
Ciuman yang dilakukan oleh Daneesh kepada istrinya yang telah sah di mata hukum, agama, dan negara itu berlangsung lama.
Keduanya masih memejamkan mata, meresapi setiap lum4tan dari masing-masing pihak. Saling menikmati satu sama lain.
Plup!
Setelah dua bibir itu terlepas. Suasana di dalam mobil menjadi sangat canggung, malu anjir!
Daneesh maupun Annabelle begitu malu akan apa yang telah mereka lakukan. Daneesh sendiri yang melihat istrinya malu dan salah tingkah itu mau tak mau harus bersikap dewasa nih! Walaupun dirinya kikuk sendiri!
Annabelle yang masih terduduk diatas pangkuan sang suami dengan wajah tertunduk itu membuat Daneesh tersenyum.
Dinaikkan dagu istrinya itu, lalu tersenyum lebar.
Sang istri yang melihat senyuman Daneesh itu pun ikut tersenyum. Rasanya ingin ngakak sendiri, tapi mau bagaimana lah! Senyum malu-malu meong, hahahaha!!!
"Kenapa malu?" Daneesh dengan suara lembut itu menatap mata gadisnya.
Di mata Daneesh, wajah malu-malu meong Annabelle begitu sangat menggemaskan baginya. "Ih, Om! Jangan dilihat seperti itu! Aku malu!!!!" Daneesh memejamkan mata saat Annabelle memeluk lehernya, membenamkan seluruh wajah cantik itu dileher Daneesh. Nafas Annabelle kecilnya yang menerpa kulit leher pria itu membuat situasi keluar jalur aman.
"Jangan malu, Anna. Aku suamimu dan kau istriku, lalu apa salahnya hmm? Menurutku itu sah-sah saja, dan termasuk hal yang biasa." Mata Annabelle seketika memicing tajam.
Apa katanya tadi? Hal yang harus saja terjadi adalah hal yang biasa? Apa pria itu ini pernah melakukannya dengan wanita lain?
Tapi tidak mungkin jika Daneesh belum memiliki kekasih! Pria itu adalah pria yang tampan dan gagah plus kaya raya.
Annabelle saja hampir tergoda!
Annabelle akan mulai belajar menerima status dirinya sebagai istri Daneesh Rainer Sturridge, seperti apa yang diminta oleh suaminya itu.
Ya, walau usianya masih muda. Belum lulus sekolah pula! Tapi tidak masalah bukan? Selagi dirinya berkeinginan untuk belajar. Niat awal yang baik.
Belajar menjadi seorang wanita dan istri seutuhnya untuk Daneesh.
"Bisa kita akhiri posisi ini? Ini membuat jantungku tidak aman, Anna! Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri." Ujar Daneesh.
Annabelle melirik wajah suaminya, dirinya tidak mengerti apa yang dimaksud Daneesh. Jantung tidak aman? Apa ada masalah dengan jantung suaminya? Apa Daneesh memiliki riwayat sakit jantung, Annabelle memaklumi hal itu karena Daneesh sudah tua, bukan? Hehehe...
"Kau tidak berpikir jika aku memiliki penyakit jantung, bukan?" Annabelle hanya mengangguk karena itu benar apa adanya, seperti yang dipikirkan Annabelle.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak Anna. Puji Tuhan aku sehat lahir batin jasmani rohani. Aku tidak memiliki penyakit apapun termasuk jantung seperti apa yang kau pikirkan," elak Daneesh memberitahu istrinya.
"Jadi kalau tidak sakit jantung, Om sakit apa? Bukankah Om tadi bilang tidak baik untuk jantung Om? Jadi sakit apa kalau bukan sakit jantung?" tanya Annabelle begitu polosnya.
Haduh istrinya Daneesh!
Annabelle benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Daneesh, karena dia memang sepolos itu.
Huh!
"Annabelle, istriku. Yang aku maksudkan itu bukan penyakit jantung, tapi kerja jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya karena posisi int1m kita!
Bahkan kau juga menduduki aset milikku yang bisa saja bangun secara tiba-tiba lalu membuat dirimu hamil, bagaimana jika dia terbangun dan meminta untuk memasuki sarangnya? Apa kau siap?"
__ADS_1
Annabelle terdiam cukup lama. Masih mencerna dan menyerap apa yang dikatakan oleh suaminya, hingga saat jawaban itu ditemukan. Annabelle lantas duduk pada posisi awal.
Malu!
Dirinya benar-benar malu!
"Sudah, jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kita turun, aku akan meeting sebentar lagi. Jadi kau harus menunggu di ruanganku, dan pesan makanan sepuasnya," Annabelle pun mengangguk.
Bruk!
Mereka keluar dari mobil, dan tanpa di duga tangan Daneesh digenggam oleh tangan kecil istrinya.
Aneh, tapi saat Annabelle melihat senyuman sang suami membuat hatinya pun senang.
Annabelle tidak akan pernah peduli akan komentar orang lain, yang terpenting dirinya dapat menjadi istri yang baik untuk Daneesh.
"Kau harus tersenyum jika ada yang menyapamu, karena kau istriku. Kau akan dinilai oleh para karyawan, jadi aku harap kau dapat bijak menyikapi sesuatu." Sekali lagi Annabelle hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Benar saja, beberapa karyawan menatap aneh keduanya. Daneesh berhenti sejenak dan memberikan kabar bahagia itu.
Kabar bahagia bahwa dirinya bukan jomblo ngenes lagi, dirinya sudah menikah dan inilah istrinya saat ini dan selamanya.
"Perkenalkan semuanya, ini adalah Annabelle Allaine Sturridge. Dia adalah istriku. Jadi kalian harus menghargai dan menghormati dirinya seperti kalian menghargai dan menghormati diriku karena kedudukan kita sama.
Jika ada sesuatu hal yang tidak menyenangkan dari istriku, kalian bisa bicarakan langsung padaku, jangan pernah mengomentari atau menghina istriku. Kalian paham?"
Karyawan Daneesh hanya bisa menjawab iya dan menuruti arahan sang atasan. Bagaimanapun mereka bekerja dan bernaung dibawah kekuasaan Daneesh, sang bos baru yang beberapa hari lalu menggantikan posisi Kaisar.
Ya walaupun diantara mereka merasa aneh, kenapa bisa usia Daneesh yang mereka tahu berkepala tiga itu menikah dengan anak yang masih memakai seragam SMA.
Tapi itu bukan urusan mereka, mungkin saja jodohnya. Mau bagaimana lagi? Mereka hanya berkerja dengan baik dan mendapatkan upah atas apa yang mereka kerjakan. Itu saja.
Kini kedua pasangan suami istri itu memasuki lift untuk menuju ruangan Daneesh.
"Tenang saja, mereka semua baik dan tidak akan ada yang menyakitimu." Annabelle lagi-lagi hanya mengangguk. Keduanya kini telah sampai di lantai ruangan kerja Daneesh, ruangan yang menurut Annabelle sangat luas dan cantik bersih dan mewah.
Sungguh berkelas!
"Sekarang kau duduk di sini, sana tunggu aku selesai meeting. Aku meeting hanya sebentar saja dan kau bisa memesan makanan dulu dari ponsel mu, terserah mau makan apa. Lalu bayarnya mau cash atau saldo dana? Itu terserah maumu. Aku akan mengisikannya," ujar Daneesh.
"Aku pakai uang cash saja Om, kalau pakai begituan serasa orang kaya tahu!" Daneesh hanya tersenyum menanggapi tingkah Annabelle.
Annabelle dengan segala keunikannya, itulah yang menjadi salah satu hal yang disukai Daneesh. Annabelle sangat sederhana seperti sang mami, Nathalie.
"Aku tinggal dulu ya, kalau bosan cari aku saja di ruang meeting nanti. Kau bebas melakukan apapun di sini sekarang, karena kau istriku, Anna."
"Ciumannya mana?" Pinta Annabelle tiba-tiba dengan gaya manjanya.
Daneesh sendiri yang melihat tingkah manja sang istri membuat dirinya begitu bahagia. Sesederhana inilah hidup bersama dengan Annabelle?
Setelahnya, Daneesh melabuhkan sebuah ciuman sekilas kepada bibir Annabelle. Kemudian dirinya mengusap lembut rambut coklat halus itu, dan menambahkan kecupan di kening Annabelle. Membuat hati Annabelle seperti disiram air hangat.
Dirinya meras begitu disayang oleh sang suami.
__ADS_1
Ah Daneesh, kau suami idaman!
"Aku keluar dulu ya, kalau kau merasa tidak nyaman dengan pakaian seragammu, kau bisa membelinya langsung menggunakan ponsel. Takutnya kau tidak nyaman saat ini, jangan lupa minum air putih, jangan minum boba terus. Kau harus jaga kesehatan Annabelle, ingat ya!"
"Ya, Om! Bawel sih! Aku tahu!" ujar Annabelle.
"Aku bukan bawel, Anna. Aku—" ucapan Daneesh terpotong oleh perkataan sang istri.
"Iya, iya. Sudah tahu Om, aku seperti ini karena aku perhatian terhadapmu Anna, itu 'kan?"
Huh!
"Ya sudah jika kau mengerti, aku pergi ke ruangan meeting dulu sebentar."
"Iya, suamiku." Jawab Annabelle kepada suaminya, sedangkan Daneesh sendiri hanya senyum mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya.
Suamiku, batinnya. Kemudian Daneesh keluar dari ruang kerjanya.
Bahagia itu sederhana, bagaimana kita menciptakan kata bahagia itu.
Bahagia Daneesh sesederhana bahagia Annabelle, betul bukan apa yang dikatakan oleh sang mami, Nathalie saat malam sebelum pernikahannya dengan Annabelle?
Gadis itu adalah gadis langka yang baru dan menjadi milik Daneesh seorang.
Ah, betapa indahnya hidup ini!
Daneesh hanya berharap dan berdoa, semoga pernikahan ini adalah pernikahan dirinya yang pertama dan terakhir, hingga maut memisahkan.
Mungkin benih-benih cinta itu kini telah tumbuh subur dihatinya, lalu bagaimana dengan sang istri. Apa gadis itu merasakan apa yang Daneesh rasakan?
Walau Annabelle bukan cinta pertamanya karena hal itu telah di isi oleh Flo, tapi Daneesh berharap bahwa Annabelle adalah cinta sejati, sehidup semati.
Oh, Babang Daneesh!
[ To be continued ]
Spoiler!!!
Annabelle menahan amarahnya. "Dasar pelakor!"
Brugh!
Gadis itu melemparkan minuman boba
yang tengah dipegangnya ke baju yang dikenakan Flo.
....
Annabelle berhasil menampar wajah suaminya.
Plak!
__ADS_1
"Anna, buka! Anna, maafkan aku!" Daneesh pun memilih untuk berlari tergopoh-gopoh memasuki lift kedua di sampingnya, dia harus mengejar istri kecilnya itu.