
Suami Annabelle itu keluar dari dalam kamarnya, meninggalkan istrinya yang masih tertidur pulas karena pergulatan panas semalam.
Apalagi dirinya minta bonus tajam tiga pagi tadi, membuat Annabelle angkat tangan.
Daneesh masuk ke dalam ruang gym untuk berolahraga sebentar, tapi dirinya terkejut bukan main saat melihat sang papi, Kaisar sudah ada di sana yang tengah berolahraga terlebih dahulu.
Tumben!
Biasanya papinya itu tidak pernah berolahraga pagi hari deh!
Lalu dimana pawangnya?
Bukankah mereka suka bersama-sama ya kemanapun juga?
Kaisar yang sadar akan tatapan putranya pun hanya tersenyum kecut. "Biasa dong lihatnya! Begitu amat!"
Daneesh mulai menghidupkan treadmill, dirinya kali ini tidak akan berolahraga berat, cukup semalam aja. Hehehe!
"Tidak! Rainer hanya aneh saja melihat Papi olahraga! Biasanya 'kan pagi-pagi masih di kamar mandi dengan Mami!" Kaisar yang mendengar ucapan putranya pun hanya mendengus kesal, sudah hancur nih moodnya, hah!
"Terserah lah! Bukannya sepertimu ya, istri masih kecil di embat terus! Memang dasar jomblo ngenes, sudah tua lagi! Hehehe!" ujar Kaisar.
Daneesh menatap tajam papinya, apalagi ini menyangkut masalah usia. "Apa sih Pi! Rain tidak paham deh!"
"Betul nih tidak paham apa yang Papi bicarakan? Terus semalam kau melakukan apa saja? Kok kenceng sih suaranya? Dari kamarmu malahan!"
Deg!
Jantung Daneesh seperti tertimpa dosa dua ons, apa dirinya selama lupa menghidupkan peredam suara di dalam kamar?
Jangan bilang jika Kaisar dan Nathalie mendengar suara mereka semalaman? Bagaimana jika Annabelle sampai tahu?
Bisa-bisa istrinya itu akan mengamuk lagi!
__ADS_1
"Papi!! Pi, tolong jawab jujur, Papi tidak menguping apa yang Rain dan Anna lakukan tadi malam bukan?" tanya gelisah Daneesh.
Kaisar mengedikkan bahunya, "may be..."
"Please, Pi! Jangan bahas ini di depan Anna. Nanti istri Rain malu loh, Pi!" ujar Daneesh.
"Ya bisa-bisa saja, toh itu tidak masalah bukan? Daripada kau jajan di luar!" seloroh Kaisar membuat Daneesh terkejut, "ish Pi, Rainer tidak akan pernah melakukan hal itu! Berpikiran ke sana pun Rainer tidak pernah!"
"Awas saja jika kau coba macam-macam di luar sana, Papi sendiri nih yang akan kasih kau pelajaran!" Kaisar tidak akan membiarkan menantu kesayangan istrinya itu terluka oleh sang putra. Ya! Misalnya perselingkuhan?
"Lagian kalau masih berani macam-macam di luar sana tidak bersyukur sekali sih jadi manusia! Punya otak ya di pakai dong say, bukan di koleksi ala-ala jablay! Sudah tua, untung masih laku! Kalau macam-macam tinggal di eksekusi hingga mati!" Kedua pria beda generasi itu langsung menatap terkejut ke arah sumber suara.
Dan ternyata itu adalah wanita yang paling mereka takuti sedang berkacak pinggang di depan pintu ruang gym.
Sadis!
"Apaan sih Mi, ini Papi nih yang mulai! Mana ada Rainer begitu, Rainer kan setia, Mi! Mana cinta lagi dengan Anna! Masa mau cari di luar sih, ya bukan tipe lah!" jawab Daneesh kepada maminya.
"Mi, Rainer janji loh!"
"Ya bagus sih, terus juga nih ya, dengar-dengar semalam ada yang buru-buru tuh buat happy happy sampai kamar tetangga pun dengar ya, aduh mana belum tidur lagi!" sindir Nathalie.
Blush!!
Wajah Daneesh seketika memerah malu, menahan raasa malu dua turunan yang menjalar di sepanjang aliran tubuh.
Ternyata benar, bukan Kaisar saja yang mendengar suara panas semalam, tapi wanita yang dicintainya pun mendengar hal yang sama.
"Jangan buat malu, Mi. Jangan berkata macam-macam dengan Anna, kasihan dia nanti loh. Anggap saja Mami tidak dengar!" pinta melas Daneesh.
Nathalie mencemooh putranya, "heh! Mana ada! Suaranya itu loh kencang sekali! Rasanya Mami mau lompat-lompat tahu!" tambah Nathalie heboh.
"Begini nih suaranya!" Tuh kan! Raut wajah Daneesh benar-benar seperti anak yang di bully habis-habisan.
__ADS_1
"Ahh...sayang..ah.."
"Anna...sayang....Ahhh... Anna!!"
"Mi, sudah Mi!" Daneesh frustasi malu. Apalagi jika benar adanya sang mami mendengar semua itu.
Bakal kapok dirinya!
"Ah...sayang...."
"Anna...sayang...ah...belum sayang..."
"Mamiiii!!! Sudah! Rainer malu!" Nathalie tertawa keras alias ngakak brutal saat melihat wajah nelangsa putranya, dirinya sangat menikmati wajah Daneesh yang seperti ini.
"Ah! Lucunya anak Mami!" ujar Nathalie, sedang sang suami hanya bisa geleng-geleng kepala dengan menahan tawa supaya tidak meledak saat istrinya itu mencontohkan perihal kejadian semalam.
"Papiii!!!" Rajuk Daneesh kepada sang papi, namun hal itu membuat dirinya gondok saat suara tawa Kaisar ikut menggema keras.
[ To be continued ]
Spoiler!!
Dunia Annabelle hancur seketika! Dadanya terasa sesak, sakit, perih, dan tercabik-cabik hingga terkesiap dalam hati.
"Anna..."
Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia semua!! 🇮🇩 ll 🇮🇩
Semoga di tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun kemarin, tidak lupa juga semoga impian kita masing-masing bisa terwujud di tahun ini.
See you!!!
__ADS_1