Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 77


__ADS_3

"mana mungkin.. Septian itu anak tunggal, sedangkan istrinya hanya sebatang kara bagaimana bisa mereka berhubungan, walaupun besan Septian adalah Prayoga, tapi setahuku Prayoga telah lama meninggal dan saudaranya tak diketahui keberadaannya"


"entahlah tuan, lalu apa yang akan tuan lakukan"


"aku sendiri harus turun tangan"


"bukankah itu berbahaya tuan?"


"tidak ada pilihan lain, siapkan sepuluh orang terbaik besok kita akan memasang umpan, aku ingin tau siapa orang dibalik mereka"


......................


Dafa telah sampai di bandara pagi ini. Ia sengaja tidak menelepon Revan ataupun mama Kinan, karena semuanya serba mendadak akhirnya ia menelepon supir pribadinya untuk menjemputnya di bandara dengan beberapa bodyguard. Pengawalan dirumah semakin diperketat mengingat Andini yang hampir celaka. Ibu Lastri dan Angga sementara dilarang keluar rumah oleh Revan, untuk sekolah Angga, Revan menyewa guru honorer agar mengajar di rumah. Mama Kinan pun demikian. Mereka serasa menjadi tahanan rumah.


Sementara Andini masih setia mengekor Revan bolak balik ke rumah sakit. Ia mengajukan cuti kuliah dengan alasan ingin menjaga Riry. Walaupun Dev dan Diego sudah berada disana namun Andini tetap memaksa untuk ke rumah sakit. Suara mobil memasuki halaman rumah bersamaan dengan Revan dan Andini yang hendak pergi ke rumah sakit akhirnya mereka mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"assalamualaikum semuanya" ujar Dafa memasuki rumah, sontak membuat mereka heran pasalnya tidak ada kabar apapun dari Dafa jika ia akan pulang secepat ini.


"waalaikumsalam Daf, Wi, kenapa pulang bukannya gue udah kasih kalian cuti sebulan untuk honeymoon" ujar Revan


"ya kali gue disana bersenang-senang sama bini gue sedangkan elu disini ngadepin musuh sendirian, kita kan udah janji apapun masalahnya kita harus menghadapi nya berdua" ujar Dafa


"sebenarnya Dewi yang maksa pulang bos, Dewi kepikiran sama mba Andini juga mama" ujar Dewi


"Andini ngga papa kok mba" ujar Andini kemudian memeluk adik ipar nya itu "walaupun hampir sih" lanjutnya


"kalian mau kemana? Mama dimana?" tanya Dafa


"Gue ikut ke rumah sakit, biar Dewi sama kakak ipar dirumah aja" ujar Dafa


"kakak ipar dirumah dulu ya sama Dewi ngga papa ya? biar masalahnya cepat selesai Dafa aja yang ikut, kaka mending dirumah takutnya kejadian kemarin terulang lagi" pinta Dafa. Mau tidak mau akhirnya Andini pun menurut.

__ADS_1


"mas berangkat dulu ya sayang, kamu jangan kemana-mana kasihan Dewi capek mending kalian nonton drakor aja" ujar Revan


......................


Sementara di sebuah markas, nampak Ayah Delon dan Papi Banu sedang berdiskusi. "Pasti mereka heran Pasukan ElangHitam Muncul lagi sepertinya dia tidak menyadari kalau kita ada dibalik tuan muda kak" ujar Ayah Delon


"kamu benar Del, Pasti dia syok berat atau mungkin penyakit jiwanya akan kambuh jika dia tau kalau kita adalah saudara ipar Prayoga hahaha" ujar Papi Banu


"kamu benar kak, dia tidak terima Doni dipenjara tanpa memperhatikan siapa orang dibalik tuan muda"


"bagaimana jika kita memberi sedikit hadiah kepadanya?"


"itu hal yang menarik sebelum dia berakhir di jeruji besi seperti saudaranya"


"kau benar Del, baiklah nanti malam kita lakukan, kau ajak Revan sekalian, aku dengar pagi tadi Dafa juga sudah kembali dari luar negeri"

__ADS_1


"baiklah kak, mereka memang saudara sejati, bahkan Dafa mengorbankan cutinya setelah mendengar Tuan muda diserang musuh" ujar Delon


"ya mereka memang kakak-adik, saudara, teman, sekaligus sahabat sejati seperti kita walaupun kita dulu sempat berselisih paham lihatlah darah lebih kental daripada air, keluarga tetaplah keluarga Del"


__ADS_2