Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 85


__ADS_3

"bagaimana pun Riry dan Dev sangat menyayangi Andini. Kurasa mereka pasti bangga bisa melindungi orang yang mereka sayangi" ujar Revan santai


"jadi apakah kakak ipar sudah tahu kalau Riry itu anak angkat lu kak?" tanya Dafa


"gue udah jelasin semuanya, awalnya dia bingung karena Riry memanggilnya dengan sebutan Mommy, gue awalnya takut kalau Andini ngiranya gue punya anak sama mantan bini gue yang dulu, ternyata engga ada pikiran itu sama sekali. Lo tau kan pernikahan gue kaya apa? Benar-benar berbanding terbalik saat gue sama Andini " terang Revan


"syukurlah kak, kakak ipar memang luar biasa" ujarnya


Deru mesin mobil memasuki pelataran rumah papi Banu pertanda si empunya telah kembali ke rumah. Bibi Latifa berhambur memeluk sang suami. Diperiksanya seluruh anggota tubuhnya. Sang suami merasa geli hanya geleng-geleng kepala.


"kau ini kenapa mi? β€œ tanyanya


" aku hanya memeriksa tubuhmu apakah kau terluka ataukah baik-baik saja sungguh aku tak ingin kejadian masa lampau terulang kembali hiks hiks" ujar mami Latifa terisak


"tenangkan dirimu mihh,, papi kan sudah berjanji tidak akan bermain senjata lagi. Bukankah itu yang mami inginkan?" ujar papi menenangkan

__ADS_1


"tetap saja mami khawatir pih, papi ngga akan pernah tau rasanya jadi mami saat melihat papi terbaring lemah di ranjang rumah sakit selama hampir satu tahun lamanya," ujarnya


"maafin papi mih, papi kan sudah berjanji tidak akan melakukan hal ekstrem itu lagi. Mami yang tenang ya"


Flashback On


Dulu, berpuluh tahun yang lalu. Papi Banu menikah dengan mami Latifa, mereka sangat bahagia memiliki pasangan dan saling mencintai. Tiada gangguan orang ketiga adalah hal spesial dalam hidup mereka. Semua dilalui bersama dengan sukacita. Namun bahtera rumah tangga tak selamanya berjalan mulus. Suatu ketika terjadilah kejadian naas itu. Papi Banu muda merupakan pebisnis. Lima tahun setelah kematian keluarganya dan menyelamatkan Kinantika dan merubah jati dirinya. Menghilangkan pundi-pundi nama Utomo dalam diri mereka. Banu pikir mereka akan hidup damai. Ternyata tidak.


Dunia mafia tak semulus itu. Persaingan bisnis mendiang ayahnya hingga dunia hitam pun seakan meradang. Banyak kejanggalan yang mereka temukan setelah penghilangan jejak keluarga Utomo. Hingga suatu hari teror datang bertubi-tubi, beruntung Kinan tak mendapatkan teror tersebut karena posisi Kinan telah pergi dari kota tempat ia dibesarkan. Saat itu dua bulan setelah pernikahan Banu dan Latifa digelar. Mereka pun memilih hidup mandiri membeli sebuah rumah sederhana dan hanya tinggal berdua. Orang tua Latifa pun hanya bisa menuruti keinginan sang anak.


Beberapa anak buah dikerahkan untuk mengusut teror tersebut. Namun anak buahnya tak ada yang membuahkan hasil. Papi Banu yang telah geram pun turun tangan sendiri.


"benar-benar menjengkelkan" ujarnya


Tak lama berselang ponselnya berdering, tiada nama yang tertera dilayar ponselnya. Papi Banu mengabaikannya. Satu menit kemudian pesan masuk.

__ADS_1


"temui aku di gudang XX besok jam sepuluh pagi jika kau ingin teror ini berakhir. Datanglah sendiri jangan membawa pasukan satupun. Kalau tidak kupastikan kakakmu Kinan akan berakhir ditanganku"


Merasa kakaknya terancam Papi Banu pun mengalah memilih menemui sang pengirim pesan misterius itu.


*Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya 😊❀️


...----------------...


Maaf author telat update nya.πŸ™πŸ» Karena kesibukan di hari raya hehe😁😁


Selamat hari raya idul fitri 1443 H.


Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Maafin author yang banyak salahnya ini ya readersβ€οΈπŸ€—

__ADS_1


__ADS_2