Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 61 - Astrophile


__ADS_3

Sudah terhitung lima hari dari pemakaman orang tuanya, kini Annabelle terlihat lebih baik dari sebelumnya, selama beberapa hari ini khususnya.


Ujian untuk masuk perguruan tinggi negeri akan di mulai satu bulan lagi, Annabelle dengan bantuan suaminya itu sudah mendaftarkan diri.


Dirinya memilih Universitas Atlantis dengan jurusan Bahasa Belanda. Sesuai keinginannya dahulu.


Langit senja mulai berubah warna. Panorama jingga telah lenyap dengan perlahan-lahan tanpa Annabelle sadari seketika.


Setelah kemarin pulang dari Belanda, malam tadi istri dari Daneesh itu telah mengabari kedua sahabatnya, Alice dan Liam yang kini tengah ada di Yogyakarta. Tentu saja!


Reaksi keduanya tidak adapt dijelaskan, apalagi Liam yang menangis histeris. Mendengar kabar duka itu, tentu saja mau bagaimana lagi? Apalagi selama ini Alice dan Liam tahu betul bagaimana Ulfa dan Darius, yang menyayangi mereka juga.


Kenangan saat SMP mereka menginap, bagaimana sukanya wanita dari ibu Annabelle itu yang begitu ramah yang sangat halus dapat bersikap. Walaupun dirinya sedikit galak, tapi mereka semua tahu jika sikap itu kadang menimbulkan tawa yang menggema.


Annabelle kini hanya diam menunggu suaminya pulang, Nathalie dan Kaisar sendiri kini telah masuk ke dalam kamar mereka setelah makan malam bersama.


Tadinya Nathalie ingin menemani Annabelle, namun dirinya menolak halus, Annabelle tahu bagaimana manjanya Kaisar saat tengah malam tiba.


Ya, walaupun tidak sengaja menguping bersama suaminya kala itu! Ups!


Senyum dalam bibirnya mulai tercipta dan merekah kembali, Annabelle mulai bahagia. Apalagi jika mengingat percintaan panas di atas ranjang bersama suaminya tadi malam.


Ih! Malu!


🍒🍒🍒


Warning ❗❗


______________


Huh!


"Memangnya mau kemana sih Bang!" kesal Annabelle pada suaminya.


Nah! Nah! Sifatnya keluar lagi nih!


Daneesh melirik ke samping, tersenyum tanpa menjawab pertanyaan istrinya. Kini mobil melaju, melintas menuju sebuah villa indah di sisi kota Jakarta. Waktu sudah mulai menunjukkan pukul sepuluh malam.


Kekesalan Annabelle pun semakin melanda dengan rasa penasaran yang amat ketara. Bagaimana tidak kesal coba? Setelah menunggu suaminya pulang dan makan malam, lalu tidur dengan cantik! Tapi Daneesh mengatakan jika mereka kan berkunjung pada suatu tempat istimewa.


Bukan bahagia, tapi Annabelle sangat kesal! Dirinya 'kan mengantuk, apalagi suaminya ini pulang telat coba!


Belum lagi yang paling parah, tidak mengabari lagi!


Ih! Kesal intinya!


Tapi senyum wanita itu kian tercipta merekah tatkala Annabelle dapat melihat panorama yang begitu indah dan sempurna di depan mata.

__ADS_1


"Abang yang siapkan ini semua?!" tanah bahagia dan haru Annabelle.


Daneesh mengangguk, "iya, sayang. Abang telat dari kantor karena ini. Abang ingin kita bermalam di sini, dibawah langit malam. Tapi tenang saja, di sini sudah aman."


Ah! Daneesh romantis sekali sih!


Bagaimana tidak? Di belakang taman villa, terdapat satu ranjang dengan lilin-lilin yang mengelilinginya. Belum lagi lampu yang mengitari taman, sepasang angsa, dan taburan mawar di atas ranjang.


Lalu sepasang kursi dengan satu meja yang telah tersedia makanan kesukaan Annabelle.


Daneesh, sungguh! Kau pria idamanku!


Annabelle berteriak heboh dalam hatinya, ya kali-kali jaga image lah ya di depan suami.


"Abang, terima kasih!!" Pelukan di dapat Daneesh, tidak lupa juga pria itu membalas dengan penuh cinta. Malam ini adalah malam yang di tunggunya, setelah semalam dirinya mendapat asupan dari Annabelle. Kini Daneesh ingin sesuatu yang lebih indah dan menantang tentunya, dirinya ingin sekali bermain panas di alam bebas.


Siap-siap Annabelle ini dia hajar!


Annabelle sendiri yang tadi melihat-lihat sekitar, terpusat pada ranjang yang begitu indah. Otaknya seketika bekerja cepat. Buru-buru dirinya menjauh, tapi sebelum berbalik tubuh kecilnya di dorong oleh sang suami.


Membuat Annabelle menjerit terkejut, "Bang!!"


Daneesh tersenyum, entah sejak kapan dirinya membuka baju bagian atas. Sehingga menampilkan pahatan indah yang selalu di mainkan oleh Annabelle usai mereka melakukan hal itu.


Annabelle hendak bangkit, namun dengan sigap Daneesh menindih tubuh kecil sang istri. "Siapa kau bahagia, kau bisa mendapatkan Abang malam ini sayang, gratis kok!" Bisik sensual Daneesh.


Belum lagi ini di luar loh!


"Abang sayang dirimu, Anna..." Nah! Kalau sudah begini mau bagaimana lagi? Annabelle kan tidak tega!


Wanita itu mengangguk, mencoba untuk menerima setiap sentuhan suaminya. Walaupun menolak, tapi akhirnya enak-enak juga, bukan Ann?


Kedua mata Annabelle terpejam saat tangan Daneesh mulai membuka satu ekor satu kancing bajunya. Dan kini terlihat benda kesukaan Daneesh yang menggemaskan.


Daneesh lagi-lagi di buat kagum oleh tubuh istrinya. Sungguh sangat menggairahkan!


Daneesh tidak munafik! Dirinya sangat penasaran bagaimana jika dirinya bermain di atas kedua benda itu?


"Ahhhss..Bang..." Daneesh mulai mere mas dengan lembut milik Annabelle, membuat sang empu mulai mende sah karena hormonnya mulai terangsang.


Hingga hal itu terjadi cukup lama, membuat Annabelle membusungkan dadanya ke atas. Suara Annabelle semakin keras saat bibir suaminya yang bekerja.


Srek!


Dengan sekali tarikan, celana Annabelle kini telah terlepas oleh perbuatan Daneesh.


Benar-benar sangat seksi!

__ADS_1


Annabelle tidak lagi terkontrol, apalagi jari-jari suaminya yang mulai menjalar pada inti tubuhnya. Daneesh memang sengaja melakukan hal itu untuk melihat kembali seberapa panas istrinya.


"Abang!!!" Teriak Annabelle saat pelepasan pertama mulai dia rasakan.


"Kau keluar sayang?" Daneesh tersenyum berbisik di telinga istrinya, nafas wanita itu terengah-engah. Daneesh sangat menyukai raut puas Annabelle seperti ini. Apalagi siap untuk dia hujam.


Namun, ide gila mulai terbayang di benaknya. Bukankah begitu? Daneesh adalah pria dewasa yang memiliki fantasi gila yang luar biasa.


Tidak salah jika dirinya mencoba saat ini, dalam situasi menantang.


"Ayo baik sini sayang!" Annabelle semakin tidak mengerti apa yang diucapkan suaminya.


Di saat Annabelle merasa bingung, Daneesh dengan cepat membuka celananya. Sehingga mereka sama-sama telan jang tanpa busana.


Annabelle semakin takut saat Daneesh membaringkan tubuhnya di ujung ranjang, setengah terlentang. Lalu memposisikan Annabelle di atasnya, telat di atas kepemilikannya.


Annabelle mulai gusar, "Abang!" Ini posisi yang sama saat mereka taruhan bukan?


Annabelle tidak akan kuat pastinya! "Jangan takut sayang, lakukan dengan perlahan dan kau akan tahu bagaimana sensasinya!"


"Sama seperti malam taruhan kita!" lanjut Daneesh.


Annabelle terdiam, "sensasi apa lagi Abang! Ini akan penuh tahu!" Hal itu membuat Daneesh tersenyum kemenangan.


Mau tidak mau Annabelle mulai melakukan apa yang di perintahkan suaminya, "ahhh.. Anna..sayang.." Daneesh menggeram tertahan dengan wajah mendongak ke atas, menikmati sensasi yang sungguh membuatnya gila.


"Bergerak sayang! Pelan-pelan!" Annabelle menggelengkan kepalanya, "takut Abang! Penuh seperti waktu itu!"


Daneesh merasa heran, bagaimana milik istrinya itu masih saja sangat sempit. Bukankah mereka sudah sering melakukannya?


"Lakukan seperti ini sayang, " Daneesh mulai melakukan aksi heroiknya.


Annabelle mulai mengikuti nalurinya, dirinya kembali mendesah hingga gerakan itu semakin panas dan entahlah!


Annabelle sulit menjelaskannya.


Kini malam luar dengan keindahan yang dimilikinya di isi oleh suara-suara aneh yang mengundang tanya bagi alam.


Malam semakin kian larut, tapi pergolakan politik dan rahasia negara antara Annabelle dan Daneesh masih terus berlanjut.


[ To be continued ]


Spoiler!!


"Kalau begitu restui Abang, sayang!"


Annabelle terdiam bergeming, tidak percaya dengan apa yang dirinya alami saat ini.

__ADS_1


__ADS_2