Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 7 - Nathalie


__ADS_3

"Anna, buka pintunya! Kita harus bicara!" Ucap Daneesh sembari mengetuk pintu kamar Annabelle.


"Tidak mau! Om jahat! Tadi bentak Anna, marah-marah lagi!" Sahut gadis belia itu, yang naasnya akan menjadi istri seorang Daneesh.


Daneesh merasa bersalah apalagi disini ada kedua calon mertuanya. Belum menikah saja mereka harus menyaksikan pertengkaran seperti ini.


"Iya, aku minta maaf Ann, kau mau apa? Mau pergi ke mall lagi? Mau beli sepatu yang tadi atau bagaimana?" Daneesh terus membujuk gadis calon istrinya itu.


Tapi sepertinya dia tidak akan berhasil, hal itu terbukti dengan ucapan yang terlontar oleh Annabelle.


"Tidak usah! Biar saja Anna memakai sepatu yang rusak! Lagian Anna juga orang miskin tidak pantas memakai sepatu mahal itu! Yang pantas cuma Tante itu!" Mendengar Anna yang menyebutkan 'tante' membuat Daneesh sedikit terherman-herman. Apa yang dimaksud Anna adalah Flo?


"Dia teman aku di Belanda dulu, Anna. Namanya Flo." Jelas Daneesh.


"Anna tidak tanya, tidak mau tahu juga. Terserah Om! Om jahat! Sudah pergi sana!" Terdengar suara bantingan di dalam kamar. Daneesh menduga jika mungkin saja itu pintu kamar mandi Annabelle.


Dan dia pun memutuskan untuk pulang saja lah, pikir pria itu.


"Maafkan Annabelle ya Daneesh, dia memang seperti itu jika sedang marah." Ulfa menjadi tidak enak akan sikap anaknya.


Dimana kelakuan putrinya itu membuat Ulfa dan Darius malu terhadap gubernur muda ini, yang sebentar lagi akan menjadi suami dari putrinya.


"Tidak apa-apa, Bibi. Ya sudah kalau begitu Daneesh pamit dulu, mau ke balai kota pula. Selamat sore, Bibi, salam untuk Paman Darius." Pamit Daneesh sopan.


"Sekali lagi maafkan Annabelle ya, Daneesh." Daneesh hanya menganggukkan kepalanya.


Tidak memaafkan juga bagaimana? Di sini Daneesh lah yang bersalah.


Tinggal menunggu amukan Queen of Sturridge!


Yaps, Nathalie!


Setelah pamit dan memilih untuk mampir ke balai kota, Daneesh pun langsung pulang ke rumahnya. Di sana sudah Daneesh duga jika sang mami, Nathalie langsung menyambutnya dengan segala rasa penasaran tinggi luar biasa.


"Sayangnya Mami, bagaimana tadi jalan dengan Anna? Asik tidak? Seru tidak? Anna meminta apa saja padamu? Sudah mencari cincin nikah belum? 'Kan dua hari lagi menikah? Terus bagaimana barang-barang persiapan untuk pernikahannya? Kau tidak membeli barang-barang murah 'kan?" Sudah ku duga, batin Daneesh.


Lalu apa yang harus Daneesh jawab saat ini?


Apa dia harus menjawab Anna marah padanya? Apa dia harus bilang jika dirinya tak sadar telah membentak gadis kesayangan sang mami?


"Rain lelah, Mi. Mau mandi dulu," Nathalie yang menyadari putranya kelelahan setelah mengantar Anna pun membiarkan hal itu. Dia bisa bertanya setelah sang putra bersih-bersih.

__ADS_1


Tapi karena rasa penasaran yang melebihi akalnya, Nathalie pun menghubungi calon menantunya itu.


Tut!


"Halo, Mami..."


"Halo sayang.., bagaimana tadi jalan dengan calon suamimu? Anna dibelikan apa saja? Cincin nikahnya beli yang mahal saja, berliannya yang besar saja, kuras uang Daneesh sayang! Shopping 'kan?"


Nathalie mulai mengajari cara menghabiskan uang Daneesh, sang putra sebagaimana dirinya menghabiskan uang sang suami, Kaisar.


"Anna tidak membeli apapun, Mi." Jawaban Anna itu membuat Nathalie terkejut.


Tiga jam lebih di mall tidak membeli apapun? Apa menantunya tidak dibayari oleh Daneesh?


Tapi rasanya tidak mungkin jika Daneesh tidak membelikan apapun kepada Anna karena dia sudah mengatakan untuk memberikan barang-barang kepada Annabelle, mencari cincin pernikahan, dan lain-lainnya.


Lalu Anna mengatakan tidak membeli apapun?


"Maksudnya bagaimana sayang? Apa Daneesh pelit kepadamu?"


"Tidak tahu Mi, Anna kesal dengan Om Daneesh! Anna tidak mau menikah dengan Om Daneesh! Batalkan saja! Anna tidak mau menikah dengan orang yang suka bentak-bentak Anna, Om Daneesh tidak sayang Anna! Dia bahkan membiarkan Anna pulang sendirian naik taksi, walau Om Daneesh yang bayar taksinya. Intinya Anna tidak mau menikah dengan Om Daneesh! Anna benci sama Om Daneesh! Ya sudah ya Mi, Anna tutup dulu, selamat malam Mami."


Tut!


Sambungan telepon terputus begitu saja, Nathalie hanya bisa mulai mencerna perkataan Annabelle tadi.


Di sisi lain, Daneesh yang melihat sang mami memegang ponsel dan menyebut nama Annabelle pun membuat dia harus berpasrah diri.


Dia harus menjelaskan kepada maminya apa yang terjadi di mall tadi.


"Mam—"


"Kau apakan Anna hah!!" Tanya Nathalie langsung.


Bukan hanya Daneesh saja yang terkejut bukan main, tapi Kaisar pun sama saat melihat istrinya menghardik anak malang seperti Daneesh Rainer Sturridge.


"Mami, Rain bisa jelaskan, Daneesh dengan Anna itu—"


"Jelaskan apa hah! Jelaskan kalau kau membentak Annabelle?! Kau memarahi dia di parkiran? Kau biarkan dia naik taksi seorang diri? Iya?" Murka Nathalie.


"Tidak begitu konsepnya Mi, Rain cuma mengatakan sikap Anna kekanakan, Rain cuma—" Ucapan Daneesh terpotong oleh Nathalie yang tidak membiarkan dirinya waktu untuk menjelaskan.

__ADS_1


"Kau bilang dia kekanakan? Kau harusnya sadar Rainer!! Kalau dia memang anak-anak, kau yang lebih dewasa harusnya bisa mengayomi dirinya! Bukan seperti itu! Dia memang masih anak-anak! Tapi tidak mesti kau sebutkan juga, Bambang!!!!


Apa akibatnya saat ini hah!!! Dia sudah bilang langsung ke Mami untuk tidak meneruskan pernikahan kalian? Dia bilang benci kepadamu!! Sudah puas hah menyakiti hati Annabelle? Kau juga sudah menyakiti hati Mami secara tidak langsung! Sekarang —" Nathalie memegang dadanya yang terasa sesak karena menahan kesal kepada sang putra.


Daneesh yang melihat sang mami seperti itu lantas mendekat pada Nathalie, namun Kaisar terlebih dahulu menolong sang istri.


"Rainer minta maaf Mi, ini memang salahnya Rain. Tadi itu Rain tidak sengaja bertemu dengan Flo di parkiran. Dia baru pulang dari Belanda dua hari lalu." Nathalie memejamkan mata dan memeluk tubuh tegap Kaisar.


Setiap kali mendengar nama wanita yang telah membuat sakit hati putranya membuat amarah dalam dirinya berkobar.


" Mami tidak mau tahu! Kau bujuk Annabelle


untuk mau menikah denganmu lagi! Kalau sampai Annabelle tidak mau menikah denganmu lagi, lebih baik Mami pergi saja dari rumah ini! Mami tidak mau bertemu denganmu! Mami tidak mau lihat wajahmu lagi!" Tegas Nathalie.


"Mami, maafkan Rain, Mi. Rainer janji akan meminta maaf ke Anna, tadi juga Rain sudah minta maaf tapi Anna marah. Anna tidak mau buka pintu kamarnya untuk Rain. Maafkan Rainer Mi," Daneesh langsung meminta maaf kepada wanita yang telah melahirkannya ini. Tapi apa daya jika sang mami tidak mau memaafkan dirinya.


"Kalau sampai Annabelle tidak memaafkan mu, Mami juga tidak mau memaafkan mu juga! Kalau sampai Anna menolak pernikahan ini, lebih baik Mam—"


"Iya, oke Mi. Rain jalan ke rumah Anna lagi ya, Rain minta maaf pada Anna, Rain akan bujuk Anna lagi ya, Mi. Tapi Mami jangan menangis lagi. Rainer ini jalan Mi, kalau begitu Rain pamit, maafkan Rainer ya Mi." Daneesh pun langsung pamit kepada Nathalie dan Kaisar, kaki pria itu melangkah keluar rumah.


Setelah kepergian sang putra, Nathalie pun selesai melakukan aktingnya.


Huh!


"Sudah, Mi. Rainer sudah jauh, sudahlah aktingnya itu!" Seloroh Kaisar yang melihat tingkah istri cantiknya itu.


"Oh, sudah ya Pi? Baguslah!" Nathalie cekikikan sendiri.


Sementara Kaisar hanya bisa geleng-geleng kepala. Ada-ada saja drama ibu anak ini!


[ To be continued ]


--------------------------------


Spoiler!!!


"Om jangan macam-macam! Anna adukan dengan Mami biar tahu rasa!"


"Kenapa? Apa kau takut? Lagipula besok kita menikah jadi apa salahnya jika aku ingin DP dulu?"


Plak!

__ADS_1


__ADS_2