dafa, gara-gara ini nak Dafa nggak jadi nikahnya" jawab ibu Lastri
"ibu jangan salahin diri ibu begitu, ini semua kecelakaan tidak ada yang ingin terjadi bu lagian Dafa nikahnya cuma mundur satu minggu aja sambil nunggu mba Andini pulih" terang Dafa. "sekarang kita fokus dulu sama kesembuhan mba Andini dulu aja bu jangan pikirin pernikahan Dafa, semua juga sudah setuju kan, sebaiknya ibu makan siang dulu ayo Dafa sama Dewi tadi mampir beli makan siang buat kita semua, ayo bu" ajak Dafa kepada bu Lastri
"iya nak" ujarnya kemudian makan siang bersama sama.
Sedangkan Andini tengah disuapi oleh Revan walaupun sudah sadar namun kondisi Andini masih sangat lemah. "ayo buka mulut lagi sayang satu kali lagi" ujar Revan sambil menyuapkan bubur ayam. "udah mas Andini udah kenyang" tolaknya.
__ADS_1
"tapi baru 3kali suapan sedikit lagi ya" bujuk Revan lagi.
"sekali lagi udah ya mas beneran udah kenyang" ujarnya sambil membuka mulut. "bawa sini mangkuknya mas" pintanya pada Revan.
"kamu mau makan sendiri?" tanya Revan
"ngga, sini mas juga makan Andini ganti suapin mas ayo buka mulut" titah Andini pada Revan
"mas makan sendiri aja kamu kan masih sakit" ujar Revan.
"iya iya a'" Revan akhirnya mengalah disuapi oleh Andini hingga tandas tak bersisa. "minum dulu mas, sekalian ambilin obat Andini ya" ujarnya. Revan pun menuju nakas mengambil segelas air dan obat milik Andini.
__ADS_1
"makasih ya mas, udah mau urus Andini, Andini minta maaf belum bisa jadi istri yang baik buat mas, belum bisa jadi ibu yang baik untuk calon anak kita hingga calon anak kita pergi Andini minta maaf ya mas" ujar Andini berkaca-kaca. Revan pun memeluk sang istri mencium keningnya.
"kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu ya sayang biar kamu cepet pulih, nanti kalau kamu udah pulih kita pulang mas ajakin jenguk anak kita mas makamin dia di kebun belakang. Dia pasti senang melihat ibunya kuat seperti ini jangan sedih lagi ya pasti ada hikmah dibalik ini semua" ujar Revan .
"iya mas, kata dokter gimana Andini bisa hamil lagi kan?" tanyanya
"bisa sayang tapi tidak dalam waktu dekat ini, karena usia kamu juga masih terlalu muda setelah kehilangan ini dokter menyarankan kamu memakai kontrasepsi dulu takutnya kejadian seperti ini terulang lagi" terang Revan.
"Andini nurut aja mas gimana baiknya, anak kita pasti masih kecil banget ya mas waktu keluar. Maafin Mommy ya nak Mommy ngga bisa jaga kamu dengan baik semoga kamu ditempatkan di tempat terbaik disisi Allah ya nak hiks hiks hiks" Andini menangis sesegukan. Revan memeluk sang istri mencoba menenangkan. Diusapnya punggungnya ditenangkan.
"udah dong jangan nangis lagi nanti kalau kamu drop lagi gimana? Kamu ngga kasian sama mas, Angga, Ibu, Mama? kasian Dafa juga sayang nikahnya harus diundur karena keluarga Dewi menyarankan pernikahan setelah kamu pulih" ujar Revan
__ADS_1
"maafin Andini ya mas gara-gara Andini Dafa juga harus kena dampaknya. Andini mau ketemu Dafa dong mas, aku mau minta maaf sama Dafa" pinta Andini pada Revan.
"tapi janji ngga boleh nangis lagi ya bentar mas panggilin Dafa dulu"