
London, musim gugur terakhir :
Durasi waktu berlalu dengan semu
Tanpa angkat bicara bertemu
Cahaya sabda sejumput pemilik merindu, menerpa tanpa sebab serdadu
Tanah frasa terlempar oleh keluh masa meramu
Sebatas lilin redup berselimut dengan separuh cinta kalbu
Bendungan hilir menggenang dengan sendu
Bait samar terdengar suara di pelupuk ambu
Lorong episode perigi ulasan sesingkat masa lalu
Renjana yang rimpuh oleh kampa nan lagu
Tampak serentak sunyi bercumbu tanpa malu-malu
Hanya melodi yang terasa layu, selalu
Bukan harsa dan harapan, maupun isak merangkak terdengar pilu.
................
Daneesh, pria itu masih menunggu istrinya yang belum kunjung sadar. Daneesh merasa bersalah, melihat kondisi istrinya yang seperti ini.
Walaupun ini adalah takdir semesta, kita tidak tahu kapan maut bertamu dengan segala cara. Semua hanya perlu waktu dan kita adalah sesuatu yang bersifat fana.
Dan kini, hal itu terjadi kepada istrinya, Annabelle Allaine.
Istrinya itu kini harus menyandang status yatim piatu dengan waktu yang sangat singkat. Sanggupkah Annabelle melalui ini semua? Selagi ada dirinya, Nathalie, dan Kaisar sendiri?
Semua membantu proses pemakaman Ulfa dan Darius, termasuk Nathalie, Kaisar, Bibi Nou, dan beberapa kerabat lainnya.
Hanya Daneesh saja yang berada di dalam kamar, menunggu istrinya sadar. Dia terus memanggil Annabelle dengan elusan di pipi mulus istrinya. "Sayang, bangun sayang...Anna.."
Cup!
Di kecupnya punggung tangan istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang, Daneesh benar-benar merasa sakit melihat keadaan istrinya.
"Mommy...hiks...hiks..." Daneesh melirik wajah istrinya yang kini tengah menangis. Sangat lirih.
Daneesh memeluk tubuh istrinya, sangat sakit jika mendengar isakan dan keputusasaan yang ada pada istrinya itu. Kepedihan yang menghujam relung sanubari tanpa henti. "Kita harus ikhlas sayang, semau sudah ada batasan semesta. Kita harus ikhlas, kasihan Mommy dan Daddy yang akan berat jika kau belum ikhlas." Tuah Daneesh.
__ADS_1
Annabelle membenamkan kembali wajah pedihnya dalam dada bidang sang suami, "tapi kenapa harus secepat ini Abang! Anna tidak sanggup Abang! Anna sakit!
Mommy Daddy meninggalkan Anna sendiri di sini, rasanya Anna...Anna..hiks...hiks..Anna janji tidak akan marah-marah lagi pada Abang! Anna janji tidak akan cemburuan lagi pada tante-tante jahat itu! Anna janji! Tapi Abang, bawa Mommy Daddy pada Anna... Anna mohon..." Isak tangis Annabelle.
Deg!
Daneesh yang mendengar ucapan yang keluar dari istrinya semakin sakit, hatinya seakan-akan di remas kuat. Tidak bisakah kesedihan Annabelle di limpahkan saja kepadanya?
Annabelle masih kecil, kenapa harus menanggung beban seberat ini?
Daneesh terkesiap, "jangan menangis sayang, jangan menangis...Abang mohon... walau ini berat, Daddy dan Mommy juga pasti bangga memiliki putri seperti dirimu. Jangan seperti ini, Abang sayang kepadamu, jangan bicara seperti itu lagi..." ucap Daneesh.
Isak tangis Annabelle sungguh membuat Daneesh sakit hati. Sumpah demi apapun, demi dewa malahan! Daneesh menguatkan dirinya sendiri supaya tidak membuat Annabelle semakin terpuruk.
Kini keduanya telah keluar dari kamar, mendekati dua jenazah orang tua Annabelle. Di tatapnya kosong, Annabelle sungguh merasa miris. Apalagi setelah tahu jika Ulfa dan Darius adalah korban dari kejahatan orang lain.
Annabelle tidak dapat membayangkan, dosa apa yang telah dilakukan keluarganya hingga mereka mendapatkan karma seperti ini?
Beberapa orang yang belum tahu status Annabelle melirik kepadanya dan Daneesh yang begitu dekat dan sangat intim, terkecuali keluarga dekat yang sudah tahu siapa dan apa hubungan keduanya.
Huh!
Bisakah Annabelle mengikhlaskan kepergian sang pemilik hati terdalamnya?
Ulfa dan Darius meminta izin untuk pergi ke Belanda beberapa hari lalu, tapi saat ini hanya duka dengan mata sendu yang menghiasi dalam diri Annabelle selalu.
Semua adalah batasan garis semesta oleh sang pencipta.
"Sepenuh hati aku menerima, dalam separuh aku luka sepintas jiwa."
Senyum separuh arti dan cinta yang tidak akan pernah mati di ciptakan oleh bibir pucat Annabelle. "Mom, Dad, kata Abang, Anna harus ikhlas bukan? Oleh karena itu, Anna ikhlas..." ujar Annabelle dengan setetes air mata yang jatuh tanpa sadar dan jeda.
"... Anna akan ikhlas, mencoba untuk tetap ikhlas. Tolong jangan lupakan Annabelle ya Mom, Dad. Sering-sering datang ke mimpi Anna, sering-sering jenguk Anna ya, Mom, Dad.
Terima kasih sudah menjadi orang tua Anna, maaf jika Anna sering buat Mommy dan Daddy kesal, suka marah-marah, Anna jadi Anna akan jadi anak baik, Anna akan menurut pada Mami Nath, Papi Kai, dan Abang juga. Anna janji, Anna tidak akan nakal lagi.
Jika ada kehidupan lain setelahnya, Anna mau menjadi putri Mommy dan Daddy lagi, dan Anna harap kita bisa bersama dengan waktu yang panjang, hingga sesak di dalam hati Anna terobati. Anna minta maaf..." Nathalie langsung mendekap erat tubuh menantunya.
Bukan hanya wanita itu saja, tapi Kaisar pun ikut memeluk menantu kesayangan istrinya ini.
Annabelle merasa bersyukur, dapat memiliki mertua dan suami yang sangat menyayangi dirinya.
"Ikhlas ya sayang, ada Mami di sini..." Annabelle mengangguk, membalas pelukan mertua tercinta.
Pemakaman telah dimulai, langit merona dengan sendu. Seolah tersenyum miris dengan takdir semesta untuk seorang Annabelle Allaine.
"Kita harus berusaha untuk tetap sabar sayang, harus siap dalam menghadapi takdir kita masing-masing. Semangat terus untuk mengejar cita-cita, buat Mommy dan Daddy bangga di atas sana.
__ADS_1
Walau kau tidak dapat melihat mereka lagi, tapi kau bisa merasakan jika mereka tetap hidup dalam hatimu. Kau dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Teruslah berlayar, restu semua selalu menyertaimu, sayang..." Semangat dalam diri Annabelle mulai berkibar, mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami kepadanya.
Sungguh, Daneesh ini adalah sosok yang luar biasa. Dirinya dapat menjadi apapun yang diinginkan oleh Annabelle, baik itu sebagai teman, ayah, dan guru baginya.
Annabelle tersenyum, "Anna sayang Abang! Sayang kuadrat malahan, jangan pernah tinggalkan Anna ya, Bang! Jangan pernah berpaling dari Anna, jika Abang memang tidak lagi sayang, maka bilang! Anna akan pergi, tapi jangan pernah membuat hati ini sakit karena di khianati." ujar Annabelle.
Pelukan itu semakin erat, "Abang janji, selama Abang hidup hanya dirimu yang menjadi pemilik hati ini hingga mati.
Abang harap kita akan selalu bersama hingga nafas ini berhenti, jangan pernah pergi dari kehidupan Abang sayang, Abang sayang padamu. Kau tidak sendiri, ada Mami dan Papi juga."
Ah! Annabelle merasa beruntung!
Garis semesta telah bekerja, hingga setiap jarak mulai berkelana dengan cara yang semestinya. Hanya sepenggal cerita, waktu melompat dengan cara yang tidak terduga.
🍒🍒🍒
Daneesh menatap wanita paruh baya dengan mata membengkak dari hari kemarin. Saat pemakaman menantu dan putranya telah usai.
Grandma Annabelle, Draina tersenyum tipis melihat sosok menantu cucunya. "Ulfa pernah cerita, jika dirinya sangat bahagia dan bangga kepadamu karena dapat menerima Anna sebagai istrimu.
Bukan hanya itu saja, menantuku itu juga pernah mengatakan jika kau adalah sosok pria yang paling tepat untuk putri nakalnya. Kau adalah sosok yang sabar dan juga berpikiran dingin. Aku lihat kau seperti papimu, Nak. Sedangkan cucuku itu menjujung tinggi keegoisan.
Oleh karena itu, jaga dan perlakuan dia dengan baik. Jangan pernah membuat hatinya terluka. Jika kau tidak lagi mencintainya, tolong pulangkan Anna kepada Grandma dan Bibi Nou saja, kami sangat percaya kepadamu."
Draina berujar dengan hati yang teramat pilu, dirinya telah kehilangan putra dan menantunya yang begitu sangat dirinya dan sayang kepadanya.
"Daneesh janji tidak akan pernah menghilangkan dan mengurangi rasa cinta kepada Anna, Daneesh akan berusaha sebisa mungkin untuk selalu membuatnya bahagia, Grandma." ujar Daneesh, kepada pria itu di usap lembut oleh sosok yang begitu renta.
Draina sendiri hanya bisa berucap syukur atas hadirnya Daneesh, Nathalie, dan Kaisar yang dulunya adalah mantan majikan dari sang menantu beberapa tahun lalu, saat dimana ekonomi mereka yang sungguh sangat buruk. Hingga Ulfa dan Darius harus merantau pergi ke Indonesia.
___________
"Jangan bersedih, walau semua telah musnah dan tiada, ada aku yang selalu menemanimu dengan sepenuh cinta!"
Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu tokoh dalam Novel Istri Nakal Sang Gubernur, Ulfa dan Darius. Semoga amal dan ibadahnya dapat diterima oleh Tuhan Semesta, dan segenap keluarga di berikan ketabahan dan kesabaran, khususnya untuk Annabelle kita semua.
Yang mau takziah, boleh lewat dana ya reader's!
[ To be continued ]
--------------------------------
Spoiler!!
"Jangan takut sayang! Lakukan dengan perlahan dan kau akan tahu sensasinya bagaimana!"
Gila!
__ADS_1
Daneesh ini benar-benar gila!