Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 49 - (Bukan) Namsan Tower


__ADS_3

Lenguhan dari keduanya kini telah sepi, senyap tanpa suara. Hanya suara kepuasan dari Daneesh yang benar-benar menghajar istri kecilnya.


"Bang! Abang sudah!" suara Annabelle terengah kuat, suaminya ini!


Daneesh melepas tautan mereka, kemudian Daneesh menyelimuti tubuh polos keduanya dan ikut terlelap di samping istrinya dengan pelukan penuh cinta.


Cup!


Malam beranjak dan langit di musim semi ini mulai tercipta penuh cinta. Dengan bisingnya lautan manusia di seluruh kota, memberikan suara indah di telinga sepasang suami istri itu.


Tring!


Tring!


Daneesh terbangun, dirinya terkejut saat melihat jam sudah menunjuk pukul delapan pagi. Di lihat istri kecilnya itu masih tertidur dengan pulas tanpa pakaian, oh ****! Daneesh lupa semalam dirinya dan Annabelle baru saja bercint4.


Tring!


Tring!


Lamunan Daneesh terkesiap, buru-buru dirinya mengambil handuk, membuka pintu kamar hotel dan di dapatnya pria yang mengantar sarapan pagi.


"Selamat pagi, Tuan. Makan pagi anda telah siap," ucap pria berkulit putih manis itu. Daneesh dengan cepat mengambil troli makanan itu, kemudian membawanya keluar kamar. "Terima kasih," ujarnya.


Dua puluh menit berlalu, Daneesh telah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar. Setelah bersiap, dirinya melangkah menuju ranjang, "sayang, bangun..."


Annabelle membuka mata pelan, "bang..."


"Bangun sayang, sudah siang. Makan yuk!" Daneesh mengelus pipi lembut Annabelle. Annabelle tanpa membantah, menuruti sang suami.


🍒🍒🍒


"Kau suka?" Annabelle mengangguk.


"Abang mau?" tawar Annabelle, menyodorkan es krim di tangannya.


"Boleh," Daneesh menjilat es krim di tangan istrinya. "Manis, sayang! Sepertimu!"


Blush!


"Gombal!"


Daneesh terkekeh. Di usapnya sayang kepala Annabelle.


"Kau tahu sayang? Kita jalan sekitar sepuluh menitan dari sini ada yang bernama Namsan Tower. Namsan Tower itu tempat wisata yang romantis bagi pasangan kekasih atau suami istri, disana kau bisa melihat pemandangan kota Seoul secara luas," jelas Daneesh.


Annabelle hanya mendengarkan dengan antuasias.


"Mau yang lebih mengasyikkan?" Annabelle mengangguk kembali.


"Di rooftop Namsan Tower, kita dapat menulis nama di kunci dan menempelkannya di pagar sebagai simbol keabadian kisah cinta seseorang. Kau mau juga?" tawar Daneesh yang langsung di angguki oleh Annabelle, istrinya.


Keduanya melangkah, untuk sampai di rooftop itu kita harus mencapai pundak Namsan Tower dengan cara menaiki kereta gantung.

__ADS_1


Daneesh dan Annabelle kini berjalan menuju tempat kereta itu, yang mana letaknya hanya berjalan lima ratus meter dari pintu keluar stasiun Myeongdong, dimana Annabelle dan Daneesh menikmati es krim mereka.


🍒🍒🍒


"Jangan tegang sayang!"


Annabelle tidak mengindahkan ucapan suaminya, "tapi Anna takut, Abang!!!" teriak Annabelle saat kereta itu mulai melaju.


"Sini, lihat wajah Abang saja!" Ujar Daneesh yang khawatir akan kondisi istrinya.


Ah! Sial! Jika dirinya tahu Annabelle takut akan ketinggian, maka dirinya tidak akan menyarankan hal tadi.


Sial!


"Anna, sayang! Lihat Abang! Sebentar lagi sampai ya, kita sampai ya, jangan menangis," Daneesh sedikit frustasi apalagi jika sekarang Annabelle telah terisak.


Ah!


Tidak lama, kemudian kereta yang di tumpangi oleh keduanya telah sampai di bagian atas Namsan Tower. Beberapa pasang mata menatap heran wajah Annabelle yang menangis, apalagi tubuh Annabelle dan Daneesh yang begitu jauh terlihat seperti ayah dan anak.


Tapi Daneesh tidak memperdulikannya!


"Sudah ya, ini sudah sampai! Ada Abang sayang!" ujar Daneesh menenangkan istrinya.


Setelah di rasa tenang. Kini Annabelle hanya cengir tanpa dosa, malu sekali jika sampai Nathalie tahu.


"Anna tidak menangis, hanya terkejut saja!" kilah Annabelle saat Daneesh senyum-senyum sendiri menatapnya.


Keduanya sama-sama menuliskan nama mereka di balik sebuah kertas dengan naungan gema indahnya labirin Namsan Tower.


Kemudian kedua nama itu mereka kunci dengan rumit, lalu di lemparnya dengan jauh. Annabelle tersenyum tulus. Indah sekali kala ini.


"I love you," bisik Daneesh lembut.


Annabelle tersipu, "too!"


🍒🍒🍒


Setelah mereka berada di Namsan Tower, kini Annabelle dan Daneesh telah berada di pusat pembelanjaan tengah kota.


Hari mulai petang, namun semangat belanja Annabelle terus menguat, apalagi melihat barang-barang yang sangat lucu.


Brugh!


"Ya ampun, maaf!" suara itu terdengar setelah beberapa belanjaan Annabelle terjatuh.


Daneesh segera memungut barang-barang milik istrinya.


"Mohon maaf, Nona. Aku sangat ceroboh!" sesal seorang gadis cantik, tidak lupa seorang pria berjaket panel datang menghampirinya.


"Aurora? Ada apa?"


Annabelle bergeming.

__ADS_1


"Kau Aurora? Salam kenal, aku Annabelle dan ini suamiku!" balas ramah Annabelle saat tahu jika gadis dihadapannya adalah salah satu teman online dirinya.


"Annabelle? Annabelle yang di Instagram itu bukan?" tanya ramah Aurora.


Annabelle menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun, akhirnya kita bisa bertemu secara langsung," speechless Aurora.


"Oh iya, salam kenal. Salam kenal juga," ujar Aurora menatap suami dari Annabelle itu.


Daneesh menganggukkan kepalanya.


"Daneesh?"


Arah pandang Daneesh menatap pria yang terlihat sangat manis, hampir seperti wajah perempuan.


Bola mata suami Annabelle itu terkesiap, "Langit?"


Kedua pria itu berjabat tangan, "hai! Lama tidak berjumpa! Bagaimana kabarmu?"


Daneesh tersenyum, " aku baik. Kau sendiri bagaimana?"


Langit, pria itu menepuk pundak kokoh teman kuliahnya dulu. "Kenalkan, aku dan Daneesh ini teman kuliah dulu, sayang!" ujar Langit keadaan Aurora.


"Wah, dunia ternyata sesempit itu ya! Aku dan Annabelle pun teman online di Instagram karena kita penggemar BTS!" antusias Aurora.


Kedua mata pria yang tidak lain adalah suamin mereka hanya menghela nafas berat.


Huh!


"Kalian sedang berbulan madu? Aku tidak tahu loh, kau sduhs menikah!" seloroh Langit.


Daneesh menatap wajah teman lamanya, "maaf, Langit. Kamu belum mengadakan resepsi. Kau tahu Annabelle dulu masih sekolah."


"Waw, kau mendapatkan daun muda! Hahaha!!!" Kekeh Langit, Aurora menepuk pundak suaminya.


"Sayang, jangan seperti itu!"


"Maaf ya, suamiku memang suka usil. Aku saja selalu menjadi korbannya setiap hari!" ujar Aurora.


Aurora tahu betul bagaimana sikap suaminya itu, apalagi dengan putra mereka. Selalu saja usil, Aurora pun sampai heran dibuatnya.


(Bagi kalian yang ingin membaca kisah Aurora dan Langit bisa di lihat di Novel Langit Aurora ya reader's!! Sudah T A M A T).


"Bagaimana jika kita makan malam bersama? Kau datang saja ke rumahku, Anna! Aku akan sangat bahagia! Bagaimana?" tawar Aurora.


Annabelle melirik suaminya, meminta persetujuan pria itu. "Boleh, sayang! Kau mau?" tanya balik Daneesh.


"Baiklah, kita tunggu ya! Ini alamat kami!" Langit memberikan secara kartu pengenal kepada Daneesh.


"Sampai bertemu nanti malam, Daneesh, Annabelle!"


[ To be continued ]

__ADS_1


__ADS_2