Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 71 - Ketika Dusta Meramu Nestapa


__ADS_3

Tap!


Tap!


Tap!


Langkah kaki Annabelle terdengar di lorong perusahaan suaminya, pagi ini dirinya berinisiatif untuk memberikan kotak makan.


Setelah tadi berkunjung ke klinik Dokter Esmeralda, Annabelle menyempatkan diri untuk datang. Dirinya membawa makanan untuk makan siang suaminya itu.


Obat yang di perlukan oleh dirinya di simpan di bagasi mobil supaya tidak ketahuan oleh sang suami atau oleh siapapun itu.


"Bang, aku—" Bahu Annabelle langsung melemas saat melihat apa yang ada di depan matanya.


Dirinya lupa jika saat ini hubungan mereka tenaga dalam kesenjangan.


Hah!


Annabelle melihat Daneesh tengah di peluk oleh seseorang yang tidak asing baginya.


Wanita yang membuat keraguan dalam diri Annabelle kepada sang suami.


"Sayang, kau datang..." Daneesh langsung melepaskan pelukan dari Flo yang sama sekali tidak dia balas.


Melihat istrinya yang tengah marah membuat Daneesh berdosa sekali membuat hati sang istri terluka.


"Sayang—" Daneesh terkejut saat Annabelle menolaknya dan tidak ingin di sentuh olehnya.


Hal itu membuat Daneesh merasakan kekecewaan yang sangat mendalam dari mata istrinya.


"Sayang, tolong dengar Abang dulu. Jangan berpikir yang tidak-tidak tentang semua itu. Abang dan Flo tidak melakukan apapun karena memang tidak ada yang terjadi apa-apa.


Abang tidak memeluk Flo sama sekali, sumpah demi Tuhan Abang tidak melakukan itu sayang!" Jelas Daneesh, membuat Annabelle yang sedari tadi menatap wajah Flo kini beralih pada pria itu.


Dia tahu jika suaminya sudah menjelaskan semua itu, tapi siapa yang akan percaya akan hal itu?


Saat semua hal bertentangan dengan apa yang di lihatnya! Dari pesan rahasia keduanya, Daneesh yang suka datang diam-diam menemui wanita itu, lalu saat di restoran dua hari lalu, hingga sekarang, dengan jelas mereka berada di dalam ruangan yang sama.


Siapa yang akan mempercayai ucapan pria itu? Katakan pada Annabelle, siapa wanita itu? Sekali pun wanita itu adalah keturunan bidadari pun pasti merasakan hal yang sama dengannya.


Jadi salahkah Annabelle jika dia merasa marah dan telah lelah?


"Flo itu sakit, sayang. Dia hanya butuh teman cerita, kau tahu dia tidak punya siapa-siapa lagi di sini. Dia sakit kanker rahim. Dia membutuhkan teman untuk cerita sementara waktu. Jadi dia cerita dengan Abang!" Annabelle tersenyum miris dan sinis mendengar hal itu.


Sakit? Apakah pria tua di hadapannya ini tidak dapat melihat wajah pucat istrinya?

__ADS_1


Lalu apa tadi? mantannya itu sakit dan butuh teman cerita. Lalu apa kabar dengan dirinya?


Annabelle lagi-lagi tertawa karena kedunguan dirinya!


"Teman cerita? Teman cerita yang bagaimana mesti harus berpelukan segala? Pantas kah seorang suami dan calon ayah melakukan hal menjijikan seperti ini?" ujar tenang Annabelle.


"Sayang..."


"Stop! Jangan katakan apapun lagi. Jika dia punya penyakit kanker rahim yang ke dokter. Operasi atau pengobatan begitu! Tidak perlu harus cerita pada suami orang! Kalau ingin teman cerita pergi ke psikiater saja bisa bukan? Tidak mesti padamu!" Annabelle menatap tajam suaminya dengan suara desisnya.


"Sayang, Abang tahu Abang salah—"


"Tahu salah kenapa masih kau lakukan hah!" sarkas Annabelle. apa


"Huh! Abang minta maaf sayang, lagi pula Flo memang tengah sakit!"


"Aku tidak peduli, dengar ya Bang! Mau dia sakit, sehat, mati sekalipun tidak ada urusannya denganku. Kalau dia sakit ya konsultasi ke dokter, bukan malah peluk suami orang. Memangnya kalau dia memelukmu langsung gas sehat hah! Tidak bukan?" Suara Annabelle mendesis, menahan segala amarah dan sakit, untuk yang terakhir kalinya.


Untuk terakhir kali, Annabelle merasa lelah dengan sikap Daneesh. Tentang penyakitnya, wanita lain, dan kini, semua seolah membuat Annabelle tertekan.


"Sayang, maafkan Abang, kau tenang dulu ya," Daneesh hendak menyentuh bahu sang istri, namun segera di tepis oleh empunya.


Plak!


"Jangan sentuh aku!"


Annabelle berjalan menghampiri Flo yang terlihat masih menundukkan kepalanya. Annabelle mantap wanita itu bengis.


"Kau!"


"Ahhhh!!! Daneesh tolooongg!!!" Flo menjerit kesakitan saat Annabelle menjambak rambutnya. Dia sudah tidak tahan menahan emosinya selama ini.


Melihat Flo kesakitan seperti itu membuat Daneesh berinisiatif untuk memisahkan kedua wanita itu. Daneesh berusaha melepaskan cengkeraman tanagn Annabelle di rambut Flo yang berhasil dia lepaskan.


Namun Daneesh melihat kearah genggaman tangan sang istri yang terlihat begitu banyak rambut milik Flo yang rontok di dalam genggamannya.


"Kau bela dia? Kau bela dia, Bang!"


"Tidak sayang, Abang tidak bela siapa-siapa. Abang cuma tidak mau kau kenapa-kenapa sayang, lagian kau harus memikirkan kandunganmu!"


Annabelle sontak semakin murka atas ucapannya, kandungan? Baru ingat kandungannya itu? Tidakkah dia tahu siapa yang paling bersalah di sini?


"Kalau kau mengkhawatirkan kandunganku, seharusnya kau berpikir! Kau itu sudah dewasa, Bang! Kau itu sudah tua seharusnya kau yang lebih mengerti daripada aku!


Aku memang masih anak-anak dan labil, tapi aku tidak pernah berusaha untuk merusak apapun milik orang lain." Emosi Annabelle begitu menggebu-gebu. Dirinya yang tadi hanya ingin tenang pun tidak dapat mengelola perasaannya.

__ADS_1


Annabelle menangis, "kalau kau khawatir dengan aku seharusnya kau juga berpikir! Apa dampak dari yang kau dan dia lakukan dengan aku, Bang! Kau sudah menyakiti perasaanku! Kalian berdua manusia tidak tahu malu, kalian berdua manusia menjijikan. Sumpah demi apapun, aku membencimu!"


Deg!


Tubuh Daneesh terdiam terpaku di tempat, pikirannya kosong seketika saat mendengar kata-kata kejam dari istrinya.


Tidak! Annabelle salah paham! Dia tidak seperti itu!


"Kau tidak tahu bagaimana sakitnya aku saat selama satu bulan ini sikapmu acuh, Bang! Kau lebih mementingkan menjadi teman bicara wanita itu! Mantan kekasihmu!


Kau tidak tahu bagaimana sakitnya aku saat kau sembunyi-sembunyi berkomunikasi dengan wanita itu? Kau pulang larut hanya untuk menemani wanita itu! Kau brengsek sialan!" Untuk pertama kali dalam hidup Annabelle, wanita itu mengeluarkan kata-kata kasar kepada orang lain.


"Sayang, kau salah paham. Abang bisa jelaskan... Abang mohon..." Iba Daneesh, mata pria itu memerah mendengar ucapan sang istri. Dirinya tidak tahu jika perbuatannya untuk sekadar membantu Flo tanpa sepengetahuan istrinya itu dapat membantu masalah sebesar ini.


"Sayang... Abang mohon.."


Plak!


Daneesh memejamkan mata saat tamparan keras dia rasakan di pipinya. Dia tahu jika saat ini emosi Annabelle begitu meluap luar biasa.


"Ingat, Daneesh Sturridge! Kau melupakanku demi wanita lain, cintamu ternyata hanyalah dusta. Dan dusta itu meramu membuatku nestapa.


I hate you right now, you are the most disgusting man I know! You are a very bad husband and father-to-be!"


Deg!


Annabelle lantas berbalik, berlari sekuat tenaga untuk segera pergi dari pria itu. Hal itu tentu membuat jantung Daneesh mati setengah hati, apalagi saat mengingat kondisi sang istri yang tengah hamil itu.


"Annabelle!!!"


••••


Spoiler!!


Tubuh wanita itu terlempar kuat, membuat Daneesh terdiam di tempat, kaki pri itu membatu, sesak dada di kalbu.


"Annabelle...."


••••


Hai sugar reader's!


Aku akan update lagi malam ya, have fun! Endingnya mau sad ending atau happy ending?


Jangan lupa FOLLOW, VOTE, HADIAH, DAN RATE NYA !!!

__ADS_1


AKU TUNGGU, RENCANA AKU BAKAL UPDATE LIMA BAB LAGI MALAM INI!! SIAP SIAPIN HATI YA!!!


MALAM INI AKU UPDATE SAMPAI BAB 75


__ADS_2