Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 13 - SMA Atlantis


__ADS_3

Ting!


Pesan kedua lagi-lagi hanya di baca oleh Annabelle. Hingga terdengar panggilan masuk di ponselnya.


Tut!


Tut!


Om Daneesh


Anna, kau marah padaku? Kenapa tidak membalas pesan yang aku kirimkan? Hanya membacanya saja? Lalu telepon pun kau tidak di angkat? Apa kau sedang sibuk?


Daneesh kembali bertanya kepada sang istri. Annabelle yang berada di dalam kelas pun terpaksa keluar untuk menunggu pesanan suaminya itu. Kemudian ketika dirinya berada di dekat gerbang, baru Annabelle mengangkat panggilan telepon itu.


"Halo, Ann."


"Halo," Daneesh tahu jika istrinya saat ini masih kesal karena kejadian di dalam mobil tadi. Semenjak menjadi seorang suami bagi Annabelle, dirinya selalu berusaha untuk dapat memahami semua hal tentang perasaan wanita.


Seperti saat ini contohnya.


"Kau marah padaku gara-gara aku tidak mengizinkan memakan gorengan hmm?" Daneesh mencoba bertanya kepada sang istri walau dirinya tahu apa yang menjadi sabab musabab.


"Anna..." Panggil lagi Daneesh.


"Kenapa sih Om? Memang salah makan gorengan? Mommy saja tidak pernah marah lho kalau Anna makan gorengan. Tapi kenapa Om marah? Lebai banget sih!"


Deg!


Hati Daneesh sedikit tersentil oleh perkataan yang terlontar dari mulut istrinya. Dirinya hanya bermaksud baik lho! Bukan apa-apa, tapi bagaimana jika gorengan itu adalah gorengan yang beberapa hari lalu masih di panaskan? Lalu bagaimana minyaknya? Apa rendah atau tinggi kalori?


Bukankan? Pastinya banyak lemak jahat juga! Kotor bisa saja!


"Apa aku lebai? Apa rasa khawatir pada istri sendiri itu dianggap lebai? Jika benar maka aku minta maaf padamu. Aku hanya ingin memastikan kesehatan Istriku terjamin sehat. Tidak ada maksud mengekang atau membatasi apapun. Tapi jika kau menganggap lebai, maka aku minta maaf."


Deg!


Hati Annabelle merasa tidak enak dengan apa yang dilakukannya terhadap Daneesh.


Pantaskah dia berbicara sekasar ini?


"Om, maksudku bukan seperti itu. Aku hanya—"


"Ya sudah aku tutup dulu! Sudah sampaikan makanannya? Aku harap kau suka, aku pesankan kau daging sapi panggang. Jika kau tidak suka jangan di makan. Berikan saja pada satpam atau temanmu yang lain, di buang juga tidak masalah."


Tut!


Daneesh meras tidak dihargai sedikitpun oleh istrinya itu. Helaan nafas panjang terdengar dengan beberapa pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


Annabelle masih kecil dan harus terpaksa menikah dengannya bukan? Lagipula benar apa yang dikatakan oleh maminya bahwa dia jauh lebih dewasa.

__ADS_1


Jadi dia yang harus bisa mengerti Annabelle, bukan begitu?


"Om, kenaoa di matikan? Om?" Annabelle kembali memanggil Daneesh namun sambungan telepon itu sudah terputus secara sepihak.


Anna pun meminta maaf kepada suaminya itu, walau pesannya tidak dibuka dan dibaca oleh Daneesh.


Hanya cekllis dua saja, tanpa berubah menjadi biru atau ada balasan.


Anna merasa bersalah. Dirinya paham bahwa pasti sang suami mengkhawatirkannya. Tapi apa yang suaminya dapatkan?


Annabelle merasa dirinya tidak sadar diri.


Yah memang benar!


Hah!


Karena tidak ada balasan dari Daneesh, Annabelle pun memilih kembali ke kelasnya. Di perjalanan dirinya di hadang oleh Ruina.


Annabelle yang tidak dalam mood baik pun lebih mengabaikan gadis itu.


Tapi bukan Ruina namanya jika dia tidak mencari gara-gara dengan Annabelle dan teman-temannya. Saat melihat box makanan di tangan Annabelle, dirinya dengan sengaja membuat box itu jatuh.


Bukan jatuh saja, tapi berserakan di lantai!


Annabelle tercengang saat melihat box makanan miliknya, lebih-lebih itu adalah pemberian Daneesh jatuh berceceran. Dia sedang ada masalah dengan Daneesh dan Ruina memancing emosinya.


Annabelle pun langsung mendorong dan menjambak rambut sang empu, Ruina dengan brutal.


"Aku sudah diam saja selama ini denganmu ya! Tapi kau terus saja menggangguku!!"


"Lepas!! Ahhhh, si4lan lepas!!!" Awalnya hanya Annabelle yang melihat pertengkaran ini, tapi teman-teman dari pihak Ruina berdatangan. Tidak lupa juga Alice dan Liam yang melihat sahabat mereka seperti itu langsung on the way masuk ke dalam lapangan gulat.


Hingga guru BK SMA Atlantis, Mrs. Angelina datang melerai mereka.


Daneesh yang mendapatkan kabar dari Annabelle jika harus datang ke sekolah pun langsung melaju kencang dengan mobilnya.


"Apalagi yang kau lakukan Annabelle?" Gumam Daneesh yang langsung memarkirkan mobilnya di halaman sekolah.


Di depan gerbang sekolah, dirinya dikejutkan dengan sosok wanita berbaju putih, lusuh, dengan rambut panjang yang menjuntai sepinggang, wajahnya begitu amat sangat sangat membantu Daneesh yang keluar dari dalam mobil tuh berdigik ngeri.


"Annabelle? Apa yang terjadi Ann? Kenapa kau berantakan seperti ini?" Tanya Daneesh langsung menghampiri sang istri dns merapikan rambutnya.


Bahkan ada bekas cakaran di dagu dan leher Annabelle!


Apa sang istri sedang bergulat?


"Anna, ini kenapa? Siapa yang melakukan ini padamu? Kasih tahu padaku?" Tanya Daneesh lagi.


Melihat kekhawatiran yang ditunjukkan oleh Daneesh membuat Annabelle lantas memeluk tubuh tegap suaminya. Menangis lah Annabelle tersedu-sedu.

__ADS_1


Melihat istrinya yang seperti ini, membuat hati Daneesh ikut merasakan kesedihan pula.


Yo wes lah!


"Makan siang Anna jatuh, bukan karena tidak sengaja, tapi karena di sengaja oleh Ruina, Om! Bukannya minta maaf dia malah injak-injak makanan itu! Anna tidak terima! Anna tonjok wajahnya! Anna jambak rambutnya!


Tapi Anna malah dikeroyok dengan teman-temannya! Anna


juga di marahin kepala sekolah! Mentang-mentang Ruina anak orang kaya, jadi Anna yang di salah-salah Om!"


Pengaduan dari istrinya membuat Daneesh emosi. Dia benar-benar tidak bisa terima ini semua!


"Maaf, makan siangnya jatuh Om, tidak bisa Anna makan... Huaaaa!!!" Tangis Annabelle semakin kencang dengan pelukan yang semakin erat.


Baju kemera Daneesh pun sudah basah oleh air mata sang istri dan sedikit ingus yang dihasilkan. Tapi dirinya tak masalah, selagi Annabelle bisa tenang dan nyaman di dekapannya.


Uww, so sweet banget Daneesh!!


Ingat dulu waktu masih kecilnya itu lho, waktu di ejek sama Papi Kai karena masalah temen perempuannya Rainer kecil.


Yang belum baca bisa di lihat dulu di Novel Satu Malam Nathalie, reader's!!


Daneesh pun yang mendengar suara tangis yang begitu menyedihkan membuatnya turut membalas pelukan tersebut.


Di sisi lain, Liam dan Alice yang melihat Anna berpelukan dengan seorang pria yang tak asing bagi mereka pun menatap curiga.


"Itu gubernur itu bukan sich, Al?" Nada gemulai dari Liam membuat Alice bergidik lantas menganggukkan kepalanya bahwa itu benar.


Gubernur Muda Daneesh!


Apa ada hubungan rahasia teman mereka dengan gubernur itu?


Liam dan Alice saling melirik pada sepasang suami istri yang mereka tak ketahui statusnya itu. Mereka tengah berpikir apa hubungan mereka?


Sampai akhirnya saat mereka mendengar ucapan dari si gubenur itu membuat mereka bak di sambar petir siang bolong.


"Aku suamimu Ann, aku tidak akan membiarkan dirimu dihina seperti ini. Jika mereka salah, mereka harus meminta maaf kepadamu, kau itu istriku. Istri Daneesh Rainer Sturridge! Jadi jangan takut dengan apapun di dunia ini!" Daneesh mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya.


[ To be continued ]


 


Spoiler!!!


"Anna! Aku minta maaf, aku tidak bermaksud begitu."


"Bodoh!" Annabelle melewati teman-temannya begitu saja. Liam dan Alice tidak percaya dengan pasangan suami istri tersebut.


"Si4l!" Gumam Daneesh pelan..

__ADS_1


__ADS_2