
Kini keduanya sudah sampai di ujung anak tangga terkahir dengan selamat sentosa. Langkah kaki Daneesh mendekat pada ruang makan.
Melihat Daneesh yang menggendong istri kecilnya membuat para pelayan itu tersenyum malu-malu. Betapa beruntungnya Anna dapat merasakan otot kekar Daneesh coba?
Tuh 'kan! Harusnya Anna ini bersyukur bukan kufur lho!
"Maaf terlambat Mi, Pi," ujar Daneesh.
"Uhuuk!!" Nathalie tersedak saat melihat pemandangan yang baru saja dia lihat secara langsung, siaran live lho ini!
Karena menunggu mereka yang lama sekali, akhirnya mereka memutuskan untuk makan duluan. Tapi apa yang dilihatnya? Daneesh menggendong istrinya?
Ini adalah tontonan sekaligus berita gosip terhangat malam ini.
Kaisar yang melihat istrinya tersedak saking terkejutnya pun langsung memberikan Nathalie air minum. Begitu juga dengan Anna yang terkejut melihat keadaan mami mertuanya.
"Om turun! Itu Mami tersedak!"
Huh!
"Tidak usah terkejut, Mi. Mungkin ini akan sering terjadinya nantinya. Mengingat menantu Mami yang seperti ini." Anna pun langsung melirik wajah suaminya dengan mata memicing tak suka.
"Tidak ikhlas sekali sih jadi suami! Ya sudah Anna tidak minta gendong Om lagi! Anna minta gendong Papi Kai saja nanti! Ya 'kan Pi?" Tanya Anna pada papi mertuanya.
Namun dia tidak tahu saja jika Daneesh tidak suka akan hal itu.
"Tidak ada ya Ann, kau itu istriku. Jadi jangan ada yang menggendongmu baik itu Papi atau orang lain. Lagian Papi itu suaminya Mami." Segah langsung Daneesh.
"Om juga tidak ikhlas tahu!"
"Jangan melawan Anna! Apa ada aku mengatakan tidak ikhlas? Kau mau dosa hah tidak menurut pada suami?!" Tandas Daneesh membuat Anna mati kutu.
"Ih Om! Main ancam saja! Lagian Anna masih kecil!" Anna kembali merajuk kepada suaminya, hal itu menjadi tontonan gratis Kaisar dan Nathalie.
"Biarkan saja, siapa suruh melawan hah!" Ejek Daneesh berlanjut.
Wajah Anna memerah. "Mamiiii, pukul pantat Om Daneesh lagi!!!!"
🍒🍒🍒
"Om, mau apa?" Daneesh mengunci pintu kamar dan berjalan menuju ruang ganti di kamarnya. Dia bahkan mengabaikan pertanyaan dari istri kecilnya yang sedang terlentang di ranjang.
Tidak perlu di jawab, bukan? Ini sudah malam ya tentu saja tidur!
Belum lagi jadwal tambahannya, mengantar sang istri ke sekolah. Apalagi besok dirinya harus menghadiri acara rapat tertutup bersama pada anggota dewan lainnya.
"Ih, Om mau apa?!! Anna mau tidur!!!"
"Ommm!!!! Kok buka baju? Om mau apa?!!" Tanya panik Annabelle.
Bagaimana tidak panik coba, jika Daneesh membuat pakaian atasnya dan ini pertama kalinya Anna melihat tubuh telanjang dada ini.
__ADS_1
"Ini sudah malam, Anna. Aku mau tidur," jawab Daneesh santai.
"Aahhh Om!! Pekik Anna saat tiba-tiba Daneesh naik pada ranjang.
"Anna kenapa teriak?!" Daneesh menutup mulut istrinya saat dia hendak naik ke atas ranjang.
Lain Daneesh dan Annabelle di dalam kamar. Lain pula dengan kedua orang tua yang sedang berada di depan pintu kamar putra dan menantunya.
Sepasang suami istri itu kini tengah menguping kegiatan di dalam kamar tersebut, berharap menemukan sesuatu.
Dan terbukti benar ada sesuatu di dalamnya!
"Pi, bagaimana ini! Rain sudah main jebol saja!" Adu sang istri pada suaminya yang ikut juga bersamanya.
"Ya bagaimana sayang, aku juga tidak tahu. Rainer tidak tahan mungkin." Asal Kaisar.
Plak!
"Awwss, sakit sayang..." rintih Kaisar saat bahunya tertampar oleh kekuatan tenaga dalam Nathalie.
"Kau sih Pi, jawabannya asal terus tahu tidak!" Kesal Nathalie.
"Lah, 'kan sayang tanya! Bagaimana sih! Rain sudah jebol Anna, ya mana aku tahu? Rain 'kan sudah tua sayang. Dia tidak tahan kali, apalagi lihat yang bening-bening!" Ucap Kaisar.
Mata Nathalie mendelik tajam tak suka, "awas kau ya Pi. Kalau berani selingkuh dariku. Aku akan buat kau bangkrut, buat rambut kesayanganmu ini botak habis, lalu aku siram tuh pakai air cuka wajah sok tampan mu ini! Biar tahu rasa, sudah tua juga!" Ancaman Nathalie ini memang luar biasa bukan?
"Sayang kok kejam sih!" Rengek Kaisar.
"Preet!!" Ejek Nathalie pada Kaisar.
Mereka kembali menjalankan misi mereka, menguping di depan kamar milik pengantin di dalamnya.
"Emmmhhhh....."
"Aahhh....Annaa..." Gantian Daneesh yang memekik karena tangannya di gigit Annabelle.
"Nah 'kan Pi, Rain kesakitan, pasti mereka sudah main tuh!" Adu Nathalie lagi saat mendengar suara putranya yang menjerit.
"Apa kecil lubangnya ya Pi? Kok Rain sampai bisa menjerit begitu? Papi dulu begitu tidak? Apa Rain yang ketuaan ya??" Tidak ingin melihat istrinya yang semakin aneh-aneh, Kaisar mengajak istrinya untuk masuk ke dalam kamar.
"Sudah yuk sayang, daripada kau menguping dan penasaran sama malam pertama mereka. Lebih baik kita juga main gajah-gajahan yuk! Sudah lama juga!"
Bugh!
"Ya Tuhan, sayang kau KDRT sih!"
"Kau ini Pi, sudah tua juga." Jawab Nathalie dengan muka memerah.
"Tapi kau suka minta bonus!"
"Dasar!" Nathalie pun akhirnya kembali ke kamar mereka karena mengiranya mereka sudah main gali-galian.
__ADS_1
Yah kalian tahu lah ya?!!
Padahal aslinya tidak begitu juga, bambang!
"Seharusnya tadi Rain kita kasih jamu kuat, Pi. Biar semakin jos!" Ujar Nathalie dengan senyuman manisnya.
Kaisar hanya bisa menghela nafas panjang, "sudah sayang, itu lagi yang di ingat. Tobat!"
Sudah berumur juga, tapi entah kenapa keromantisan Nathalie dan Kaisar semakin hari semakin menjadi.
Huh!
Disinilah Daneesh, melirik wajah istrinya.
"Annabelle Allaine, istrinya Daneesh. Ini sudah malam, bisa tidak debatnya kita sambut besok saja? Besok kau harus sekolah juga, bukan? Jangan takut kau diapakan olehku. Aku bukan tipe pria yang suka memaksa. Satu yang harus kau ingat, nafkah lahir itu penting, begitu pula dengan nafkah batin. Jadi jika kau belum siap aku akan menunggu! Tapi ingat jangan ada jarak diantara kita! Aku harap kau bisa mengerti, Anna."
Mendengar betapa lembutnya Daneesh yang bertutur kata padanya membuat hati Annabelle sedikit lebih tenang dan hangat.
"Sudah jika kau tidak mau aku tidur di sini, lebih baik aku tidur di ruang kerja saja. Mami dan Papi juga pastinya sudah tidur." Daneesh bersiap mengambil bantal dan melangkah turun dari ranjang.
Tangannya diraih oleh Annabelle, hatinya berdesir karena dia tidak sia-sia memberikan arahan kepada istrinya itu. Terbukti Anna yang menghentikannya.
"Disini saja Om, tapi jangan dekat-dekat dengan Anna ya! Jangan melewati batas guling ini. Maafkan Anna ya Om sudah melawan Om." Daneesh tersenyum pada istrinya.
"Ya sudah, tidur ya! Sini saya cium dulu keningnya." Anna pun menganggukkan kepalanya. Daneesh mendekat, mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
Cup!
"Selamat tidur istriku, Annabelle." Anna pun menganggukkan kepalanya dan menarik selimut sebatas dada.
"Selamat tidur juga, Om," Daneesh menunggu Anna hingga benar-benar tertidur, lalu dia pun kembali melihat Anna. Apakah istrinya itu sudah tertidur?
"Tidur yang lelap ya Ann, aku pun tidak mencintaimu, lebih tepatnya belum mencintaimu. Tapi saya harap rumah tangga kita selalu hangat setiap saat."
Daneesh pun membenarkan selimut sang istri kemudian ikut terlelap dengan tidur menyamping, melihat wajah polos istri kecilnya yang baru dia nikahi di gereja tadi.
[ To be continued ]
--------------------------------
Spoiler!!!
Daneesh menatap sang mami dengan kesal.
"Minum jamu kuat juga, Rain. Biar semakin jooss!!"
"Mi!!"
"Hahahaha!! Yu ah Pi, kita ke kamar lagi. Kita mandi bareng, sekali-kali coba dong Rain dengan istrimu. Hahahaha!!!" Selain suara tawanya yang menggelegar, tak lupa pundak Daneesh menjadi tempat pukulan sang mami.
Lagi-lagi dirinya ternistakan!
__ADS_1