
Revan telah kembali dari kantor. Kini mereka tengah bersantai di rumah. "mas kamu capek ngga?" tanya Andini pada Revan yang tengah menikmati kopi buatan nya.
"ngga memang kenapa?" ujar Revan balik bertanya
"ke supermarket yuk mas pengen bakar-bakaran nanti malam tapi kita belanja dulu soalnya ngga ada stok bahan dirumah tadi mbok belum sempat belanja" ujar Andini
"astagfirullah mas lupa Ndin, harusnya tadi pagi mas kasih jatah belanja bulanan ke mbok tapi mas kelupaan hehe" ujarnya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"ish kamu ini gimana sih mas, jangan bilang kalau gaji yang lainnya juga lupa mas kasih" sindirnya sambil menatap tajam Revan namun Revan hanya cengengesan. "hih bener kaannn udah sana buruan ambil gaji mereka kasian mereka kalau ada kebutuhan udah nunggu-nunggu sampai tanggal segini eh kamunya lupa kasih gaji sana buruan ambil mas lebihin 500ribu kek sebagai permintaan maaf" titah Andini pada Revan. Revan pun beranjak mengambil gaji para karyawan rumahnya.
"udah belum mas?" tanyanya ketika melihat Revan telah kembali dari belakang.
"udah sayang ayo kalau mau ke supermarket" ajaknya
"tapi udah kamu lebihin kan gajinya?" tanyanya menginterogasi Revan
__ADS_1
"udah sayangku cintaku padamu udah tadi aku lebihin 1juta per orang" ujar Revan. Sontak Andini memeluk sang suami. "kenapa ni peluk-peluk" tanya Revan.
"jadi ngga boleh nih" ujar andini sambil melepas pelukannya pada Revan.
"ya boleh lah masa enggak ganti baju yukk jadi ngga keburu magrip nih" ujar Revan
"jadi dong mas bentar aku ganti baju dulu ngga lama kok" ujar Andini kemudian berlari ke kamar meninggalkan Revan sendirian di ruang tengah.
**
"oke mas, aku sekalian ambil bahannya deh, siangnya mau dimasakin apa?" tanya Andini pada Revan
"emm apa ya enaknya? Abisnya apa apa kalau kamu yang masak jadi enak semua sih" ujar Revan sambil merangkul bahu Andini
"ngga usah lebay mas lepasin dong malu" ujar Andini. Revan pun melepas rangkulannya dari bahu Andini. "jadinya apa nih buat makan siang besok?" tanyanya sekali lagi
__ADS_1
"gurame asam manis boleh?" tanya Revan
"boleh deh yaudah yuk ambil gurame ke sana trus pulang pasti Dafa sana Dewi udah pulang" ajaknya
**
Kediaman Revan
Rubicon yang dikendarai Dafa telah terparkir sempurna. Mereka lantas masuk dengan sisa mata sembab keduanya. Mama Kinan menghampiri mereka yang kebetulan tengah bersantai menonton drakor kesukaannya. "loh loh ini kenapa mata sembab Dafa nyakitin kamu lagi dasar anak sialan nanti malem kamu tidur diluar" ujar mama Kinan
"mama apaseh orang Dafa ngga ngapa-ngapain Dewi tanya aja sendiri tanpa mama suruh pun nanti juga Dafa tidurnya diluar iya kan Wi bilangin sama mama sana urusan perempuan , abang mau mandi siapin kopi ya" ujar Dafa lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Dewi.
"ma jangan salahin abang mulu ya, Dewi ngga papa kok lukanya kata dokter palingan tiga hari sembuh tapi ngga boleh itu dulu, terus kalau urusan mata tadi emang Dewi baper kebawa suasana di pemakaman abisnya Dewi ngga nyangka aja kalau abang serapuh itu dari kecil jangan salahin abang ya ma" ujar Dewi
"iya mama ngerti yaudah sana bersih-bersih obatnya diminum biar cepet sembuh terus kasih mama cucu ya, jangan lupa kopi pesenannya Dafa" ujar mama Kinan
__ADS_1