Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 44 - Hari Kelulusan


__ADS_3

Annabelle mengerjapkan mata, tidur cantiknya terganggu oleh kecupan bertubi-tubi yang dia rasakan di wajahnya.


Masih dengan tubuh polos yang dibalut oleh selimut saja, akibat dari pertarungan panas semalam dengan suaminya, Daneesh.


"Abang! Anna masih mengantuk!" Protes Annabelle membalikkan badan mencoba menghindari serangan dari suaminya, siapa lagi coba.


"Sayang, bangun...."


Suara maskulin milik Daneesh membuat Annabelle semakin memejamkan mata.


"Mau Abang hajar lagi hmm, seperti semalam," bisik Daneesh di balik telinga istrinya. Membuat sang empu langsung terduduk dengan mata menajam bebas.


"Abang ih!"


"Sudah siang sayang, kau hari ini ada acara perpisahan bukan?" Ujar Daneesh mengingatkan.


Annabelle terkejut, "ya ampun, Anna lupa."


"Ya sudah, tuh Abang sudah memilih kebaya untukmu. Mau Abang mandikan? Atau sendiri?" Tanya Daneesh.


"Sendiri saja Abang, Abang semakin hari semakin mesum sih! Anna jadi geli!" Annabelle tertawa lalu berlari menuju kamar mandi dengan selimut yang melilit di tubuhnya.


"Jangan lari sayang! Abang tunggu di bawah dengan Mami ya!" Ujar Daneesh lantas keluar dari kamar.


"Iya, Bos!" Pria itu lagi-lagi hanya bisa tersenyum mendengar perkataan istrinya.


🍒🍒🍒


Satu jam berlalu.


Daneesh terkesima saat melihat istrinya itu turun, mata pria itu di beberapa detik pertama tidak berkedip. Membuat Nathalie yang ada di sebelahnya hanya tersenyum jahil. "Sudah, nanti paus masuk tuh ! Lebar amat!" Daneesh terkesiap mendengar sindiran maminya.


"Ih, Mami!"

__ADS_1


Nathalie mendekat kepada menantunya itu, Annabelle kini tampil cantik dengan riasan tipis dan kebaya meran marun. Sangat kontras sekali dengan kulitnya yang putih. Belum lagi, kain batik yang menjulur indah di sisi kiri tubuhnya itu semakin menambah kesan elegan pada dirinya.


Rambut coklatnya di sanggul tapi dengan anak rambut yang di sengaja di biarkan menjuntai bergelombang di bagian kanannya.


Sempurna!


Jantung Daneesh berdegup kencang, nafas pria itu tidak beraturan. Melihat istrinya secantik ini, ah! Daneesh di buat terkesima.


Istrinya itu memang cantik, apalagi jika terlihat dengan riasan seperti ini, membuatnya terlihat lebih dewasa. Bahkan Daneesh seperti melihat Annabelle di versi lain.


"Tuh, awas saja kau macam-macam Rainer, Anna itu cantik. Kalau kau menyakitinya lagi, akan Mami tawarkan kepada anak teman Mami lainnya." Usil Nathalie, mengejek sang putra.


Kaisar sendiri hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan istrinya itu, "sudah sayang, ini 'kan hari perpisahan sekolah menantu kita. Jangan buat putramu itu sedih. Kasihan, nanti cepat tua!"


Daneesh yang tadinya terharu akan pembelaan sang papi, kini merasa gondok kembali. Hah! Orang tuanya ini!


Lagi-lagi Daneesh seperti di bully seorang diri di rumah ini!


"Abang!" Sapa riang Annabelle yang mendapat balasan berupa kecupan di keningnya.


"Papi, Mami cantik juga 'kan?" Tanya ejek Nathalie. Kaisar sendiri yang tidak mau kalah dengan putranya itu mengecup pipi sang istri.


"Sudah, kita berangkat! Sepertinya jalanan akan macet," Kaisar menginterupsi. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang sama, dimana Daneesh yang menyetir mobil tersebut. Kaisar di sebelahnya. Sementara para wanita atau istri-istri mereka ada di jok belakang.


🍒🍒🍒


"LULUS!!!"


Acara perpisahan serta pengucapan kelulusan bagi angkatan Annabelle di SMA Atlantis itu begitu meriah.


Podium yang aman di jadikan sebagai tempat acara penuh dengan lautan manusia dengan berbagai macam model batik. Harap saja, sekolah ini adalah sekolah termahal di Jakarta.


"Selamat ya sayang," Nathalie tersenyum bangga. Walaupun dirinya tidak masuk ke dalam siswa berprestasi, tapi itu membuat suami dan mertuanya juga bangga.

__ADS_1


Bangga sekali malahan.


Cup!


"Selamat sayang," ujar Daneesh yang baru saja tiba setelah bersapa hangat dengan kenalan kolega maupun anggota dewan saat dirinya masih menjabat sebagai gubernur.


"Selamat ya Anna," Kaisar dan Nathalie memberikan sebuah hadiah berupa kalung berlian yang tentu harganya tidak main-main.


Satu per satu Annabelle dan siswa lainnya saling berjabat tangan, saling mendoakan dan memberikan kebahagiaan atas lulusnya mereka.


Apalagi Alice dan Liam yang sedari tadi mendekat pada Nathalie, berniat semoga dapat di jadikan anak angkat saja.


"Cie di antar suami dan mertua!" Liam mengejak Annabelle dengan gaya khasnya.


"Iyalah, Anna gitu loh!" canda Annabelle, membuat dirinya dan Alice tertawa.


Liam dan Alice sendiri akan pindah ke Yogyakarta karena kedua orang tua mereka adalah teman dekat. Setahu Annabelle mereka akan kuliah di salah satu universitas di sana.


Annabelle sendiri akan melanjutkan kuliah di jurusan seni, sesuai minatnya. Tidak jauh dari rumah mereka, apalagi Daneesh yang tidak mengizinkan Annabelle jauh-jauh darinya.


Sedang, Daneesh sendiri hanya tersenyum melihat perbincangan ketiga anak muda di hadapannya. Lalu di tuntunnya tangan istrinya itu menuju taman sekolah.


"Ini salah satu hadiah untukmu, istriku," Annabelle menoleh pada dua sosok yang tidak asing baginya. Netra Annabelle membola, terkejut bahagia.


"Mommy!!! Daddyy!!!"


[ To be continued ]


...--------------------------------...


Spoiler!!


Deg!

__ADS_1


"Iya, seindah wajahmu!" ucap singkat Daneesh, tapi membuat wajah istrinya itu memerah. Belum lagi, jantung wanita itu kian berdetak kencang.


__ADS_2