
Annabelle masih meras malu dan tidak enak hati atas apa yang diperbuat oleh suaminya. Daneesh pula membantu dirinya membersihkan diri menggunakan handuk basah.
Huh!
Mengalami hal itu membuat Annabelle sangat menyayangi suaminya.
Bahkan, pria itu rela berjongkok di hadapannya hanya demi membantu Annabelle, sungguh luasnya hati Daneesh. Hingga Annabelle tidak sanggup mengatakan apapun, dirinya membisu dengan netra masih memandang wajah tampan Daneesh.
Ya! Annabelle sudah mengakui jika wajah pria yang berstatus sebagai suaminya itu sangat tampan.
Annabelle merasa sangat dicintai!
"Sudah sayang, sebentar ya," Daneesh mendongak ke atas menatap wajah Annabelle yang sedari tadi memandanginya.
Cup!
Di kecupnya kening Annabelle, membuat wanita itu memejamkan mata sejenak merasakan hangatnya bibir Daneesh.
Kemudian pria itu masuk ke dalam kamar mandi menyimpan wadah yang berisi air dengan handuk basah.
Tidak lama kemudian, pria itu keluar.
"Sudah tidak sakit, sayang?" tanya Daneesh dengan wajah cerah dari sebelumnya.
"Tapi aku takut jarum ini, Bang!" rengek Annabelle saat melihat pergelangan tangannya.
"Tidak apa, sayang. Sebentar lagi infusannya habis, lihat Abang saja," ujar Daneesh.
"Atau mau melihat online shop? Mau belanja?" tawar lanjut Daneesh.
Annabelle seketika mengangguk semangat. "Mau mau!"
Kemudian pagi itu mereka berdua lakukan untuk melihat-lihat dan membeli belanjaan untuk Annabelle setelah sebelumnya sarapan pagi di antar perawat.
Nathalie sendiri tadi sudah menghubunginya tidak bisa mengantarkan sarapan sesuai ucapan wanita itu malam kemarin karena dirinya terlambat bangun. Jadi dirinya dan Kaisar akan datang di jam makan siang.
__ADS_1
Daneesh pun memaklumi hal itu, apalagi sang mami terlihat sangat kelelahan kemarin malam.
🍒🍒🍒
Sore hari, setelah senja siap-siap tenggelam seorang diri dan di lahap langit malam sepi.
"Ya sudah, Mami dan Papi pulang dulu ya sayang, besok Mami janji pagi-pagi datang," pamit Nathalie saat setelah siang hari datang menemui sang menantu.
"Iya, Mi. Hati-hati di jalan ya Mi, Pi. Mau Daneesh antara saja?" tawar Daneesh.
"Tidak perlu Rain, Papi bawa mobil. Kau jaga menantu Papi baik-baik." Jawab Kaisar, kemudian menggandeng tangan sang istri.
"Anna, Papi pamit ya. Cepat sembuh, Mamimu tidak ada sekutu di rumah." canda Kaisar yang dibalas cubitan oleh Nathalie.
"Ih, Papi. Jangan begitu sayang, kau harus benar-benar sembuh baru boleh pulang. Paham," ucap Nathalie dengan tatapan lembut.
Annabelle terkekeh pelan kemudian mengangguk.
"Terima kasih Papi, Mami. Anna sayang kalian." balas Annabelle.
"Iya, Bang! Aku rindu." Semangat 45 Annabelle.
"Sebentar ya, tadi Abang sudah telepon saat kau tidur. Mommy tidak ingin mengganggumu tidur, kondisi Grandma juga sudah membaik setelah Minggu lalu pulang dari rumah sakit," jelas Daneesh.
Hingga sebuah suara yang tidak asing bagi Annabelle terdengar, membuat gadis itu terlihat senang.
"Halo Mommy! Daddy!!" ucap keras Annabelle manja.
"Hai, sayangnya Mommy Daddy. Bagaimana kabarmu sayang? Maaf ya, Mommy Daddy belum bisa pulang ke Indonesia sayang." Sedih Ulfa saat melihat kondisi putrinya.
"Tidak apa Mom, Anna baik. Ada Bang Daneesh yang selalu menjaga Anna." Ujar Annabelle.
"Hemm, sudah Abang-abangan ya!" Goda Ulfa mencairkan suasana sedih.
"Ih, Mommy!"
__ADS_1
"Putrinya Daddy jangan sakit-sakit ya sayang, tunggu kami pulang." Suara yang di rindukan Annabelle itu terdengar.
"Daddy!!!" Rengek Annabelle.
Daneesh yang melihat interaksi antara istri dan mertuanya itu ikut tersenyum. Apalagi melihat wajah ceria Annabelle.
🍒🍒🍒
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul tujuh malam, kini saatnya Annabelle makan malam dengan sang suami di sampingnya.
"Sudah sayang, ini yang terkahir." Annabelle segera melahap suapan terakhir Daneesh.
"Terima kasih ya, Bang." Ujar tulus Annabelle.
"Jangan seperti itu, sayang. Ini sudah kewajiban Abang, cepat sembuh ya sayangnya Abang! Jangan sakit-sakit lagi, Bang khawatir tahu." Jelas Daneesh, membuat istrinya tersenyum lebar.
Daneesh mengelap bibir Annabelle dengan sapu tangan, gemas sekali rasanya pria itu melihat wajah istrinya.
"Ya sudah, kau istirahat ya, Abang di sini menunggumu." Annabelle mengangguk setelah minum obat, membuat lamat-lamat kelopak matanya tertutup, terpejam.
Cup!
"Good night, my wife!"
[ To be continued ]
___________________________
Hai Hai reader's!!
Bagaimana kabarnya?
Kisah Daneesh dan Annabelle akan mulai masuk lagi ke konflik-konflik lebih besar, semoga dapat menghibur dan kalian dapat mengambil manfaatnya.
Jangan lupa dukungan kalian semua, like, komentar, vote, dan hadiahnya juga!
__ADS_1
Happ nice day!