Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 73 - Musim Gugur (Nathalie!)


__ADS_3

Sudah dua hari lebih Nathalie dan Kaisar berada di London.


Kedua pasang suami istri terlihat bahagia saat keluar dari rumah sakit bersama Athena dan Faiz yang berada di sampingnya.


"Harus banyak istirahat, Kak. Jangan terlalu di posir terus. Kau ini!" Gerutu Kaisar, membuat Nathalie dan Athena memutar bola malas. Sudah lebih dari sepuluh kali pria itu berkata dengan kalimat yang sama.


Udara terasa dingin, daun-daun di kota itu mulai berguguran tanda musim gugur telah tiba. Jalanan sesekali terdesak oleh kendaraan yang berlalu lalang.


Branson Hospital telah hilang di telan tikungan jalan, mobil di kendarai oleh Kaisar. Sedangkan Faiz menemani sang istri di bagian jok belakang.


"Bagaimana keadaan Olive? Cucu kalian baik-baik saja bukan? Aku baru tahu kalau dia melahirkan loh!" Cetus Nathalie.


"Iya, Nath. Maaf baru memberi kalian kabar, menantuku baik-baik saja. Cucu kami juga sehat, hanya saja kalian tengah zonk. Izal dan Olive saat ini masih berlibur di Los Angeles. Baru pulang dua minggu lagi," tutur Athena.


"Mungkin tahun depan kita bisa berkumpul, Anna pun pasti sudah melahirkan bukan?" tanya Faiz, membuat wajah Nathalie cerah jika mengingat kehamilan menantunya itu.


"Iya, itu pasti! Annabelle akan melahirkan bayi yang lucu seperti dirinya. Aku harap sih tidak seperti putraku yang kaku itu! Entah darimana sikap Rainer, padahal aku dan Kaisar tidak begitu, ya 'kan Pi?" Kaisar mengangguk mendengar pertanyaan istrinya.


"Bukan kaku, tapi keponakanku itu orangnya tertutup, seperti Kaisar dulu. Ya kalau sekarang sih 'kan ada kau, Anna!" Kekeh Athena menatap wajah adiknya yang cemberut.


Walau sudah berumur dan hampir memiliki cucu, tapi Athena dan Kaisar jika bertemu tidak pernah akur dalam artian lain. Keduanya saling bertingkah seolah masih anak remaja saja.


Kadang kenangan itu membuat rindu di benak keduanya, apalagi mengingat orang tua mereka yang kini telah tiada, Darius dan Arabella.


Hah!


Mobil telah sampai di pekarangan rumah kediaman Athena dan Faiz yang tidak kalah mewah dneagn mansion Sturridge.


"Perlu aku gendong tidak sayang?" Athena terkekeh, kemudian menggeleng.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Kau ini!" Faiz tersenyum lebar.


"So sweet nya!" Sindir Nathalie, kemudian melenggang masuk ke dalam dengan menggenggam lengan Kaisar.


"Kau itu Nath, ya ampun!" Athena terkekeh, kemudian turun di bantu oleh sang suami, menyusul adik dan adik iparnya yang telah masuk terlebih dahulu.


Suasana pagi ini sangat sendu, entah perasaan apa yang hinggap dalam hati Nathalie. Wanita itu tidak bergeming saat mendengar panggilan telepon yang terus berdering di ponsel suaminya.


Jendela yang silih berganti dengan angin sepoi-sepoi itu mengalihkan perhatian Nathalie, wanita itu, ibu dari Daneesh itu, tengah menatap langit yang terasa hampa.

__ADS_1


Ada kekosongan dalam hatinya.


Tiba-tiba wajah manis Annabelle terkesiap dalam lamunannya. Degup jantung wanita itu semakin erat dan cepat bekerja, seolah membabi-buta akan suatu hal yang tidak pasti akan baik-baik saja.


Getaran di tangannya dia rasa, sekejap itu Natha menangis pilu. Tidak tahu apa yang membuatnya bersedih, tapi saat ini Nathalie hanya ingin menangis.


Wanita itu duduk di tepi ranjang, membenamkan seluruh wajah dalam genggaman tangannya. Isakan lirih itu memberikan lara hebat dalam sanubari yang begitu hampa semata.


Nathalie masih menangis, hingga membuat Kaisar yang baru saja keluar dari kamar mandi tergolek terkejut. "Sayang, Nath! Ada apa? Kenapa kau menangis?" Ujar khawatir Kaisar, hingga pria itu dengan cepat berjalan menuju arah ranjang.


"Hei, sayang! Kau kenapa? Nath, sayang!" Desak Kaisar.


Nathalie meremas dadanya, mencoba untuk menelan sesak di dalamnya. Dirinya pun tidak tahu kenapa dia menangis. Kenapa dia menangis?


"Kai, aku, aku tidak tahu!" singkat Nathalie, membuat Kaisar mengerutkan keningnya.


"Tidak tahu?"


Nathalie mengangguk, kemudian menghela nafas panjang, diusapnya air mata yang bercucuran di pipinya. "Aku, aku ingin pulang! Aku ingin bertemu menantuku, aku tidak tahu Kai, please kita pulang ya!" Lemas Nathalie.


"Tapi sayang, seluruh bandara masih di tutup—"


"Kita bisa membeli jet pribadi bukan? Tolong, demi aku,... Aku hanya ingin segera bertemu Annabelle, aku sudah berkali-kali menelponnya semalam tapi belum ada balasan sama sekali. Rainer punya sama!" Cetus Nathalie.


"Nath, kau kenapa?"


"Istriku ingin pulang, Kak. Aku akan memesan jet pribadi untuk kamu pulang. Maaf tidak bisa berlama-lama di sini, entah kenapa Nathalie keras kepala ingin pulang. Dia rindu menantu juga," ujar  Kaisar.


Athena mendekat pada adik iparnya, "Nath, are you okay?"


Nathalie menggeleng, pikirannya seketika kacau dalam sekejap. Rasanya dia ingin menangis. Tapi tidak tahu karena apa?


"Aku tidak tahu, tapi aku hanya ingin pulang Kak! Aku ingin bertemu Annabelle! Aku, aku rasa mereka tengah tidak baik-baik saja! Telepon pun tidak aktif, bahkan telepon rumah tidak ada yang menjawabnya sekalipun!" Jawab Nathalie terbata-bata.


Athena mengangguk, mencoba mengerti perasaan wanita itu. "Baiklah, aku paham bagaimana perasaanmu."


"Kai, kau bisa meminjam jet pribadi dari tetangga kami,  Tuan Ars. Jika membeli atau memesan itu akan butuh waktu lama. Faiz yang akan menemanimu, bisa kan sayang?" Faiz mengangguk.


"Tentu, tapi—"

__ADS_1


Ting!


Ting!


Perkataan Faiz terhenti saat ponsel Kaisar berdering, langkah kaki pria itu mendekat.


"Mang Izzat?"


Nathalie lantas berdiri di sebelah suaminya, "ya ampun, aku lupa jika Mang Izzat sudah kembali dari kampung!"


"Iya sayang, Mang Izzat sudah satu minggu, jadi kau tenang saja ya. Semua akan baik-baik saja. Sebentar," izin Kaisar. Suasana kamar itu hening saat mendengar suara deru nafas Mang Izza yang terengah-engah.


Mendadak perasaan lega itu hilang tanpa jeda. Nathalie sesekali meremas jari jemari, di sampingnya Athena menenangkan wanita itu. Tidak biasanya Nathalie bertingkah seperti ini.


"Ha-halo, Tuan..?" Suara Mang Izzat terdengar bergetar.


"Halo, Mang? Bagaimana? Semua baik-baik saja? Istriku tadi menelpon Anna dan Rainer tidak ada jawaban, panggilan rumah pun tidak ada yang mengangkatnya, apa terjadi sesuatu?" Tanya beruntun Kaisar.


"Tu-tuan,..." Hening, suara Mang Izzat tidak lagi terdengar. Hanya suara roda berputar dan hiruk pikuk di dalamnya.


"Mang Izza? Mang Izza sekarang ada dimana?" Tanya Kaisar lagi.


"..."


Namun, tidak ada jawaban darinya. Tapi Kaisar tahu jika Mang Izzat masih ada dan mendengarkan, buktinya saja suara nafas pria itu masih terdengar. "Mang?"


"Maaf, Tuan... Non Anna kecelakaan...."


Duar!!!


"Apa maksud Mang Izzat? Bagaimana bisa? Dimana Rainer?"


"Tuan Daneesh saat ini masih belum sadarkan diri," ucap Mang Izzat.


"Hah!"


Nathalie terdiam mematung, jantung wanita itu tidak dapat ditoleransi lagi. Gumpalan awan hitam mulai terlihat di ujung hatinya.


Hingga tubuh itu tumbang, "Nathalie!"

__ADS_1


••••


Turut berduka buat calon bayi Annabelle dan Daneesh yang mungkin saja terbawa oleh arus air hujan.


__ADS_2