Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 30 - Operasi


__ADS_3

Selamat menikmati, reader's!


____________


Daneesh, pria itu tidak lagi memikirkan bagaimana keadaannya. Hanya satu yang dirinya pikirkan, Annabelle.


Tidak ada yang tahu bagaimana kencangnya pria itu mengendarai mobil membelah jalanan menuju Jakarta.


Sejuta pertanyaan terus menerus menguar dari kepalanya, apa yang sebenarnya terjadi?


Kenapa Annabelle bisa mengalami pendarahan?


Hati dan pikiran Daneesh tidak lagi bisa tenang, memikirkan Annabelle rasanya begitu sakit.


Tepat pukul dua belas malam, dirinya telah sampai di rumah sakit tempat dimana istrinya di rawat. Setelah sampai di depan bangunan tinggi nan besar itu, Daneesh keluar tanpa peduli dimana dirinya parkir.


Bruk!


Daneesh berlari menuju ruang rawat Annabelle yang baru saja dia ketahui dari resepsionis.


Brak!


Pintu kamar itu terbuka kasar, siapa lagi pelakunya jika bukan pria dengan penampilan lusuh dan acak-acakan itu.


"Rainer ..." suara Nathalie yang pertama kali dia dengar.


Jantung Daneesh tidak bisa berdetak normal saat melihat bagaimana istrinya yang terbaring di atas tempat tidur dengan selang infus yang menghiasi tangan indahnya.


Sakit!


Sakit sekali Daneesh melihat pemandangan seperti ini!


Hancur sudah hatinya! Dia merasa gagal menjadi suami bagi Annabelle. Dia tidak bisa menjaga istrinya dengan baik. Daneesh telah benar-benar gagal.


Dia benar-benar merasa gagal, belum lagi kulit pucat istri kecilnya itu.


"Sayang, Abang pulang...." sangat sulit sekali dirinya melangkahkan kaki mendekati Annabelle terbaring lemah.


Deg!


Dadanya terasa sesak dan sempit. Seakan ada batu besar yang menghimpit di dalamnya.


"Abang pulang sayang, buka matamu ya. Abang sudah ada di sini, sayang. Abang sudah pulang... Abang tidak akan meninggalkanmu lagi, buka ya matanya..." Nathalie tidak sanggup melihat semua ini, mata wanita itu masih memerah.


Nathalie tidak pernah melihat sang putra begitu cinta kepada seorang wanita seperti ini, dan beruntungnya Annabelle adalah wanita yang dapat membuat Daneesh tergila-gila.


Bahkan melebihi mantannya itu, siapa lagi jika bukan si Flo!


Coba saja, bayangkan saja! Jakarta Bandung yang biasanya memakan waktu perjalanan paling cepat lima jam, Daneesh bisa sampai hanya dalam waktu tiga jam setengah. Bayangkan saja secepat apa putranya itu mengendarai mobil.


Bagaimana jika ada sesuatu terhadap Daneesh, putranya itu?

__ADS_1


Nathalie tidak akan sanggup.


"Anna baru saja tidur Rain, dia dalam pengaruh obat bius setelah melakukan operasi pengangkatan kista di rahimnya." jelas Nathalie.


Deg!


"Operasi?" Daneesh terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar. Setetes bulir bening mulai menyeruak di netra berstatus suami Annabelle itu.


Nathalie menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang, maaf Mami tidak meminta izin terlebih dahulu kepadamu. Dokter menyarankan hal itu secepatnya untuk kebaikan Anna sayang," wajah Daneesh seketika tertampar keras.


Bagaimana bisa dirinya di sebut suami Annabelle? Istrinya itu sakit dan dirinya tidak ada di sampingnya? Lebih parahnya lagi di saat Annabelle operasi pun, Daneesh tidak ada di sampingnya?


Suami macam apa kau ini Daneesh?


Suami macam apa?


"Anna kini sudah membaik, biarkan dirinya istirahat. Sedari tadi dirinya terus menangis dan memanggil dirimu." jelas Nathalie lagi.


Daneesh berdiri menghadap Nathalie, maminya yang luar biasa ini. Dapat dilihat raut wajah lelah dari wanita yang telah melahirkannya ini.


Cup!


Kecupan di dapat Nathalie pada punggung tangannya. "Terima kasih ya Mi, Pi sudah bantu Rain untuk jaga Anna. Rain minta maaf belum bisa jadi suami yang baik untuknya. Rain gagal Mi," Nathalie tidak tega dengan keadaan putranya saat ini.


"Susah sayang, sekarang kau mandi gih. Biar Anna sama Mami dan Papi di sini." titah lembut Nathalie.


"Jaga Anna ya Mi, Rain akan mandi dulu sebentar," walau berat meninggalkan sang istri tapi tubuh Daneesh kini benar-benar gerah dan lengket.


🍒🍒🍒


Daneesh kini telah keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang lebih segar dari sebelumnya.


"Pi, Mi. Papi dan Mami pulang saja, biar Rain yang jaga istri Rain di sini. Lagipula Papi belum pulih total, harus banyak istirahat juga," ujar Daneesh.


"Mami dan Papi pulang dulu ya Rain, besok pagi-pagi Mami datang lagi bawa sarapan untuk kalian ya," jawab Nathalie menyetujui saran sang putra. Nathalie mengaku bahwa dirinya dan Kaisar memang butuh istirahat sejenak.


Daneesh mengantar kedua orang tuanya keluar dari kamar rawat Annabelle, kemudian dirinya duduk di samping ranjang sang istri dengan kursi yang tersedia.


Dipegangnya dengan lembut istri kecilnya itu, di usao pelan-pelan dengan sepenuh hati. Lalu memberikan beberapa kecupan lembut dari bibirnya.


Daneesh begitu pilu, saat melihat wajah pucat dan bibir kering Annabelle. Tidak lagi seperti biasanya yang merah merona dengan lip balm yang selalu Annabelle gunakan.


Ah, andai saja dirinya tidak sibuk dengan pekerjaan dan dunianya sendiri!


Andai saja dirinya tadi berusaha untuk menghubungi sang istri saat tidak bisa tersambung!


Andai saja jika dirinya tidak pergi ke Bandung!


Kata maaf terus Daneesh layangkan setiap detik, selalu bentuk pengampunan kepada istrinya. Yah walaupun Annabelle tidak dapat mendengar karena terpengaruh obat bius.

__ADS_1


Daneesh berharap bahwa sang istri dapat kembali pulih dan ceria kembali.


"Cepat sembuh sayang, Abang sayang dirimu. Maafkan Abang ya," akhirnya Daneesh tertidur dengan tangannya yang menopang di sisi ranjang.


Daneesh lelah...


🍒🍒🍒


Semalam Jakarta di basahi oleh gerimis dengan malu-malu yang begitu syahdu dan tipis.


Hingga malam menjelang berlapis, gerimis itu kian menjauh dengan miris.


Begitu pula, suasana pagi ini terasa berbeda. Kelopak mata indah pucat itu berbuka, netra itu terkejut saat melihat sang suami yang berada di sisinya.


"Bang..." lirih Annabelle memanggil sang suami.


Tangan lemah itu memberikan usapan di kepala Daneesh, guna membuat sang empu terbangun.


Annabelle ingin buang air kecil, tapi dia tidak bisa sendiri, maka oleh karenanya Annabelle membangunkan sang suami.


"Bang...bangun..." panggil Annabelle untuk kedua kalinya.


Dan berhasil, dengan sigap Daneesh menegakkan tubuhnya. "Kau sudah sadar sayang? Dimana yang sakit hmm? Maafkan Abang yang sudah meninggalkanmu kemarin, Abang tidak akan pergi tanpamu." cerocos Daneesh.


"Ingin buang air kecil, Bang..."


"Buang air kecil?" Annabelle menganggukkan kepalanya.


"Ayo Bang, aku tidak kuat!"


"Ya sudah, sini Abang bantu." Daneesh lantas membawa Annabelle ke kamar mandi dengan menggendongnya.


Dia juga menunggu Anna di dalamnya karena Daneesh tahu jika sang istri tidak akan bisa melakukan hal itu seorang diri.


Tanpa rasa jijik sama sekali, Daneesh membantu Annabelle untuk berganti pembalut yang sudah basah itu.


"Aku bisa sendiri, Bang. Jangan! Ini jorok, aku malu." Annabelle menolak hal itu, namun Daneesh tidak mendengarkan sama sekali.


Dirinya tetap membantu Annabelle untuk berganti dan membersihkan daerah pribadi istrinya itu walau di iringi dengan suara manja yang menolaknya.


"Ih, Abang..."


"Biar Abang yang melakukan hal ini sayang, karena saat kita memiliki anak nanti dan kau akan melahirkan. Abang juga akan melakukan hal ini,


Abang yang akan mencuci darah kotormu seperti ini juga, sayang." Jelas Daneesh, membuat Annabelle terdiam.


[ To be continued ]


--------------------------------


Spoiler!!!

__ADS_1


Huh!


Daneesh rela berjongkok di hadapan sang istri demi membantunya. Betapa luasnya hati Daneesh putra kesayangan Kaisar dan Nathalie itu.


__ADS_2