Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 35 - Kau Tidak Bersyukur, Rainer Sturridge!


__ADS_3

"Apa maksudmu berbicara seperti itu? Kau ingin mengatakan pisah lagi? Iya? Kau sudah bosan denganku dan ingin menikmati kebebasanmu di luar sana dengan berkencan seperti si Bima itu lagi? Iya?" Bentak Daneesh.


"Iya!!! Aku akan berkencan dengan Bima atau dengan pria di luaran sana! Aku akan mencium mereka satu persatu! Puas kau hah!


Kau tidak berhak melakukan apapun, karena kau melakukan hal yang sama! Kau menerima si Flo itu menjadi sekretarismu hah! Kau! Kau pria tua yang tidak bersyukur dan tidak tahu diri!" Annabelle lantas menghempaskan kasar tangan Daneesh begitu saja.


Annabelle sudah sangat lelah menghadapi sikap Daneesh saat ini.


Sementara, Daneesh sendiri begitu terkejut saat istrinya membahas Flo yang bekerja di perusahaannya.


Tapi bukan menjadi sekretarisnya langsung, Flo hanya membantu menjadi asisten sekretarisnya saat ini, Mauren.


Tapi darimana istrinya tahu bahwa Daneesh menerima Flo? Bahkan dirinya belum mengatakan hal itu kepada Annabelle?


Dan berencana akan mengatakannya nanti.


Tapi itu semua tidak sesuai dengan perkiraannya!


"Anna! Tunggu! Kita masih harus berbicara!" Daneesh berlari mengejar sang istri. Namun, Kaisar dan Nathalie berdiri dengan menatap tajam putranya itu di depan pintu untuk menghalanginya.


"Mi, minggir dulu. Rain harus berbicara dengan Annabelle," ucap risau Daneesh.


"Mau bicara apa lagi hah! Kau tidak ada jera-jeranya jadi orang ya! Kenapa bisa kau menuduh Annabelle seperti itu! Mami tidak habis pikir!" Nathalie benar-benar kesal melihat sikap Daneesh.


Darimana sih sifatnya yang main enak sendiri ini?! Nathalie bingung tahu! Kaisar dan dirinya saja tidak ada tuh!


"Rain marah Mi, Rain marah karena Annabelle diam saja seperti itu saja. Rain marah karena istri Rain diam saja saat tangannya di sentuh pria lain. Wajar Rain marah, Mi. Rain suaminya, Rain tidak terima, Mi!" Nathalie tidak habis pikir dengan pemikiran putranya ini yang sudah kelewat batas.


Oh Gosh!


Apalagi yang Annabelle katakan tadi bahwa Daneesh menerima Flo sebagai sekretarisnya. Walau itu semua tidak sepenuhnya benar.


Karena Flo itu hanya sekretaris Mauren, dirinya hanya membantu sekretarisnya itu saja.


Tidak ada hubungannya dengan Daneesh secara personal!


Bukan yang Annabelle pikirkan!

__ADS_1


"Lalu apa kabar jika istrimu marah saat tahu kau bekerja bersama mantanmu itu hah!" Geram Kaisar melihat perilaku tidak baik putranya itu.


"Rain hanya bertemu dengan Flo, Pi. Papi, Rain hanya membantunya saja. Sebatas teman itu saja! Flo sudah tidak memiliki orang tua lagi! Dia sendirian! Dia hanya tinggal di kontrakan kecil, jadi Rain meminjamkan apartemen Rain. Sekalian buat ada yang mengurusnya!" Kaisar benar-benar geram.


Dirinya sangat menjunjung keterbukaan dan setia dalam sebuah hubungan, sama seperti almarhumah orang tuanya, Arabella dan Darius (Bukan daddy Annabelle, kalau lupa bisa baca di Novel Satu Malam Nathalie).


Bugh!


Daneesh terjatuh di lantai depan pintu utama rumah, Nathalie begitu terkejut melihat hal itu. Walaupun dirinya marah kepada putranya, tapi dirinya tidak berani sampai berbuat seperti itu.


"Bangun!"


Kaisar mencekal tangan istrinya yang hendak membantu putranya.


"Papi, kenapa menggunakan kekerasan..." lirih Nathalie.


"Bangun Daneesh!!"


Daneesh menyeka ujung bibirnya, walau usia Kaisar tidak lagi muda. Tapi tenaga pria itu melebihi Daneesh sendiri. Bibir pria itu berdarah.


Dengan perlahan, Daneesh berdiri seperti semula. Kepalanya tertunduk menatap lantai. Jika sudah seperti ini, pasti kesalahannya sudah fatal.


Hanya membantu Flo saja, apa itu tindakan salah?


Daneesh hanya tidak tega saja!


Apalagi wanita itu pernah menemani hidupnya di masa lalu.


Sumpah! Daneesh tidak ada perasaan apapun. Dirinya hanya mencintai Annabelle seorang.


"Dengarkan aku anak kurang ajar! Tidak ada pertemanan yang benar-benar tulus diantara pria dam wanita! Apalagi kau dan wanita itu pernah memiliki perasaan di masa lalu dan status kalian adalah mantan. Ingat Daneesh, MANTAN!" tekan Kaisar.


"Kau marah pada menantuku karena masalah sepele dan kau belum mendengarkan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi bagaimana dengan menantuku itu hah! Bagaimana perasaan saat suaminya sendiri diam-diam masih memperdulikan mantannya yang sewaktu-waktu dapat saja menjadi boomerang bagi hubungan kalian berdua!


Kau sudah dewasa, Daneesh. Harusnya disini yang lebih mengerti itu bukan Annabelle, tapi kau.


Tapi apa yang kamu lihat? Kau sangat egois! Kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri saja! Lalu, apa kabar dengan perasaan istrimu itu? Apa kau pernah bertanya hah!

__ADS_1


Kau tidak lebih dari pria pengecut!! Aku bahkan malu melihat kelakuanmu hari ini, sungguh luar biasa!


Lihat aku baik-baik, apa aku pernah berteman atau dekat dengan perempuan selain Mamimu hah! Tidak! Karena aku tahu betul bagaimana cara menjaga perasaannya tanpa harus dirinya katakan. Coba kau ingat-ingat! Apa aku pernah berdekatan dengan wanita lain dari kau bayi yang selalu kami manjakan dan rawat bersama hah! Kau pikir Daneesh!"


Kaisar kemudian masuk ke dalam rumah, meninggalkan istri dan putranya. Melihat bagaimana perlakuan dan ucapan putranya kepada Annabelle sungguh membuat Kaisar geram!


Apa dirinya pernah mengajarkan Daneesh seperti itu?


Apalagi saat putranya itu merendahkan seorang wanita baik-baik seperti Annabelle?


Walau Daneesh adalah putranya, tapi Kaisar lebih menyayangi Annabelle yang notabenenya sebagai menantu keluarga Sturridge daripada putranya sendiri.


"Hebat kau Rain! Mami tidak habis pikir denganmu itu! Apa kau mau membuat Mami mati hah! Mau darah tinggi Mami kumat lagi!"


Huh!


"Kau keterlaluan tahu, Rain! Apa kurangnya Annabelle kepadamu hah! Dia baik, polos, belajar untuk menjadi istrimu yang baik. Tapi apa hah! Kau malah menyakiti dirinya! Kau menyakiti Annabelle!" Nathalie sudah sangat emosi, bagaimana cara membuat Daneesh paham akan menyikapi perasaan seorang wanita.


Terlebih itu adalah istrinya sendiri.


"Apa Rain menyakiti istri Rain, Mi? Apa benar tangan Anna sakit karena Rain?" seketika rasa bersalah mulai hadir dalam diri pria itu.


Daneesh baru sadar jika tadi dirinya mencengkeram tangan sang istri dengan erat dan kasar.


"Maaf, Mi. Rain mau lihat istri Rain dulu." Daneesh buru-buru bergegas masuk, melewati sang mami.


"Baru sadar jika tangan istrimu terluka oleh dirimu sendiri hah! Kau benar-benar tidak bersyukur, Rainer Sturridge!" ucap pedas Nathalie. Kemudian berlalu masuk menyusul sang suami, melewati tubuh putranya yang membeku di ambang pintu setelah mendengar perkataannya barusan.


"Tidak bersyukur..." lirih Daneesh sesal.


[ To be continued ]


 


Spoiler!!


Huh!

__ADS_1


"Mamam tuh egois! Dasar pria tua!" Nathalie kemudian berlalu dari meja makan, meninggalkan Daneesh yang tertunduk diam dan Kaisar yang menghela nafas berat.


__ADS_2