Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 28 - Jahat!


__ADS_3

Happy reading reader's tersayang!


Daneesh 💖 Annabelle


🍒🍒🍒


Tiga minggu setelah kembalinya Nathalie dan Kaisar dari London.


Sama seperti biasa, aktivitas yang dijalani tidak ada yang luar biasa, dan ujian akhir akan semakin dekat juga.


Suasana masih seperti beberapa minggu sebelumnya, semenjak malam pertama mereka lakukan. Kini euforia itu hilang sekejap saat Daneesh meminta izin kepada sang istri untuk melakukan perjalanan bisnis dengan Kaisar ke daerah Bandung Selatan, bukan itu yang menjadi kekesalannya.


Tapi Daneesh akan menggunakan motor kesayangannya! Ya, motor turun temurun dari Mom Ulfa.


Kenapa harus motornya sih? Lalu Annabelle nanti bagaimana? Lagian Kaisar juga sudah tua? Apa tidak akan encok nantinya?


Terus Daneesh juga bisa membelinya, 'kan?


Dia 'kan banyak uang!


"Boleh 'kan Abang naik motor? Abang juga ingin naik motor dengan Papi, Papi juga sudah lama tidak naik motor lho, sayang. Jadi Abang dan Papi ingin pergi ke Bandung menggunakan motor," bujuk Daneesh, namun istrinya itu kesal hingga tidak membalas ucapannya.


"Ya sudah sini tidur dengan Abang, karena besok Abang berangkat pagi-pagi," ucap Daneesh, menambah kekesalan Annabelle.


"Anna tidak mau Abang! Anna mau ikut! Titik!!" kesal Annabelle.


"Besok kau sekolah sayang, nanti saja menyusul bagaimana?" tawar sabar Daneesh.


"Tau ah!"


Bisa-bisanya Daneesh pergi ke Bandung tanpa dirinya, malah ditinggal pula.


Daneesh tersenyum, kemudian berjalan mendekati Annabelle yang sudah terbaring. Malam semakin larut, membuat dirinya harus bersabar.


Di usapnya sayang kepala istri kecilnya itu, "selamat tidur sayangnya Abang, mimpi indah sayang," ujar Daneesh.


Tanpa berlama-lama, Daneesh kembali menuju lemari, menyiapkan barang bawaannya ke Bandung esok hari.


Saat Daneesh sedang berkemas, dirinya tanpa sengaja melihat sebuah gaun tidur tipis yang Annabelle gunakan di malam kedua mereka. Setahu dirinya itu adalah pemberian sang mami.


****!


Membayangkan Annabelle menggunakan gaun itu lagi-lagi membuat Daneesh harus menahan hasratnya yang tiba-tiba timbul.


Buru-buru dirinya lipat kembali gaun itu. Daneesh adalah pria dewasa, wajar saja bukan jika merasakan hal itu lagi?


Setelah semuanya selesai, kini Daneesh beranjak ke atas ranjang untuk tidur. Dirinya akan pergi sekitar subuh untuk menghindari kemacetan.

__ADS_1


Waktu berlalu begitu singkat, sangat cepat. Dan Daneesh tidak membangunkan istrinya karena masuk dalam periode bulanan. Wajar saja jika emosi wanita itu tidak seperti biasanya.


"Abang pergi dulu, sayang. Jangan nakal ya sayang di rumah," ujar pelan Daneesh.


Cup!


Daneesh memberikan kecupan manis di kening Annabelle dengan sepenuh hati. Lalu membelai pipi mulus yang tertutup oleh beberapa anak rambut.


Kemudian pria itu keluar dari kamar, membawa koper yang di bawanya.


"Rainer, dimana Annabelle?" tanya Nathalie heran.


"Anna masih tidur Mi, biarkan saja. Apalagi Anna sedang datang bulan, semalam juga perutnya sakit. Bisa Mami bantu Anna? Rain kurang paham harus apa Mi," jelas Daneesh.


"Ya ampun, kasihan Anna dong! Kenapa kau tidak katakan dari semalam!" kesal Nathalie pada putranya itu.


"Sudah malam 'kan Mi, apalagi Mami harus bangun pagi-pagi dari biasanya," kilah Daneesh meluruskan.


"Iya sayangnya Mami, sebentar ya!"


"Bi! Bibi! Aku ingin minta tolong buatkan kunyit asam untuk menantuku, dia sedang datang bulan. Tolong ya, Bi..." pinta Nathalie yang diangguki oleh sang bibi.


"Mi, Rainer pamit ya! Oh, iya kalau Annabelle bangun, tolong sampaikan Rain sudah berangkat. Papi kemana Mi?" tanya Daneesh.


Huh!


"Papimu itu lho, Rain. Dia demam, karena kemarin waktu pulang bertemu Paman Agam di restoran terkena hujan. Maklum, Papimu tidak lagi muda!" jawab Nathalie, membuat Daneesh mengembuskan napas panjang.


Melihat motor Annabelle yang sudah legendaris, tapi motor itu terlihat keren.


Ah! Jika saja Annabelle tidak sekolah pasti dirinya dapat membawa istri manjanya itu. Tapi Daneesh tidak dapat berbuat apa-apa, nanti saja lah dirinya mengajak Annabelle berjalan-jalan bukan?


Tidak harus sekarang.


🍒🍒🍒


Lain Daneesh, lain dengan istrinya.


Annabelle terbangun sekitar jam enam pagi, saat dirinya membuka mata buru-buru wanita itu berlari ke luar kamar menuju lantai bawah untuk mencari suaminya. Dia memutuskan untuk mengikuti sang suami dan izin masuk sekolah saja.


Huh!


Namun, mantan gadis itu harus menelan pil kekecewaan saat mengetahui suaminya, Daneesh sudah pergi tanpa pamit kepadanya.


Nathalie yang melihat kekecewaan di mata menantunya itu mendekat, mencoba menjelaskan pada Annabelle.


"Anna kenapa sedih seperti itu? Papi juga tidak jadi ikut karena sedang demam, jadi besok kita jemput Rainer ya! Rainer juga pergi sendiri tadi," ujar Nathalie.

__ADS_1


Tapi dasarnya Annabelle sudah kecewa, mau bagaimana lagi?


"Anna, jangan sedih sayang! Mau Mami antar ke sekolah hmmm? Terus nanti pulangnya kita ke mall, bagaimana? Sekalian mengajak temanmu itu, siap sih Mami lupa, oh iya Alice dan Liam 'kan?" Annabelle menggelengkan kepalanya pelan.


Dia sedih sekali, Daneesh pergi. Tanpa pamit lagi! Ya walaupun Nathalie sudah memberitahu jika Daneesh tidak ingin mengganggu dirinya tidur.


Tapi tetap saja, si pria tua itu harusnya membangunkan dirinya! Biar pamit pula! Lah ini, Daneesh tidak pamit sama sekali.


Ih, dasar!


Annabelle kemudian melihat jam di dinding sudah pukul setengah tujuh lebih, daripada dirinya tidak konsentrasi saat pelajaran dimulai. Apalagi beberapa minggu lagi dirinya ujian akhir. Tapi hari ini dirinya akan lanjut tidur saja, kekesalan akan Daneesh membuat Annabelle geram setengah hati.


Dirinya tidak lupa mematikan ponsel, biarlah Daneesh menghubunginya nanti dia tidak aktif!


Annabelle kesal!


"Anna tidak akan masuk, Mi. Anna sakit kepala, tidak apa-apa 'kan?" tanya lirih Annabelle pada sang mertua.


Nathalie tersenyum, "boleh sayang, untuk hari ini saja ya. Lagian ini hari Sabtu, tidak terlalu banyak pelajaran 'kan? Biar Mami nanti telepon walau kelasmu." jawab lembut Nathalie.


"Ya sudah, kembali ke kamar. Nanti Mami antar sarapan pagi dan obat untuk pereda datang bulannya ya," lanjut Nathalie.


Cup!


Annabelle tersenyum lebar, lalu mengecup pipi Nathalie, membuat wanita dari ibu satu anak itu tersenyum.


"Bang Daneesh jahat! Awas saja, Anna balas baru tahu rasa tuh si om-om!" gerutu Annabelle saat tiba di dalam kamar.


🍒🍒🍒


Di perjalanan menuju Bandung, Daneesh singgah di sebuah ruko untuk membeli minum. Dirinya lupa membawa tumbler minum dari rumah. Sekalian dirinya ingin menghubungi sang istri. Pikirnya Annabelle sudah bangun.


Tapi sayang, hingga panggilan ke empat pun istrinya tidak mengangkat panggilan darinya sama sekali.


Huh!


Bukan tidak mengangkat, tapi tidak aktif.


"Teriak kasih, Mang." Daneesh tersenyum saat setelah pergi dari ruko yang disinggahinya.


Motor Daneesh melaju kembali, membelah jalanan yang sedikit demi sedikit memadat.


[ To be continued ]


--------------------------------


Spoiler!!!

__ADS_1


Nathalie menjerit histeris saat melihat darah yang begitu banyak di sprei kamar tempat tidur Annabelle. Apalagi wajah menantunya kian pucat seperti itu.


"Anna, bangun sayang!! Anna!!!!!!"


__ADS_2