
Siaran televisi dan radio terdengar di seluruh Indonesia. Hari ini adalah pemilihan umum bagi jajaran di negara kesatuan republik itu.
Salah satunya Daneesh, gubernur muda di Jakarta. Acara rangkaian satu dan lainnya kini telah pria itu lewati.
Impiannya menjadi seorang gubernur kini telah dia raih dan rasakan, dan pada akhirnya seorang keturunan Sturridge harus kembali kepada alamnya, yaitu meneruskan perusahaan Sturridge Corp.
Banyak yang tidak tahu bagaimana gubernur muda itu, selain ketampanan dan ketangkasan dalam bekerja. Daneesh adalah seseorang yang tidak suka di sorot oleh publik.
"Selamat Om, sudah jadi CEO seperti yang suka aku baca di novel-novel!" cengir Annabelle, membuat Daneesh terkekeh gemas melihat kelakuan istrinya itu.
"Terima kasih, Anna." Daneesh tersenyum tulus.
Kini keduanya telah sampai di kediaman Nathalie dan Kaisar. Kedua paruh baya itu kini tengah menunggu sang anak dan menantunya yang datang ke balai kota.
"Bagaimana tadi, Rain?" tanya Nathalie tidak sabaran.
Cup!
"Rainer!!!" Kaisar menatap tajam putranya yang dengan lancang mencium pipi sang istri. Tapi hal itu tidak diindahkan oleh sang empu.
"Papi, kenapa sih!" Nathalie mulai gemas dengan tingkah sang suami. Sudah tua tapi tetap saja cemburuan, pada anaknya pula.
Kaisar mendekat, merangkul pundak sang istri tercinta.
"Tadi sudah selesai, Mi. Mulai saat ini Rain tidak lagi menjadi gubernur, jadi mulai besok perusahaan akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Rain." jelas Daneesh.
"Wah, selamat ya! Ya sudah kalau begitu kita makan siang dulu saja, ayo sayang!" Daneesh melongo menatap sang mami.
Dia kira yang akan di gandeng oleh Nathalie adalah dirinya. Tapi apa yang barusan dia lihat? Istrinya kini mulai menggeser posisinya sebagai anak kesayangan Nathalie.
Huh!
Daneesh mendengus kasar.
Kaisar yang melihat keprihatinan sang anak hanya bisa terkekeh geli. Kemudian menyusul sang istri dan menantunya ke dalam, tepatnya menuju ruang makan.
Annabelle sendiri terlihat senang ketika melihat makanan favoritnya. Wah, Nathalie memang mertua idaman!
"Makan yang banyak ya sayang, supaya tambah gemoy!" ujar Nathalie.
"Tapi kata Om Daneesh aku jelek, Mami!" Adu Annabelle, seketika mata Daneesh terbelalak terkejut.
Wah wah! Ini fitnah!
"Daneesh!!! Kau bilang istrimu jelek hah!" Daneesh gugup tatkala melihat mata tajam sang mami.
"Ti-tidak Mi, Rain hanya bercanda. Annabelle cantik sekali malahan!" ujar paksa Daneesh.
"Awas saja ya kau jika membuat putri kesayangannya Mami ini sedih! Mau Mami buang lagi ke dalam perut hah!" Ancam Nathalie.
__ADS_1
Annabelle dan Kaisar yang sedari tadi mendengar perdebatan itu pun hanya bisa tertawa cekikikan. Ada ada saja mereka ini!
"Ampun, Mi. Iya, Rain minta maaf, Rain salah!" Sudahlah, lebih baik dirinya yang mengaku daripada kepanjangan.
Setelah drama kolosal di dalam kediaman Sturridge itu. Kini mereka melanjutkan makan siang dengan suasana hening seperti biasa.
Annabelle dan Daneesh sendiri memutuskan untuk tidur siang setelah kegiatan mereka yang cukup menguras energi, apalagi Annabelle yang bolak balik antara sekolah dan balai desa untuk menemani sang suami atas perintah Daneesh sendiri.
Berita-berita tentang hasil pemilu telah keluar, Daneesh kini tidak terlalu menyimak serius berbagai kabar. Fokusnya hanya dua, perusahaan dan istri kecilnya.
Kedua itu dirinya yakin akan menguras tenaga dalam dan luar. Harus siap-siap sabar.
πππ
Kamar Daneesh dan Annabelle
Mansion Sturridge
"Kau besok masih libur bukan?"
Annabelle yang sedang bermain game mobile legend itu terhenti, menatap wajah suaminya. "Iya, Om. Anna besok libur, tapi besok Anna ke sekolah sebentar, memangnya kenapa?"
"Kau besok bisa ikut denganku pergi ke kantor? Setelah itu kita akan jalan-jalan ke mall sesuai ucapanku tadi pagi saat di balai kota." ujar Daneesh.
Buru-buru Annabelle menganggukkan kepalanya. Lagian dirinya bosan. Apalagi Liam dan Alice tidak ada di kota ini, mereka berdua seperti sengaja menjatuhkan diri dari Annabelle selama liburan.
"Boleh Om, nanti Om jemput Anna ya!"
"Kau sedang main apa?" ujar tiba-tiba Daneesh.
Annabelle menoleh, "mobil legend, Om! Oh iya, Om juga harus main, harus bisa, biar aku tidak kesepian saat main." Annabelle tiba-tiba menghadap sang suami.
"Tidak, aku tidak bisa memainkannya." Jawab Daneesh.
Tapi apakah Annabelle akan menyerah? Oh tidak ferguso!
"Om, please. Om harus bisa, aku mau Om Daneesh bisa main mobile legend, nanti kita main sama-sama. Ya Om, 'kan Om pinter. Pasti bisa!" Bujuk Annabelle, membuat Daneesh akhirnya dengan enggan mengangguk.
"Yes!!!"
Daneesh lagi-lagi dibuat geleng kepala oleh tingkah Annabelle, tapi itu membuatnya bahagia.
πππ
Sesuai kesepakatan semalam, kini Annabelle dan Daneesh tengah berada di dalam mobil menuju perusahaan Sturridge Corp.
Annabelle sendiri baru saja dari sekolah setelah mengirimkan suatu berkas dirinya kepada wali kelas, Mr. Adam.
Jalanan Kota Jakarta hari itu lumayan padat, setelah tiga puluh dua menit berlabuh pada lautan jalanan. Kini mereka telah sampai di depan gedung Sturridge Corp.
__ADS_1
Netra indah Annabelle terbelalak kagum. "Ini betul-betul tempat kerja Om Daneesh? Berarti ini punya aku juga dong Om? 'Kan aku istrinya Om sama anak kesayangannya Mami. Aku boleh 'kan main ke sini dengan Mami nanti?" Cerocos Annabelle.
Bahkan dengan polosnya, gadis itu menghitung lantai gedung dihadapannya.
"Ini hanya lima puluh tiga lantai Anna, ayo masuk!" Daneesh menggandeng tangan sang istri, namun hal itu ditepis oleh sang empu.
Melihat hal itu, senyum Daneesh meluntur. Di sisi lain Annabelle yang melihat perubahan raut wajah sang suami merasa bersalah. Bukan maksud seperti itu! Tapi Annabelle tidak pernah bersentuhan dengan pria lain selain Dad Darius dan Liam, sahabat baiknya itu.
"Maaf, Om. Aku tidak bermaksud kasar, tapi rasanya aku belum terbiasa di sentuh selain Daddy!" Daneesh pun memaklumi hal itu. Karena dirinya tahu jika Annabelle tidak pernah pacaran dan lagi pula temannya hanya dua orang aneh itu, Alice dan Liam.
Satu wanita seperti pria dan satu pria seperti wanita.
Tapi Daneesh dapat melihat jika persahabatan mereka adalah hubungan yang sehat, bukan membawa pengaruh buruk bagi Annabelle.
"Ya sudah, ayo masuk! Tapi aku mohon, mulai sekarang biasakan sentuhan dariku. Aku ini suamimu Annabelle, kau harus ingat itu!" ujar Daneesh.
Annabelle mengangguk, "iya, Om." Daneesh pun tersenyum dan mengusap puncak kepala sang istri.
"Tugas suami itu mengingatkan istrinya, jadi kau harus terima selagi itu hal yang baik, begitupun diriku. Jika aku ada salah, kau bisa mengingatkan. Kita sama-sama belajar," pesan Daneesh.
"Ya sudah, sini aku cium sebagai permintaan maaf kepada Om." Nah, Annabelle dalam mode merayu nih!
Dan dapat dilihat raut wajah Daneesh yang tiba-tiba panik. "Anna, kau mau apa?" Daneesh lantas menjauhkan wajahnya saat Annabelle mulai mendekat.
Belum hilang keterkejutannya itu, kini Annabelle telah duduk di pangkuan sang suami, membuat Daneesh kalang kabut.
"Anna, jangan nakal!"
"Bukankah tadi bilang kalau bersentuhan dengan suami itu tidak dosa, berarti aku cium Om tidak dosa bukan? Coba cium aku! Aku ingin tahu rasanya ciuman! Apa seperti di drama-drama korea?" goda Annabelle.
"Atauβ" Belum sempat gadis itu melanjutkan ucapannya, Daneesh lebih dulu membungkam bibirnya.
Yah God!
Daneesh benar-benar melakukan apa yang diinginkan oleh sang istri kecil. Dia tidak munafik! Daneesh, ini adalah ciuman pertama bagi mereka berdua. Walau dulunya Daneesh pernah berpacaran dengan Flo, tapi dirinya tak lebih dari mencium kepala wanita itu.
Deg!
Hati Annabelle terkesiap terkejut. Tangan gadis itu meraba pada dada bidang Daneesh. Rambut-rambut kecil di sekitar dagu membuat rasa geli yang teramat bagi dirinya, tapi hal itu menambah kesan nano-nano begitu. Tahu lah!
Pusing author dengan kelakuan Annabelle ini!
Rasanya stok kesabaran Daneesh harus benar-benar extra! Bukan begitu? Untung pria ini adalah putra kesayangan Nathalie dan Kaisar, jadi tidak banyak gaya lah ya!
[ To be continued ]
--------------------------------
Spoiler!!!
__ADS_1
"Jadi kalau tidak sakit jantung, Om sakit apa? Bukankah Om tadi bilang tidak baik untuk jantung Om? Jadi sakit apa kalau bukan sakit jantung?" tanya Annabelle begitu polosnya.
Haduh istrinya Daneesh!