Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 64 - Tulip Merah


__ADS_3

Daneesh pulang dengan membawa sebuket bunga tulip merah ditangannya. Suasana hatinya sedang bahagia, membayangkan bagaimana Annabelle menerima bunga yang telah dia bawa dengan wajah bersinar, sudah menyalut semangat Daneesh untuk segera bertemu dengan sang istri tercinta.


Perdana loh ini bunga!



Daneesh langsung masuk ke kamar, setelah Bibi Hana mengatakan jika Annabelle belum keluar dari siang.


Click!


Tuh kan! Benar apa yang dikatakan oleh Bibi Hana, sang istri tengah tertidur pulas. Dengan bergelung selimut tebal berwarna merah muda yang sekarang sudah sedikit berantakan.


Daneesh terkekeh geli melihat semua itu. Pulang di sambut dengan pemandangan seperti ini saja sudah luar biasa sekali.


Tidak ingin mengganggu tidurnya Annabelle, Daneesh melangkah pelan tanpa meninggalkan jejak langkah suara yang mengganggu istrinya. Setelah itu, pria dengan kemeja cokelat dengan rompi yang senada mengecup wajah sang istri, membangunkan Annabelle seperti ini sungguh sangat menyenangkan.


Lah, bagaimana Daneesh ini!


Mesum di balik kesempatan! Tapi Daneesh mengernyitkan dahi heran, tubuh Annabelle terasa lebih hangat dari sebelumnya? Dan juga, wajah wanita itu terlihat sedikit pucat.


Deg!


Apa istrinya sakit setelah bertemu Flo tadi pagi?


Daneesh mengambil termometer, mengecek langsung suhu tubuh Annabelle dan survei membuktikan jika hal itu benar.


Tiga puluh delapan koma dua derajat celsius, sedikit lebih tinggi dari suhu normal Annabelle biasanya.


"Sayang..." panggil Daneesh lembut, bunhay tulip di tangannya kini dia letakkan di meja nakas.. Daneesh ingin lebih fokus kepada istrinya sekarang.


"Anna, sayang, bangun... Abang sudah pulang," lagi, Daneesh mencoba membangunkan Annabelle.kali ini sepertinya berhasil. Istrinya itu menggeliat, kemudian membuka mata dengan sambutan dari senyuman manis Daneesh. Ah!


Memang semangat plus nikmat tiada tara jika bangun tidur sudah dapat senyum semangat dari suami tercinta.


"Abang sudah pulang?" tanya Annabelle dengan suara khas bangun tidur selalu terlihat seksi di telinga Daneesh.


"Sudah berapa kali Abang bilang sayang, matanya jangan di kucek!" Daneesh menarik tangan Annabelle, kebiasaan Annabelle nih setiap bangun tidur, untungnya ada suaminya itu kan!


"Tapi gatal, Bang!"


Cup! Cup!


Daneesh mengecup kedua mata Annabelle, "sudah tidak gatal sekarang," ucap Daneesh. Annabelle tersenyum dan mengangguk sambil merentangkan kedua tangannya.


Tidak biasanya Annabelle ini manja lebih loh! Tapi Daneesh senang!


"Ini jam berapa Abang? Kok Abang sudah pulang?" tanya Annabelle, harum tubuh suaminya itu membuat Annabelle semakin nyaman rasanya. Kepalanya juga sudah tidak pusing, apalagi dada bidang suaminya itu empuk sekali.

__ADS_1


"Jam empat sayang, Abang sengaja pulang lebih cepat setelah meeting di luar tadi." jawab Daneesh, dan betul jika istrinya itu sedang tidak baik-baik saja, buktinya tubuh Annabelle terasa hangat.


Bahkan kini Daneesh melupakan bunga tulip merah yang dibawanya, "kau sakit sayang?" tanyanya.


"Badanmu hangat, tidak seperti biasanya. Wajahmu juga pucat," jelas Daneesh. Annabelle pun tahu jika memang tidak ada yang beres dengan tubuhnya.


Selain rasa pusing dan mual yang dia alami , Annabelle tidak tahu dengan yang terjadi pada tubuhnya.


Tapi ini hal yang cukup asing di alaminya?


"Anna memang sedikit pusing dari siang tadi, Bang!" jawab jujur Annabelle, membuat Daneesh terkejut bukan main.


"Pusing? Kenapa tidak bilang pada Mami atau telepon Abang tadi siang sayang?" Tuh kan!


"Cuma pusing, Bang. Anna tidak apa-apa loh!" ujar Annabelle, supaya suaminya itu tidak merasa khawatir berlebih.


Daneesh mendengus gusar, "tapi tetap saja sayang, kau harus bilang!" respon cepat Daneesh. Pria berstatus suami Annabelle itu tidak suka jika sang istri menyembunyikan rasa sakit yang dirinya rasakan.


Daneesh ingin menjadi suami yang siaga juga. "Sekarang bagaimana? Kita ke dokter saja ya? Atau Abang suruh dokter saja ke sini?" Daneesh mengelus pipi istrinya.


"Tidak usah Abang, tidak perlu. Sekarang sudah tidak apa-apa, hanya saja wajah Anna itu pucat karena terlalu banyak tidur." Tolak Annabelle lembut, Daneesh memang suami pengertian, apalagi semenjak kematian orang tuanya, Daneesh, Nathalie dan Kaisar lebih protektif kepadanya.


"Betul sudah baik-baik saja?" Daneesh memastikan.


Lucu sekali jika melihat raut wajah suaminya ini, serasa muda padahal faktanya adalah tua. Hehehe, "sudah tidak Abang! Sekarang baik-baik saja!"


"Iya, Abang memang tua!" ujar ketus Daneesh.


Annabelle terkekeh, "sudah tua dan Anna suka!" Seketika senyum suaminya itu mengembang. Ah! Di puji sedikit saja Babang Daneesh sudah mulai terbang!


Tulip merah!


"Oh iya, sayang. Abang bawa sesuatu untukmu!" Daneesh memasang wajah misterius, memancing rasa penasaran Annabelle.


"Sesuatu apa?" tanya penasaran Annabelle. Tidak biasanya loh suaminya ini memberikan hadiah dengan misterius seperti ini. Annabelle 'kan jadi penasaran coba!


Daneesh menoleh ke arah meja nakas sejenak, lalu mengambil buket bunga yang tidak terlalu besar dan memberikannya kepada sang istri tercinta.


"Bunga tulip merah, Abang ta—" ucapan Daneesh terpotong oleh suara teriakan sang istri.


"Abang!!! Simpan bunganya jauh-jauh! Anna tidak suka tahu baunya!"


Duaarrr!!!


Hancur sudah hati Daneesh, khayalan tingkat dewa kini menjadi aksi comberan semata.


Bagaimana Annabelle yang bahagia dan mencium pipinya, lalu wajah wanita itu bersemu merah itu kini tergantikan oleh ekspektasi yang sangat membagongkan!

__ADS_1


Daneesh sungguh terherman-herman.


Apalagi Annabelle sampai menutup hidup dan mata saat buket itu ada di hadapannya, di depan matanya.


Apa memang sebau itu? Daneesh rasa tidak, malahan Daneesh suka dengan bau dan bentuknya yang indah dan cantik. "Sayang, ini bunga tulip, baunya juga—"


"Tapi Anna tidak suka Abang!" potong cepat Annabelle, Daneesh pun patah hati yang begitu dalam. Kemudian menyingkirkan bunga itu di depan istrinya. Padahal loh, kalian tahu bagaimana Daneesh sudah meminta penjual bunganya tadi untuk membuat buket bunga yang tercantik semampu mereka.


"Sudah Abang buang..." ucap lirih Daneesh, raut wajah pria itu redup seperti anak kecil yang telah di tolak cinta oleh sang pujangga.


Annabelle yang menyadari itupun merasa bersalah. Dirinya tahu Daneesh sudah berusaha membuatnya senang, tapi respon dirinya tidak sesuai ekspektasi suaminya. Tapi mau bagaimana lagi, bau bunga itu sungguh sangat menyiksa indera penciuman Annabelle.


Tidak ingin membuat Daneesh semakin sedih, Annabelle menyuruh pria itu untuk mendekat. "Abang sini!" pinta manja Annabelle.


Daneesh mendekat, kemudian tubuh kekar pria itu di peluknya oleh sang istri, guna mencoba untuk mengurangi kekecewaan yang di deranya.


"Maaf ya Abang, Anna bukannya tidak suka buket dan hadiah dari Abang! Tapi sungguh baunya itu sangat menyengat! Anna sampai mual tadi!" Daneesh mengembuskan napas panjang, mungkin salah dirinya juga karena tidak memberikan bunga itu di waktu yang tepat.


Annabelle 'kan sedang sakit!


"Abang tidak marah 'kan pada Anna?" tanya Annabelle gusar. Tidak enak sekali membuat suaminya ini sedih!


"Marah kenapa sayang?" tanya balik Daneesh, "marah karena tadi? Tidak! Abang tidak marah!" Annabelle tersenyum. Walaupun hal itu terkesan tidak sopan, namun betul-betul, sumpah demi mie setan level iblis kesukaan Annabelle! Bau bunga itu terlalu menyengat, sangat malahan.


Tidak tahu ada salah dengan bunga itu atau ada sesuatu dalam diri Annabelle sendiri!


"Kau sudah makan sayang?" tanya Daneesh yang masih memeluk tubuh istrinya. "Sudah Bang!"


"Kapan?" tanya lagi Daneesh.


"Tadi siang!"


Eh? "Berarti sekarang belum dong!" Annabelle mengangguk.


"Ya sudah sekarang kita ke luar yuk! Cari makan di sana, kau siap-siap ya sayang!" Lagi-lagi Annabelle mengangguk, senyum cerah terpatri indah di wajahnya setelah di ajak makan di luar dengan Daneesh. Dan Annabelle akan makan sepuasnya. Dirinya malam ini akan menghabiskan uang suaminya itu.


Gas lah Annabelle! Reader's ada yang mau nitip nih sama Annabelle! Mumpung di traktir dong sama putranya Nathalie ini!


List lah!


[ To be continued ]


1.


2.


3.

__ADS_1


...


__ADS_2