Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 11


__ADS_3

Setelah drama makan siang berlalu kini mama Kinan dan Andini sudah berada di mall, mama Kinan mengajak Andini Shopping, spa, nyalon, intinya ngabisin duit ya walaupun kartu debit sang anak nggak akan habis. Andini bingung menatap baliho dengan tulisan Prayoga Group mama Kinan yang menyadari kebingungan sang menantu menoleh "kenapa nak kamu bingung kenapa banyak tulisan Prayoga Group ini ya, mama kasih tau ini sebenarnya anak cabang perusahaan Revan, Revan nanam saham terbesar disini kalau kamu mau mama bisa mintain separuh buat kamu atas nama kamu"


"ehh nggak maa Andin nggak mau Andin aja minder ma latar belakang Andin 180derajat sama mas Revan Andin malu ma apalagi kalau orang orang tau mas Revan nikahnya sama Andin bukan sama anak konglomerat pasti mereka mikirnya Andin yang manfaatin mas Revan udah ya ma jangan mintain apa apa buat Andin, Andin diterima dikeluarga mama aja Andin udah seneng banget" ucap Andin sambil terisak


"iya tapi kamu ngga boleh nangis ntar dikira mama kdrt lagi yaudah tapi kamu harus nurut mama jangan nolak belanja sama mama ya kalau kamu nolak mama bakal minta separuh aset ini atas nama kamu" mama Kinan pun mengajak Andini ke toko perhiasan "mbak keluarin perhiasan limited edition nya yang baru dateng ya"


"baik nyonya (berlalu mengambil barang) ini nyonya baru datang kemarin yang satu bermta biru dan satunya bermata putih"

__ADS_1


"kamu mau yang mana nak"


"nggak usah ma beneran Andin udah dapet cincin dari mas Revan Andin nggak usah beli perhiasan lagi"


"kalau kamu nggak mau biar mama aja yang pilih, mbak ini yang biru tolong dibungkus ya ini kartu kreditnya"


"baik nyonya sebentar (sambil mem-packing perhiasan) ini nyonya terimakasih dan ini kartunya"

__ADS_1


"iya nak kamu bener kayaknya tu ibu-ibu orang berada deh nak bisa bisanya dia kenal sama orang kaya" sahut Ratri sang mama


"jangan jangan dia jual diri biar punya banyak duit ma secara kan om Septian udah meninggal dan seluruh hartanya bukannya dibaliknama sama papa iya nggak sih ma"


"iya juga ya samperin aja yuk" dua orang itu berlalu mendekati Andini sang keponakan, ya Ratri merupakan saudara tiri sang ayah, Ratri yang merupakan adik tiri Septian karena ibunda Septian meninggal saat Septian berusia 8 tahun sehingga sang ayah(Wirawan) menikah lagi dengan ibunda Ratri (namanya Rosi) yang seorang janda dengan Ratri yang saat itu berusia 3tahun.


Namun siapa sangka Rosi hanya mengincar harta Wirawan namun hingga sang anak beranjak dewasa Rosi tak lagi memiliki anak sehingga anak laki-laki lah yang mewarisi harta Wirawan. Tak rela sang putri tak mendapat warisan. Akhirnya cara licik pun terluncurkan. Saat itu Septian telah menikah 5tahun dengan Lastri kemudian sang ayah membelikan rumah disebuah perumahan elite kota karena dekat dengan perusahaan yang dipegang Septian. Rumah besarnya ia serahkan pada Ratri. Tak terima dengan itu, tak sengaja Ratri memasuki ruang kerja sang ayah ia melihat sebuah berkas dibacanya sebuah warisan yang ternyata 70% kepemilikan jatuh ke tangan Septian dan 30% milik Ratri karena Ratri hanya anak tiri.

__ADS_1


Masa itu perusahaan sedang jaya-jayanya saat dipimpin oleh Septian, tak rela hanya mendapatkan 30% akhirnya Ratri menyewa pengacara yang kemudian menjadi suaminya Doni. Dengan segala cara Ratri dan Rosi berupaya membalik warisan itu menjadi 70% milik Ratri dan 30% Septian. Hingga kekacauan dibuat salah satu gudang perusahaannya dibuat kebakaran oleh Doni sehingga Wirawan yang telah tua mengalami serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit. Rosi tak menyia-nyiakan kesempatan itu saat Wirawan terbaring tak berdaya ia mengajak Ratri serta Doni membawa surat warisan yang telah mereka ubah kemudian memegang jempol Wirawan sebagai stempel (karena tak ada tanda tangan cap jempol pun laku)


Hingga sesaat kemudian Wirawan tak tertolong lagi alias meninggal dunia. Maka rencana Rosi dan Ratri pun berhasil. Ia mengundang Septian dan istri serta Andin yang saat itu berusia 3tahun untuk membagi warisan. Septian yang tidak tahu surat wasiat asli hanya menerima dengan ikhlas.


__ADS_2