Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 50 - Lantai 8 di Bioskop Daehan


__ADS_3

Sudah terhitung tiga hari dari makan malam bersama Aurora dan Langit. Kini Annabelle dan Daneesh sedang menikmati suasana kota ini sebelum esok hari terbang ke Indonesia.


Ya! Pulang ke alamnya masing-masing.


Berada di taman lantai 8 Bioskop Daehan. Daneesh dan istrinya dapat menikmati pemandangan kota yang indah, kedai kopi yang berjejer dengan unik, mawar dan lampu yang terang menambah kesan indah pada setiap bagian lokasi disana.


Seperti Annabelle ini, yang menikmati udara sepi dan malu-malu. Di Sky Rose Garden ini memang benar-benar paling menenangkan, wanita itu dapat melihat beberapa pasangan muda dan tua yang hilir mudik masuk dan keluar dari bioskop atau kafe yang ada di dalamnya.


"Bagaimana jika sekarang saja nontonnya sayang? Nanti kemalaman, Abang tidak ingin kau kelelahan!" ujar Daneesh.


Annabelle mengangguk, kemudian berjalan menuju tiker yang tidak jauh ada di dekat mereka.


Bioskop Daehan di Chungmoro itu terlihat sangat lenggang dari biasanya, memang karena ini adalah musim kerja. Otomatis tidak semua pasangan akan bersenang-senang ke sini. Hanya beberapa anak muda saja yang terlihat.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Daneesh dan Annabelle keluar dari bioskop. Walau sudah larut namun di luar sana, malam masih berisik. Tidak sedikitpun sebagian orang merasa terusik.


"Kau mau apa lagi sayang?" tanya Daneesh, memastikan kepuasan istrinya.


Annabelle menoleh ke kanan dan kiri, "Anna ingin lihat di tepi sana, Abang!" ujar Annabelle.


Kemudian tanpa banyak bicara, Daneesh menggiring lembut tangan istrinya. Menatap pemandangan malam yang begitu sangat indah.


Apalagi suara teriakan heboh Annabelle yang begitu keras, dimana dirinya dapat melihat Banpo Bridge Park, salah satu tempat wisata yang sangat populer karena kerapkali dijadikan latar lokasi drama Korea yang sering di tontonnya.


"Bang! Abang! Itu tuh! Anna pernah lihat di film?!!" Heboh Annabelle, membuat Daneesh sedikit kelimpungan dengan sikap istri tercintanya itu.


Annabelle dan Daneesh dapat melihat air mancur terpanjang di dunia, Air Mancur Rainbow Bridge Banpo. Apalagi saat dilihat malam hari seperti sekarang ini, air mancur itu diterangi oleh lampu LED dan menyemprotkan air ke sungai Han.


Indah sekali!


"Kau terlihat sangat cantik sekali jika tersenyum seperti ini!" mulai nih, Annabelle deg-degan kan!


Tidak tahu kenapa dan darimana sosok Daneesh yang begitu mesum, tukang rayu, dan pastinya buat jantung Annabelle tidak aman ini?

__ADS_1


"Gombal!"


Daneesh merapikan anak rambut istrinya, saat angin malam mulai berhembus. "Kau tahu sayang, aku sangat bersyukur memiliki dirimu. Jadi jangan pernah tinggalkan aku ya!" ujar Daneesh tiba-tiba.


Annabelle bergeming sejenak, kemudian memeluk tubuh suaminya.


Tidak tahu kenapa, mendengar ucapan sang suami. Annabelle tidak dapat menjanjikan apapun, ada rasa sakit dalam sisi lain hatinya yang tidak dapat dijabarkan secara logika.


Apalagi menatap bola mata indah Daneesh, Annabelle merasakan sesuatu yang terlihat sangat sakit. Tapi dirinya tidak tahu apa!


"Anna, sayang! Kau—"


"Abang! Anna mengantuk!" ujar manja Annabelle, memotong ucapan suaminya.


Daneesh tersenyum, kemudian mereka berjalan untuk pulang. Tidur dengan lelap supaya esok hari dapat bangun setelah malam berganti dengan suara senyap.


_________________


Hatiku sedikit kecewa saat perkataanku tidak kau jawab, tidak dapat kau janjikan. Hatiku, malam ini terasa gundah.


Tidak tahu, tidak tahu dengan gerangan isi hatiku. Rasanya seperti tercabik-cabik saat merasakan kebersamaan kita. Saat di Lantai 8 Bioskop Daehan, saat dimana aku memintamu untuk menjanjikan sesuatu. Aku sangat takut, tapi tidak tahu kenapa dan darimana rasa takut ini muncul.


Saat angin malam menerpa rambut-rambut halus dan cokelat milikmu, aku selalu ingin berdoa kepada Tuhan, semoga kita selalu bersama. Hidup dan mati dalam waktu yang tidak akan lama untuk berpisah dalam masa.


Jika tentang mati, maka aku berharap semoga matiku yang di ambil oleh Tuhan, jangan kau.


Aku akan menjadi sangat egois untuk itu.


Aku tidak sanggup merasakan sakitnya kehilanganmu, sebisaku kan ku jaga kau selalu.


Annabelle, istriku. Dalam pelipur malam ini, saat hati kita telah terikat di atas megahnya Namsan Tower. Aku ingin selalu mengatakan, jika aku sangat mencintaimu Annabelle.


Annabelle adalah hidupku, cintaku, dan separuh nyawaku!

__ADS_1


Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena ditempatkan pada hati dan posisi ini, dapat bertemu dengan istri yang selalu membuat jantungku hidup setiap saat, setiap aku memandang wajah dan hatimu.


Annabelle, aku sangat mencintaimu.


Aku mohon, berjanjilah untuk selalu ada dan mendampingi diriku ini.


Aku, Daneesh Rainer Sturridge.


_________________


Annabelle telah terlelap tidur setelah ditemani oleh suaminya, tapi Daneesh masih belum juga mengantuk. Alhasil, pria itu dengan telaten merapikan barang-barang mereka untuk pulang di hari esok.


Supaya tidak membuat istrinya kerepotan, Daneesh memasukkan hadiah untuk orang rumah yang telah di pilih oleh istrinya itu.


Hingga pandangannya tertuju pada kantong besar yang berisi selimut berwarna merah muda.


Daneesh mengerutkan keningnya, kapan dirinya membeli selimut ini? Apa Annabelle?


Hingga tidak ingin membuatnya penasaran, Daneesh membuka bungkusan itu.


Deg!


Bola mata Daneesh terkejut saat melihat goresan pena kain di sudut selimut itu, senyum merekah di bibirnya.


"Annabelle..." lirih Daneesh.


[ To be continued ]


 


Hai Hai Hai!!


Jangan lupa dukungan kalian semua reader's!! Like, komen, rating, dan follow akun author ya!!

__ADS_1


__ADS_2