Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 24 - Serius Cinta!


__ADS_3

Sturridge Corp.


Daneesh benar-benar tidak dapat fokus bekerja, oleh karena itu dirinya cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan yang sekiranya lebih mendesak, lalu menyusul sang istri dan maminya yang berada di mall malam ini.


"Daneesh, kau mau kemana?" Daneesh yang keluar ruangan terkejut melihat Flo yang datang ke kantornya lagi, bahkan kini sudah ada di ruangannya.


Huh!


Daneesh menghela nafas panjang, tidak ingin ada kesalahpahaman lagi diantara dia dan Annabelle karena Flo, Daneesh lebih memilih untuk pergi keluar dari lantai itu begitu saja.


"Maaf, Flo. Aku harus pergi, aku akan menjemput Mami di mall," jelas Daneesh.


"Mami? Aku ikut! Sekalian mau ke mall, aku juga ingin bertemu dengan Mami Nath!" Daneesh dengan cepat menggelengkan kepalanya.


Menolak permintaan sang mantan!


Dia tidak ingin berhubungan lagi dengan Flo atau sejenisnya, baginya cukup melihat kemarahan dan kesedihan istrinya kemarin.


"Maaf Flo, kau tahu Mami bagaimana bukan? Lagipula kalau kau mau ke mall bisa bawa mobil milikmu sendiri." Tolak Daneesh.


"Aku tidak membawa mobil, Daneesh." Jawab Flo yang masih mencari alasan untuk bisa bersama Daneesh.


Apalagi Daneesh akan bertemu dengan Mami Nath, dirinya harus dapat merebut hati wanita itu.


"Maaf Flo, aku tidak bisa. Jika kau ingin ke mall biar aku minta ke resepsionis untuk pesan taksi. Atau juga kau bisa memesan di aplikasi online bukan? Sekarang zaman sudah canggih!" Daneesh kembali melangkah meninggalkan wanita itu.


Daneesh tidak ingin terlambat menjemput kedua wanita yang begitu berarti baginya.


Sampai di jalanan, sialnya semua tempat penuh oleh kendaraan yang melintas. Daneesh terjebak macet!


Tut!


Daneesh segera menghubungi sang mami, Nathalie untuk mengabarkan jika dirinya akan terlambat sampai.


"Halo, Mi..."


'Iya, Rain? Ini Mami sedang di jalan untuk pulang! Annabelle tadi terjatuh saat main di Timezone!' ujar Nathalie.


Hah!


Daneesh panik seketika, "lalu sekarang bagaimana Mi? Anna baik-baik saja bukan? Cepat bawa ke rumah sakit saja!"


'Haduh! Rainer! Rainer! Kalau keseleo itu ya ke tukang urut, bukan ke rumah sakit! Kau ini ada-ada saja sih!' santai Nathalie menjawab.


"Mami, ini serius!"


'Mami juga tigarius Rainer!' Nathalie menghela nafas panjang.


"Mami, nanti Anna kesakitan!" kesal Daneesh.


'Heh bocah! Kalau bucin itu jangan kelewatan! Ini Mami lagi dijalan pulang! Jadi orang jangan terlambat jatuh cinta, 'kan begini jadinya!" Seloroh Nathalie.


Tut!


"Ya ampun, Anna..." lirih khawatir Daneesh.

__ADS_1


🍒🍒🍒


"Tuh lihat istrimu, takut sekali jika istrinya Mami bawa kabur!" sindir Nathalie yang masih kesal dengan tingkah putranya itu.


Daneesh tidak menjawab, pria itu menatap wajah Kaisar, papinya. "Papi takut tidak jika Mami sakit?" Tanya Daneesh, dirinya pun kesal karena sedari tadi diejek terus bahkan ini termasuk pembulian terhadap anak tidak berdosa seperti Rainer.


"Papi 'kan cinta kepada Mami, ya pantas lah jika Papi khawatir," jawab Kaisar.


"Daneesh juga cinta Annabelle!" Senyum Nathalie terbit cerah saat mendengar jawaban sang putra.


Oleh karena itu, Nathalie akan menyumbangkan dua ribu ekor ayam untuk orang yang tidak mampu di tambah dengan mengadakan pengajian di gereja di seluruh ibukota!


"Cepat sekali cintanya, dulu menolak terus! Yakin cinta?" Daneesh terdiam.


Benarkah dirinya sudah jatuh cinta pada Annabelle? Padahal usia pernikahan mereka baru lebih satu minggu. Bahkan sebelumnya Daneesh akan menawarkan pernikahan kontrak jika saja tidak mengingat Tuhan Yesus dan Nathalie.


Huh!


Daneesh masuk ke kamar, dimana istrinya yang kini telah tertidur pulas. Kemudian membersihkan diri dan ikut terbaring di samping ranjang Annabelle.


Cup!


Daneesh memberikan kecupan di kening Annabelle dan terkahir di bibir manis gadis itu.


Malam sudah semakin larut, hingga siulan bintang ikut melarut.


🍒🍒🍒


Di pagi hari, hari ini tepatnya. Daneesh tidak dapat ke kantor karena sang istri yang sakit, dan seharian ini Daneesh akan menemani Annabelle hanya makan, tiduran, dan menonton drama korea.


Kemudian tangan besar Daneesh mengelus rambut halus istrinya.


"Tidak bisakah kau mengganti panggilanmu itu Anna? Aku kurang nyaman dengan panggilan itu." Melihat wajah Annabelle yang meras bersalah membuat Daneesh tidak tega.


"Maaf, Om. Eh?"


Daneesh tersenyum. "Kau bisa memanggilku, Abang! Sama seperti panggilan waktu kecil dulu yang Mami dan Papi dulu sematkan kepadaku. Bagaimana?" Tawar Anabelle.


Annabelle terdiam. Lalu mengangguk kecil, wajah cantik itu kini terbenam dalam perut keras Daneesh.


Daneesh tersenyum kembali, dirinya masih mengingat saat dulu kecil, saat dimana Nathalie dan Kaisar memanggilnya dengan sebutan Bang Raine!


Walaupun orang lain memanggilnya Daneesh, tapi nama Rainer adalah panggilan khusus yang hanya orang tuanya saja yang bisa memanggilnya.


"Coba panggil!"


Annabelle bersemu merah. "Ba-bang Danees..hh."


"Good job!" Daneesh kembali mengurai rambut cokelat sang istri.


Daneesh melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan, "kita makan siang dulu yuk! kau mau Abang bawa ke sini atau kita makan di bawah bersama Mami Papi," ujar Daneesh dengan membiasakan diri memanggilnya dengan sebutan 'Abang'.


"Di bawah saja, Abang!"


Cup!

__ADS_1


Daneesh memberikan kecupan tepat dibibir Annabelle saat mereka telah keluar dari kamar, apalagi kini gadis itu dapat beraktivitas kembali setelah demam semalaman.


"Ish, jangan cium sembarangan Bang, malu di lihat Bibi!" ujar Annabelle menginginkan.


"Itu bukan ciuman Annabelle sayang, itu namnya kecupan, kalau ciuman itu saat di dalam mobil hari itu!" Alis Daneesh naik turun, menggoda Annabelle.


Blush...


Wajah Annabelle memerah saat mengingat kejadian itu. Kenapa sih Daneesh harus mengingatkan kembali?!


"Kenapa malu? Itu sah-sah saja!"


"Jangan di bahas lagi Bang!" Rengeknya manja.


Melihat keromantisan keduanya, membuat Kaisar dan Nathalie tersenyum hangat.


"Turunkan aku!! Aku ingin duduk sendiri!"


"Sudah di sini saja, biar aku yang pangku!" Ujar Daneesh. "Mi, Rain boleh memangku Annabelle di sini bukan?" tanya Daneesh kepada Nathalie, biasa-biasa pria itu bersikap seperti ini. Annabelle malu tahu!


"Abang! Aku mau duduk sendiri!"


Uhuuk!!


"Sayang, kau kenapa?" Kaisar memberikan segelas air kepada Nathalie yang tersedak.


Setelah meminum air itu, Nathalie memandang dua pasangan suami istri dihadapannya yang tengah salah tingkah.


"Segini cukup sayang?" Annabelle pun mengangguk, dirinya sangat malu pada Nathalie yang menatap geli dirinya.


Abang Daneesh? Hahaha, ingin sekali Nathalie ngakak sendiri, tapi sebisa mungkin dirinya tahan. Nathalie tidak ingin membuat Annabelle meras tidak nyaman.


Tapi mau bagaimana lagi, jiwa bar-bar wanita satu anak itu tidak pernah hilang, apalagi saat dulu dirinya tidak jauh berbeda memiliki sahabat yang tidak kalau bar-bar, Shaile dan Gamal.


(Jika reader's lupa keduanya, parah sih! Bisa di baca di Novel Satu Malam Nathalie)


"Yuk ah Yang, kita ke taman. Di sini cuacanya panas tuh! Apalagi ada yang sedang kasmaran!" Ujar tiba-tiba Kaisar, tambah malu pula Annabelle. Dirinya ingin sekali berteriak dan berlari ke dalam kamar mandi. Malu bingitss!!


Tuh 'kan, sudah Daneesh duga juga, jika bukan maminya, pasti mami papinya!


"Sudah jangan malu sayang, biarkan Papi dengan Mami. Mereka itu sayang denganmu, bahkan lebih sayang dirimu daripada aku yang notabenenya anak kandung sendiri. Jadi jangan malu ya!" ujar jelas Daneesh.


"Abang sih, buat aku malu. Apalagi pakai cium segala, belum lagi tadi depan Mami. Ih! Aku malu, Bang!" rengek manja Annabelle.


Daneesh mengusap pipi gembul Annabelle. "Tidak ada yang salah sayang, apapun yang Abang lakukan itu sah-sah saja! Jadi jangan malu, oke?!" papar Daneesh sabar yang dibalas oleh Annabelle dengan anggukan.


[ To be continued ]


--------------------------------


Spoiler!!!


"Kenapa? Tante terkejut hah! Memang betul jika Om Daneesh itu sudah menikah. Sudah punya istri, jadi ajngan dekat-dekat lagi dengan Om Daneesh! Betul tidak Al? Ann?" Alice dan Annabelle mengangguk saja menanggapi sang suhu.


Jika soal melabrak, Liam lah suhunya. Senggol dong bos!

__ADS_1


__ADS_2