
Ups, masih warning!! (+18)
_____________________________________
"Bisa Abang bergerak sekarang?"
Suara lembut Daneesh membuat Annabelle terlena, belum lagi rem4san pria itu yang masih terus menggoda bukit kem b4r milik Annabelle, semakin membuatnya hilang akal.
Annabelle mengangguk, seraya dengan gerakan dari dirinya.
"Bukan seperti itu sayang, biar Abang yang kerja. Kau diam dan nikmati saja," bisik Daneesh.
"Ahβ"
Daneesh tidak memberikan Annabelle kesempatan untuk bicara, gerakan pria itu semakin cepat dengan suara syahdu Annabelle.
Ini nikmat! Sangat nikmat!
Daneesh harus menahan diri untuk tidak keluar di menit awal mereka menyatu. Annabelle sungguh sangat di luar batas wajar.
Setiap gesekan yang ditimbulkan membuat pria diatas tubuh Annabelle itu menjadi hilang akal.
Goddamn!
Daneesh hampir gila! Dirinya rela mati untuk dapat merasakan lagi nikmatnya milik istri kecilnya itu.
Ya walau usia si doi hampir berusia sembilan belas tahun, tapi karena postur tubuh Annabelle yang kecil imut membuat itu tidak seimbang.
Tapi tidak masalah, bukankah saat ini Daneesh hanya perlu menikmatinya? Dirinya bebas bukan?
"Bagaimanah, kau...bisa senikmat ini sayangh!!" germa Daneesh.
Di sisi lainnya, Annabelle yang mendapat siksaan nikmat dari sang suami begitu sangat kewalahan. Bukan hanya pada area bawahnya saja, tapi bagian da da membuat Annabelle mau tidak mau terus mengalunkan suara syahdu dengan keras.
Untung saja Nathalie dan Kaisar tidak ada di rumah, mereka berdua malam ini sedang pergi ke London untuk menemui sang adik, Athena dan Faiz karena merayakan pertunangan Izal esok hari.
Annabelle dan Daneesh sendiri tidak dapat datang karena gadis itu masih sekolah, belum lagi Daneesh masih memiliki beberapa kerjaan di kantor.
"Bangg..."
"Jangan sayang! Jangan cengkram milik Abang seperti itu! Abang belum mau datang!!!" Daneesh mendongak, matanya terpejam saat merasakan cengkraman kuat milik Annabelle.
Sampai akhirnya di detik-detik berikutnya itu, Daneesh dan Annabelle tidak dapat menahan gejolak yang meledak bersamaan.
Brugh!
Daneesh ambruk di atas tubuh polos Annabelle, nafas keduanya masih tersengal-sengal. Saling menggebu satu sama lain.
__ADS_1
"Lelah sayang?" erotis Daneesh. Tanpa perlu bertanya pun dirinya tahu jika sang istri kelelahan.
"Bang, Anna lelah!" keluh Annabelle jujur. Rasanya seluruh tubuhnya remuk redam walaupun rasa puas Annabelle rasakan usai percintaan mereka.
Cup!
"Thank you, Annabelle, my wife!" bisik Daneesh lembut, mengecup kening Annabelle lama. Kemudian berbaring di sebelah sisinya.
Tubuhnya menyamping, menatap wajah peluh Annabelle.
"Kamu menggemaskan sekali sih, pantas Mami sayang sekali kepadamu. Anang jadi ingin memakanm lagi," kali ini pipi Annabelle yang jadi korban gigitan Daneesh.
Annabelle tidak mengenali pria itu lagi, kenapa Daneesh menjadi seperti ini?
"Kalau begitu nanti kita coba gaya baru ya," ucap Daneesh, tangannya kini memainkan bukit kembar identik Annabelle.
Lembut, mungkin ini adalah mainan baru Daneesh kedepannya.
"Memang ada gaya lain, Bang?" tanya Annabelle. Buru-buru Daneesh mengangguk semangat empat lima.
"Banyak sayang, kau mau mencobanya?" tawar Daneesh yang langsung dibalas gelengan oleh sang empu.
"Anna lelah, Bang!"
"Sekali lagi ya sayang?" bujuk Daneesh mencoba peruntungan.
"Bang, Annβ"
"ABANG!!!" Teriak Annabelle.
Tanpa aba-aba, pria tua itu sudah memasukkan kembali miliknya, membuat Annabelle kewalahan seketika.
"Ah!! Anna!!!" Daneesh mengerang merasakan cengkraman nikmat haus milik Annabelle. Dirinya semakin mempercepat tempo ketika sadar sebentar lagi akan mencapai puncaknya.
"Banggghhh!" er4ng Annabelle ketika puncak itu sampai, tidak lama disusul oleh Daneesh. Dan ini adalah malam pertama si Om Daneesh dan si manja Annabelle.
Jadi, mari kita tinggalkan saja perbuatan mereka yang sedang menikmati malam indah untuk keduanya, khususnya Daneesh yang sudah hampir karatan tiga puluh dua tahun.
Lalu, bagaimana denganmu?
πππ
Peringatan keras!
Dosa ditanggung masing-masing!
πππ
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Rainer, Nath?" wanita cantik dengan riasan tipis itu menatap sang adik ipar dengan penasaran.
"Yah biasa, mulai senang bocah itu! Aku juga tidak tahu darimana sifat gengsinya itu! Perasaan Kaisar tidak begitu tahu, Kak!" terang Nathalie, menoleh sekilas pada Athena yang sedang bergosip ria.
"Iya sih, beda sekali dengan Izal tahu Nath, putraku itu pria cap kadal! Playboy-nya minta ampun! Apalagi ini di London, berbeda dengan budaya Indonesia.
Untung saja dia menurut! Aku sengaja menyuruh Daddy Izal untuk menyewa penjaga khusus yang mengikutinya, takut bermain wanita atau segalanya. Ah! Pusing aku tuh!" ujar Athena.
Annabelle melongo. Seketika pikirannya melayang, apa Daneesh sudah melakukan itu dengan istrinya? Seketika rasa penasaran tinggi mulai muncul, dirinya yang baru saja sampai empat jam lalu itu kini ingin pulang dan bertemu dengan sang anak.
Apalagi Daneesh 'kan sudah tua!, pikir Nathalie.
"Harus tuh Kak! Kalau Izal berani main-main, biar aku saja yang menggampar pantatnya menggunakan sapu ajaibku! Seperti si Daneesh itu!" jawab Nathalie menggebu.
Mata Athena seketika terkesiap, "eh, jangan! Kau tidak ingat putraku sampai menangis kejer saat dulu kau pukul pantatnya dengan Daneesh, kalau tidak salah waktu mereka berdua coba-coba merokok bukan sih?" ingat Athena.
"Nah, itu! Supaya jera!"
Athena tersenyum geli, memang sih. Daripada Izal takut kepadanya dan Faiz, putranya itu lebih takut kepada Nathalie.
Mami dari Daneesh itu mampu membuat putranya menangis meraung-raung saat dulu, pantas saja jika menyangkut nama Nathalie. Izal akan terdiam.
Membayangkan masa lalu kadang membuat dirinya senyum-senyum sendiri, apalagi menyangkut purtra tercintanya.
"Kau berapa lama di sini? Sayang Rainer dan Anna tidak ikut!"
"Aku akan pulang dua hari lagi, setelah acara selesai Kak. Aku rindu menantu kesayanganku." ujar Nathalie.
"Iya, si yang paling punya menantu muda. Calon Izal pun berasal dari Indonesia juga lho, Nath! Tapi sayang, belum datang!" Athena menyeruput teh dihadapannya.
"Wah, aku jadi tidak sabar! Lama sih, atau memang aku yang kepagian?"
"Iyalah, masih dua jam lagi!" jawab Athena yang dibalas cengiran Nathalie.
Dua emak-emak somplak begini da!
[ To be continued ]
Β
--------------------------------
Spoiler!!
Huh!
Tapi tetap saja, Annabelle kecewa dan sedih. Seharusnya Daneesh, sang suami tidak melakukan hal ini kepadanya!
__ADS_1