
"Sudah ya sayang, jangan menangis lagi. Abang minta maaf, kita baikan ya," ujar Daneesh.
Dikecupnya lembut kedua mata itu, tidak lupa jari-jari Daneesh merapikan anak rambut Annabelle.
Cup!
"Sekarang mandi ya, ini sudah sore. Setelah itu kita makan malam bersama, Abang rindu denganmu sayang," Annabelle hanya diam saja saat suaminya itu mengangkat tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi.
Annabelle hanya diam, tidak tahu kenapa. Yang pasti, wanita itu merasa lelah.
Annabelle lelah tanpa dirinya sadari.
"Jangan lama-lama ya sayang mandinya, Abang ada di ruang bilas. Kalau ada apa-apa tinggal panggil saja Abang ya," Annabelle hanya menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap wajah suaminya itu.
Daneesh pun harus bersabar, ini adalah salahnya juga.
Apalagi saat istrinya itu tidak berani menatap wajahnya, membuat Daneesh sangat sakit. "Abang ada di ruang bilas ya," ujar Daneesh yang tidak da respon dari istrinya.
Bahkan hingga kini, setelah mereka mandi dan bersiap-siap. Annabelle masih terdiam, bungkam.
Dia hanya terdiam dan menurut saja. "Mau makan di kamar atau di bawah? Atau mau makan di restoran?" Sebisa dan sesabar mungkin Daneesh menawarkan kesukaan istrinya. Berharap istrinya itu kembali berbicara dengannya.
Jujurly, Daneesh lebih suka Annabelle yang cerewet dan banyak bicara daripada diam dan dingin seperti ini. Hal itu membuatnya tersiksa dengan diamnya Annabelle.
Ini belum lebih dari tiga jam, tapi Daneesh rasanya tidak kuat.
"Anna sayang, mau apa hmm? Bilang pada Abang, Abang juga sudah isi saldo danamu, mau kencan? Atau mau menonton film korea kesukaanmu?" Annabelle menggelengkan kepalanya.
"Jadi mau apa? Jangan diam saja seperti ini sayang, kalau kau tidak ingin Abang dekat-dekat denganmu Abang keluar saja bagaimana? Biar Abang panggil Bibi Hana menemanimu. Atau mau dengan Mami?" Annabelle lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Dia tidak berani menatap wajah Daneesh, apalagi dirinya merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan kepada wajah suaminya itu.
Huh!
Terdengar suara hembusan nafas panjang dan berat. Daneesh benar-benar frustasi saat ini, bagaimana caranya membujuk Annabelle?
Annabelle sendiri yang mendengar hal itu tahu jika sang suami sangat frustasi menghadapi sikapnya ini.
"Anna..."
"Pulang!" Bola mata Daneesh membola saat mendengar ucapan yang keluar dari istrinya.
Pulang? Pulang kemana? Bukankah ini rumah mereka? Bahkan semua kekayaan Sturridge yang mana milik Nathalie dan Kaisar itu kini telah di warisi kepada Daneesh dan Annabelle saat mereka telah menikah.
Bahkan kekayaan Daneesh dan Annabelle pun seimbang, 50% milik Daneesh dan 50% milik Annabelle, istrinya.
Lalu istrinya itu ingin pulang kemana?
"London. Aku ingin tinggal bersama Mommy Daddy, aku tidak ingin tinggal di sini."
Deg!
Daneesh gusar, "tapi kenapa sayang? Kenapa?"
"Aku ingin pulang!"
"Kau akan tetap di sini dengan Abang dan Mami Papi! Kau akan di sini! Kalau kau ingin ke London, maka Abang pun akan pergi dan tinggal di sana bersamamu!" Annabelle menatap wajah suaminya dengan netra berkaca-kaca. Dirinya tidak sanggup seperti ini terus.
"Kalau Om pecat Tante jahat itu, aku akan tinggal di sini. Tapi kalau Om tidak mau, aku tidak mau tinggal dengan Om! Om jahat!" Daneesh menatap istrinya dengan wajah sendu, apalagi saat istrinya itu merubah panggilan kepadanya.
__ADS_1
Tidak ada lagi wajah ceria dan bahagia Annabelle, dirinya kehilangan itu sejak dua hari lalu. Daneesh tidak lagi melihat semua itu, apalagi senyuman dari Annabelle sendiri.
"Abang akan pecat dia! Abang akan pecat dirinya jika kau keberatan dengan keberadaannya. Abang akan melakukan itu untukmu, sayang.
Asal aku tahu, Abang tidak pernah memiliki perasaan lain kepadanya lagi ataupun wanita manapun. Kalau perasaan yang Abang rasakan kepadamu itu cinta, Abang akan katakan, Abang sangat mencintaimu, Annabelle Allaine. Abang cinta kepadamu," air mata Annabelle kembali jatuh saat mendengar ucapan sang suami.
Daneesh mencintai dirinya? Benarkah Daneesh mencintainya?
Annabelle tidak salah dengar bukan?
"Sekarang ayo kita turun, kita makan ya, Mami dan Papi sudah menunggumu." Ujar Daneesh dengan senyuman mengembang saat Annabelle tidak lagi menolak sentuhan darinya.
Sepanjang perjalanan menuju lantai bawah, Daneesh terus menggenggam tangan istrinya. Tidak lupa juga, mengusap tangan lembut itu, berharap dapat menenangkan sang istri.
"Ya ampun, menantu kesayangan Mami. Ayo sayang, kita makan dulu. Setelah itu kita menonton drakor, Mami dengar ada film terbaru tahu!" Seru Nathalie gembira.
Daneesh dan Kaisar hanya bisa mendengus halus. Ibu dan istrinya itu, hah!
Ampun dah!
[ To be continued ]
Spoiler!!!
Ya, Daneesh memaklumi hal itu karena tidak sengaja.
"Memangnya apa yang sudah Anna lakukan kepada Rainer?" Nathalie menatap wajah menantunya yang basah oleh air mata.
__ADS_1
Deg!