Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 65 - Ice Cream for My Husband!


__ADS_3

Daneesh dan Annabelle, kini keduanya telah sampai di salah satu restoran terkenal di ibu kota. Kali ini Annabelle akan memakan masakan olahan seafood, tentunya bersam sang suami.


Daneesh memesan tempat VVIP, dirinya tidak ingin lagi di bincangkan seperti sebelumnya saat mereka makan bakso itu loh! Walau ujung-ujungnya enak sih karena taruhan dengan sang istri!


Tapi untuk malam ini, Daneesh ingin memberikan ketenangan tempat untuk sang istri, supaya makannya pun jadi khusyuk bukan?


"Ada lagi yang kau mau sayang?" tanya Daneesh setelah memesan dua porsi kepiting sedang dan ice cream sebagai desert. Annabelle melihat kembali menu di hadapannya.


"Anna mau yang pedas ekstra Bang!" ucap Annabelle membuat Daneesh melotot, apa-apaan istrinya ini hah! Bukankah sudah Daneesh bilang di perjalanan tadi jika tidak ada pedas-pedasan!


Tidak ada!


"Ingat kata Abang tadi!" peringat galak Daneesh. Mau sakit lagi apa? Terus juga kan Annabelle belum makan dari sore tadi!


Huh!


Annabelle mengangguk, bisa apa jika Daneesh sudah seperti ini. Walaupun mau banget sih, tapi jangan sampai dirinya sakit lagi! Apalagi tuh membuat Nathalie, mami kesayangan khawatir.


"Lasagna saja deh Bang!" pesan Annabelle tambah, Daneesh pun setuju.


"Mohon di tunggu Tuan, Nona. Kami akan segera menyiapkan pesanan kalian." ucap salah satu waiters saat mereka sedang melayani Annabelle dan suaminya.


Daneesh mengangguk, kedua pelayan itu kemudian pergi untuk mempersiapkan pesanannya.


"Kau sudah pilih mau bimbel di mana sayang?" buka suara Daneesh, mengingat sang istri yang akan ujian, kemarin dirinya dengan senang hati memberikan beberapa pilihan tempat bimbel untuk sang istri.


Daneesh sangat mendukung penuh atas pendidikan sang istri. Jika Annabelle mau, dirinya akan mendampingi sang istri hingga jenjang master kalau perlu.


"Di Welcome Bimbel saja Bang! Dekat dengan rumah juga, jadi bisa di antar dengan Mami!" Daneesh mengangguk. Jika itu keputusan Annabelle, dengan sepenuh percaya pun Daneesh menyetujuinya.


Tinggal dirinya saja yang mengurus segala berkas untuk pendaftaran, Daneesh akan mengusahakan yang terbaik supaya istrinya itu dapat masuk ke universitas dan fakultas yang di impikannya.

__ADS_1


"Bang, Anna pinjam ponsel!" Daneesh tanpa banyak bicara memberikan ponsel miliknya, apalagi dirinya tahu jika saat seperti ini nih sungguh membosankan, apalagi Annabelle juga tidak membawa ponsel miliknya.


Gara-gara terburu-buru tadi!


"Anna pinjam ya, mau nonton drakor!" Daneesh terkekeh, dilihatnya sang istri yang tengah asik menonton drakor. Memang, Daneesh pun sengaja mendownload dan menyediakan layanan VIP di ponselnya, supaya seperti sekarang ini!


Lima belas menit berlalu, pesanan kepiting, lasagna, dan ice cream telah sampai. Aromanya sungguh sangat menggugah selera Annabelle maupun Daneesh.


Keduanya makan dalam diam, sesekali Daneesh mengusap ujung bibir Annabelle yang terkena bumbu kepiting.


"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang akan ambil kok!" ucap Daneesh mengingatkan. Annabelle mengangguk, tersenyum manis kepada suaminya.


"Bang, Anna kenyang!" lirih Annabelle menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Satu porsi kepiting dan lasagna sudah hilang berpindah pada perut Annabelle. Wajar jika istrinya itu kekenyangan.


Daneesh lagi-lagi terkekeh, gemas sekali sih istrinya ini!


Mau Daneesh gigit boleh tidak sih?


"Sepertinya Anna mau lahiran deh Bang!" Ucap Annabelle mengusap perutnya yang sedikit mengembung karena terisi penuh.


"Itu ice creamnya masih ada loh sayang!" ucap Daneesh saat melihat ice cream yang belum tersentuh sama sekali.


"Abang saja! Anna kenyang!"


Demi apa! Daneesh tidak pernah memakan ice cream semenjak menjadi pola hidup sehatnya loh, seingat dirinya terakhir kali Daneesh makan ice cream waktu umur kecil, sekitar sepuluh tahunan deh!


"Abang tidak suka ice cream sayang!" jawab Daneesh, menolah halus. Apalagi ice cream kurang cocok di lihat oleh orang pencinta kopi. Seperti Daneesh ini contohnya.


Terlalu manis!


"Terus siapa yang makan dong! Kan sayang kalau di buang!"

__ADS_1


"Biarkan saja!" Netra Annabelle melotot mendengar ucapan suaminya. "Sayang loh, Bang!" Annabelle tidak terima, walaupun uang Daneesh banyak tapi sayanglah, apalagi dari dulu Annabelle seringkali berhemat saat belum menikah dengan Daneesh.


Daneesh terdiam, "terus bagaimana? Abang tidak suka dan kau kenyang?" tanyanya polos.


Annabelle membuang wajah kesal, tidak rasa sekali sih suaminya ini! Mengerti dong perasaan wanita!


"Intinya, Abang harus habiskan ice cream ini!" Annabelle berujar dengan nada perintah.


"Abang tidak suka, sayang! Kau tahu sen—"


"Aku tidak mau tahu, Abang harus makan ice creamnya!" potong cepat Annabelle.


Wajah Daneesh gusar, "sayang, Abang tida—"


"Jadi Abang tidak mau makan ice creamnya?" tanya Annabelle dengan mata berkaca-kaca. "Abang kenapa begitu sih! Abang tidak sayang lagi sama Anna? Atau lebih sayang sama si tante-tante itu? Anna cuma mau minta Abang habiskan!"


Tuh kan! Bawa-bawa mantan lagi! Daneesh pusing dengan sikap Annabelle ini, tapi karena kesabarannya sudah tebal jadi tidak masalah lah!


Hah!


"Iya, sayang. Sini biar Abang yang habiskan ice creamnya!!" Annabelle dengan senyum cerah memberikan ice cream di tangannya pada sang suami.


Ice cream for My Husband!


Daneesh dengan ragu mulai memasukkan satu sendok ice cream, dahinya mengernyit saya merasakan ice cream yang lumer dan pastinya sangat manis bagi lidahnya itu. "Sudah puas sayang?" tanyanya sabar.


"Ya Tuhan! I dislike!" pekik Daneesh dalam hati. Kalau bukan istrinya ini, sampai kapanpun Daneesh tidak akan pernah memakan ice cream seperti ini lagi!


[ To be continued ]


Spoiler!

__ADS_1


Seluruh penjuru kediaman Sturridge heboh, terutama Nathalie dari hari menjelang pagi.


"Annabelle!!!"


__ADS_2