Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 43 - Janda Muda


__ADS_3

"Abang minta maaf sayang, waktu kejadian itu Abang melihat tanganmu di pegang oleh anak muda itu, Abang 'kan cemburu. Belum lagi Abang di sebut Om-mu lagi! Abang sakit hati!" salah Daneesh mendesah.


Hah!


"Lalu apa kabar aku hah! Memangnya hati aku ini tidak sakit apa lihat Abang dengan Tante jahat itu sekantor! Selantai lagi!


Bahkan aku juga tahu kalau Tante jahat itu menempati apartemen Abang! Memangnya aku tidak punya hati? Aku tidak sakit hati apa!


Kalau mau memberi fasilitas kantor ya samakan dengan Kak Mauren, bukan apartemen pribadi dong Bos! Kalau setara dan sama dengan apartemen Kak Mauren aku masih maklum, lah ini! Apartemen pribadi Bos! Sadar dong! Dia itu cuma mantan!" Emosi Annabelle kembali lagi jika mengingat kelakuan suaminya itu.


Daneesh hanya bisa menghembuskan nafas berat. Dirinya tahu salah dan kini istrinya itu tengah menjabarkan semua kesalahannya. Oleh karena itu, Daneesh hanya bisa diam dan mendengarkan semua ucapan istrinya itu.


"Dia mantanmu loh Bang! Mungkin juga dia masih punya perasaan denganmu! Dia tidak terima kau menikah denganku! Terus dia ingin kembali dengan cara ada di sekitarmu itu!


Kalau aku sih tidak masalah kau akan kembali dengan mantanmu itu, si Tante jahat itu! Atau masih membolehkan bekerja di kantor atau tinggal di apartemen! Tapi aku tidak bisa, aku lebih memilih menjadi janda muda berkelas saja! Daripada di duakan! Bukan tipeku!" Cerocos panjang lebar Annabelle.


Daneesh sendiri tahu maksud ucapan istrinya itu, "kenapa begitu bicaranya sayang? Sedikit pun Abang tidak pernah memikirkan hal itu! Abang tidak akan pernah menjadikan dirimu janda sayang dan menjadi duda. Abang cinta kepadamu, Abang sayang! Jangan bicara seperti itu! Jika kau menjadi janda pun, itu hanya jika Tuhan mengambil nyawa Abang!" Tulus Daneesh.


Seketika mata Annabelle berkaca-kaca, entah kenapa ucapan suaminya itu membuatnya sedih. Apalagi jika membahas umur.


"Ih Abang! Jangan bicara begitu! Anna tidak mau ditinggal Abang!"


Daneesh tersenyum, "kita mau tidak mau harus tetap siap sayang. Semua sudah ada garis dari semesta. Kita hanya bisa menunggunya saja," ujarnya.


"Tidak mau! Aku tidak mau mendengar itu! Aku tidak suka!" Daneesh menjadi panik saat Annabelle berteriak keras.


"Oke, Abang tidak akan bicara seperti itu lagi. Sekarang kita mau makan apa sayang? Sebentar lagi Abang akan meeting, kau mau ikut Abang saja meeting?" tawar Daneesh.


Annabelle menolaknya, "jika kau berpikir Flo masih bekerja di kantor. Itu salah sayang, Flo sudah tidak ada lagi kantor kita. Abang sudah memindahkannya ke kantor teman Abang, Tapi tidak tahu dia datang atau tidak!"


Annabelle melongo menatap wajah suaminya. Keluar? Hah! Apa benar suaminya itu memecat si tante-tante jahat itu?


Bolehkah dirinya kini syukuran saja?

__ADS_1


"Abang serius?" senang Annabelle, membuat Daneesh ikut tersenyum.


"Empat rius malahan!"


Ah! Akhirnya, Annabelle harus mengadakan syukuran supaya energi jahat di kantor suaminya itu musnah seketika.


"Tapi sayang di sana sendirian tidak apa-apa? Abang lama loh meetingnya!"


Annabelle menggelengkan kepalanya, "tidak apa-apa Bang! Anna akan menonton drakor saja! Terus pesan makanan sendiri!"


Daneesh tersenyum.


Dalam hati Daneesh akan membuat istrinya itu selalu mendapatkan kebahagiaan.


"Ya sudah kita gas!" seru Daneesh.


"Gaslah!!" Annabelle tertawa riang, membuat hati Daneesh menghangat tentram.


🍒🍒🍒


Ting!


Ting!


Hingga fokus Annabelle yang tengah menonton drakor kini teralihkan saat ponselnya berdering. Buru-buru wanita itu mengangkat dan bertapa terkejutnya saat itu adalah panggilan dari sang mommy.


"Halo Mom! Mommy kenapa jarang hubungi Anna!! Anna 'kan rindu!"


Belum ada balasan dari sebrang, hanya kekehan kecil. 'Dengan Daddy tidak rindu jadinya?'


Bola mata Annabelle terbuka lebar. "Daddy!!!!?"


'Iya, sayang. Cantiknya Mommy Daddy, maaf ya baru bisa menghubungimu saat ini. Ponsel kami hilang sayang saat di rumah sakit, untungnya kami mempunyai nomor telepon satu lagi. Kemarin suamiku menelpon Daddy, dan sekalian saja Daddy meminta nomormu.'

__ADS_1


Hah!


Jadi Daneesh sering menghubungi orang tuanya tanpa tahu dirinya begitu?


'Bagaimana kau sehat sayang? Daneesh bilang kalian ada masalah, kemarin juga suamimu meminta maaf kepada kami. Daddy juga terkejut ada apa? Tahunya seperti itu.' ujar Darius di seberang sana.


'Iya, sayang. Anna, kau jaga diri baik-baik ya, jadi istri yang baik juga, Mommy dan Daddy tidak salah memberikanmu kepada sosok laki-laki yang baik seperti Daneesh. Dia sayang mencintaimu.' lanjut Ulfa.


Annabelle tersenyum, "iya, Mom, Dad. Maaf juga Anna belum bisa jadi anak yang baik dan istri yang baik juga untuk Abang!"


'Tidak apa-apa sayang, kau sangat luar biasa. Mommy dan Daddy bangga kepadamu, jangan membuat suamimu itu repot ya sayang, jadilah wanita yang baik, dewasa, dan berpikiran terbuka.' Nasihat dari sang daddy membuat Annabelle rindu.


Ingin sekali dirinya memeluk tubuh tua itu.


'Kau paham sayang?' tanya Ulfa lanjut.


"Iya, Mom, Dad. Anna janji. Anna akan menjadi wonder woman untuk Abang Daneesh!" ujar Annabelle membuat kedua orang tuanya tertawa.


'Ada-ada saja kau ini, Anna. Ya sudah ya sayang, Mommy tutup dulu, di sini sudah malam sayang. Kasihan Daddy harus beristirahat, lain kali telepon menggunakan nomor ini ya,' ujar Ulfa.


"Siap, Mom. I love you to, Mom, Dad!" riang Annabelle saat rindunya telah tergantikan hari ini.


'Love you untuk kesayangan kami,' seru pasangan itu.


Tut!


[ To be continued ]


 


Spoiler!!


"Selamat ya, Anna sayang!"

__ADS_1


Annabelle tersenyum lebar, "terima kasih Mami!!"


 


__ADS_2