
Huh!
Dada Annabelle bergemuruh kesal, sangat kesal. Apalagi dari bangun tidur hingga sore menyapa, suaminya itu tidak terlihat batang hidungnya.
"Kemana sih!" kesal Annabelle.
Belum lagi dirinya di tinggalkan sendiri, setelah kemarin kedua sahabatnya, Liam dan Alice on the way ke Yogyakarta, kini tidak ada lagi temannya. Ah! Annabelle benar-benar kesal.
Kemana sih suaminya ini! Belum lagi, kemarin kedua mertuanya, Kaisar dan Nathalie serta kedua orang tua Annabelle sedang mengunjungi acara teman lama Nathalie di Belanda, yang akan menikahkan anak mereka, teman Nathalie bernama Shile dan suaminya, Gamal.
Kaki indah Annabelle kini menuruni tangga satu per satu, mencari Bibi Hana yang sedari tadi belum terlihatnya.
"Bibi!!"
Tidak lama, suara langkah tergopoh-gopoh datang menghampiri istri muda Daneesh, "iya, Non? Ada apa?" tanya Bibi Hana dengan membawa sapu yang biasa di gunakan untuk memukul pantat Daneesh oleh Nathalie.
Bukan menjawab, Annabelle senyum-senyum sendiri, apa suatu saat dirinya bisa memukul pantat seksi milik suaminya itu? Astaga Anna!
Antara mesum dan tidak sopan tahu!
"Eh, itu Bi! Tadi Anna cari Abang, dia kemana ya?" tanya Annabelle pada topiknya saat itu.
Bibi Hana ikut terherman-herman, setahu dirinya bukankah Daneesh masih di dalam kamar? Dirinya tidak melihat sosok tuan mudanya itu keluar atau berada di lantai satu dari pagi tadi.
Apalagi mobil pria itu masih ada di garasi.
"Tidak, Non. Non Anna coba lihat lagi di kamar, setahu Bibi, Den Daneesh belum turun dari lantai atas." ujar Bibi Hana.
Hah!
"Lah, terus kemana Bi? Ini sudah hampir sore tahu! Ya sudah, Anna cari di kamar lagi ya, terima kasih Bi!" Annabelle langsung berlari menuju lantai dua, dimana kamarnya berada.
Klik!
"Abang!!!!!!!!!" Netra Annabelle melotot tajam, deru nafas berat dia lakukan. Annabelle melihat suaminya itu tengah sibuk menatap laptop di pangkuannya.
Daneesh menoleh heran, "ada apa sayang?"
"Ih Abang! Dari tadi Anna cari-cari tahu! Ke bawah ke atas! Tidak ada! Lah, terus Abang dari mana?" tanya cerocos bercampur kesal Annabelle.
Daneesh meletakkan laptopnya di atas ranjang, langkah kaki pria itu mendekat pada istrinya yang sedang kesal. "Sayang, Abang dari tadi ada di balkon, kau tidak lihat? Tuh! Dari tadi di sana!" tunjuk Daneesh pada pintu balkon yang sedari tadi di buka satu pintu kaca.
"Tidak tahu Abang! Anna kita Abang pergi! Ih! Anna kesal! Dari tadi di cari-cari! Malahan enak-enak ya di ranjang! Mana belum mandi lagi!" kesal Annabelle lagi.
Daneesh terkekeh, mengelus rambut indah istrinya yang kini berantakan.
"Kau tahu tadi bangun jam berapa?" tanya Daneesh tiba-tiba.
Ingatan Annabelle bekerja, wanita itu meringis menatap wajah suaminya. "Ih Abang! Itu juga 'kan gara-gara Abang semalam! Anna lelah tahu! Jadi bangunnya jam satu!"
Daneesh menuntun istrinya masuk ke dalam kamar mandi, "sini, biar Abang mandikan. Kau pasti lelah 'kan? Tadi Abang ada sedikit pekerjaan. Yuk! Abang mandikan!" Annabelle mengikuti perintah suaminya.
"Tapi jangan lagi ya! Awas saja, Anna masih sakit itunya!" ujar Annabelle, tapi suaminya itu hanya tersenyum saja.
🍒🍒🍒
Kota Middelburg, Belanda.
__ADS_1
"Berarti sama dong, Shile. Putra dan menantuku juga usianya cukup jauh!" suara indah Nathalie mengalun di taman dengan dekorasi di dalamnya.
"Tidak juga, Aurelle dan Julius hanya berbeda beberapa tahun saja." balas santai Shile.
Nathalie mengangguk, "berapa memangnya?"
"Satu dekade atau satu dasawarsa!"
Bola mata Nathalie membola lebar, "ih, dasar! Itu jauh tahu! Buat kesal diriku saja!" Nathalie mencubit telinga sahabatnya seperti dulu kala saat mereka masih berstatus sebagai perawan.
Huh!
Shile mendengus, "Sakit Ih! Dasar kau ya!
Nath, kau ini semakin tua semakin bar-bar tahu! Dulu aku yang bar-bar, lah kenapa sekarang kau sih! Semoga Kaisar dan putramu di beri ketabahan ya, hahahaha!!" Wanita dari ibu Zen itu langsung lari saat Nathalie mulai mengamuk.
"Shile! Aku akan lapor pada Gamal! Awas saja!" teriaknya.
🍒🍒🍒
Di Indonesia, tepatnya di kamar mandi keluarga Sturridge, Daneesh dan Annabelle.
Kini suara pelepasan keduanya membuat tubuh Annabelle ambruk, menimpa tubuh besar suaminya.
"Sudah, Bang!"
Daneesh tersenyum puas, kemudian pria itu mengusap peluh di kening istrinya.
"Iya, sayang. Enak 'kan?" tanya Daneesh erotis, yang sialnya di angguki oleh istrinya itu.
"Tapi Anna lelah..." Mata Annabelle kini tertutup, terlelap dalam mimpinya. Daneesh buru-buru melepaskan tautan tubuh mereka, kemudian membersihkan keduanya, walau Annabelle sudah terlelap, namun dengan telaten pria kepala tiga itu membersihkan sisa-sisa kegiatan mereka.
Cup!
Daneesh seperti biasa memberikan kecupan manis di kening Annabelle.
Kemudian, pria itu memakai pakaiannya, melangkah keluar kamar untuk mengambil makan malam untuk dirinya dan sang istri.
"Bi, Daneesh boleh minta siapkan makan malam untuk di bawa ke kamar?" pinta Daneesh pada Bibi Hana yang kini tengah menutup pintu rumahnya.
"Boleh, Den. Sebentar ya, Bibi siapkan." ujar Bibi Hana ramah.
"Oh iya, Den. Tadi Non Anna cari loh!" langkah wanita tua itu berhenti sejenak, menatap anak majikannya.
"Iya Bi, tadi Daneesh ada di balkon. Biasalah, mungkin istri Daneesh lupa," kekeh Daneesh. Kemudian mengikuti sang bibi ke ruang dapur , Daneesh sendiri akan membuat es lemon untuk istrinya.
"Biar Bibi sekalian saja, Den. Mau buat es lemon lagi 'kan?" tebak Bibi Hana.
Daneesh menggeleng, "tidak usah Bi, biar Daneesh saja. Ini untuk Anna!"
Kemudian tidak berapa lama, pria itu kembali ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan es lemon buatannya.
Di simpannya nampan itu di sisi nakas, "sayang," panggil lembut Daneesh.
"Sayang!" ujar lagi Daneesh.
Namun, Annabelle tidak merespon. Sengaja atau tidak, namun pria itu tahu dengan mendengar detak jantung istrinya.
__ADS_1
"Nakal ya, bangun tidak? Mau Abang habisi lagi?" Netra Annabelle buru-buru terbuka, "apaan sih Bang! Anna bilang Mami tahu!"
Daneesh mengelus dada istrinya, "bangun lalu makan atau mau...."
"Ish! Iya, ini bangun!" raut wajah Annabelle kesal bukan main, jika bukan suaminya. Ah! Kenapa sih!
Apalagi inti tubuhnya masih linu. Ini semua gara-gara Daneesh!!!
"Sini, biar Abang pakaikan!" Daneesh datang setelah memilih pakaian untuk istrinya.
Annabelle hanya menurut saja, tidak membantah. Tubuhnya benar-benar lelah.
"Besok kita ke Belanda ya, untuk memberikan hadiah ke teman anak mami, Aurelle. Dia lebih tua sedikit daripadamu deh sayang!"
Annabelle hanya diam mendengarkan, "Abang pernah bertemu dengannya?" tanya Annabelle.
"Sudah deh, waktu usia balita." Annabelle mengangguk, tidak ada yang spesial, apalagi di Belanda. Dirinya 'kan belum mengerti bahasa mereka.
"Lalu setelah itu kita ke Korea!"
Deg!
Netra indah istri Daneesh itu membola, mulutnya menganga, dirinya tidak salah dengar?
"Abang serius?" tanya semangat Annabelle kali ini, membuat hati Daneesh ikut bahagia.
"Serius sayang, ini hadiah untuk kelulusanmu. Maaf ya, baru bisa saat ini. Kemarin-kemarin Abang harus menyelesaikan tugas di kantor dulu, supaya liburannya denganmu bisa lebih tenang." jelas Daneesh.
"Ih, Abang! Anna sayang deh!" Annabelle langsung memeluk tubuh kekar suaminya, menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Daneesh yang berbalut kaos putih.
"Sudah, maka oleh itu, kau harus sehat, jadi sekarang makan ya, Abang suapi!"
Lagi-lagi Annabelle mengangguk, ah! Tidak sabar esok hari menyapa!
🍒🍒🍒
Sekarang kita bahagia dulu ya reader's, konflik yang tidak kalah excited dengan sebelumnya akan muncul lagi setelah mereka pulang dari Korea!
Konflik yang tidak membuat hubungan mereka masuk ke meja hijau, tapi meretakkan hati keduanya. Hingga hidup segan, matipun enggan. Penasaran bukan? Hehehe, author juga ini akan berusaha semoga bisa tembus lebih banyak bab dari novel-novel author sebelumnya.
Bagi kalian yang baru, bisa juga sambil membaca novel kisah Nathalie dan Kaisar di Novel Satu Malam Nathalie dan kisah tetangga atau temannya di Novel Aurelle Is Mine (anaknya Gamal dan Shaile). Nanti ada penjelasan kenapa mereka berdua bisa ada di Belanda.
Di sini juga author akan mendeskripsikan liburan Annabelle dan Daneesh untuk kalian yang suka negeri itu!
Jangan lupa dukungannya, ratingnya juga! Follow akun author, saran dan masukan boleh banget di tulis di komentar.
Sehat-sehat selalu ya semua, my reader's!
Author tidak ada artinya tanpa kalian semua! Rindu dari jauh!
[ To be continued ]
Spoiler!!.
"Ik hou van je met heel mijn hart!" bisik lirih Daneesh.
__ADS_1
Cup!