
Huh!
Nathalie yang merasa dirinya paling muda di antara mereka semua berlari dan merebahkan dirinya di atas sofa.
Kaisar hanya bisa meringis, "maaf ya, istrimu memang seperti itu.." ujarnya.
Ulfa dan Darius pun hanya bisa terkekeh, mereka tidak pernah lupa bagaimana sikap sang mantan majikan yang kini menjadi besan mereka.
Apalagi Nathalie yang sikapnya sama seperti putri mereka, perbedaan usia mereka dengan kedua orang tua Daneesh itu pun cukup jauh.
Ulfa dan Darius memang menikah di usia yang tidak muda, apalagi menunggu momongan yang begitu lama. Hingga di usia Ulfa yang menginjak usia tiga puluh tujuh tahun, Annabelle lahir.
Berbeda dengan Nathalie dan Kaisar yang menikah di usia muda dulu. Apalagi jika tidak ada insiden terpisahnya mereka selama lima tahun dan anak pertama mereka tidak akan keguguran.
"Tidak apa Kai, ya sudah kami masuk dulu ya ke dalam kamar. Malam semakin larut," Kaisar mengangguk membalas ucapan besannya itu, Darius.
Mereka berempat baru saja tiba setelah menempuh perjalanan cukup panjang di udara, apalagi setelah dua hari lalu anak dan menantu mereka berlibur ke Korea dari Belanda langsung.
Pernikahan Aurelle dan Julius pun telah selesai kemarin.
"Pi, gendong dong! Mami lelah tahu!" rengek manja Nathalie.
Kaisar tidak menjawab, tapi langsung mengangkat tubuh istrinya yang masih segar itu.
"Tapi dua ronde ya," bisik Kaisar. Nathalie terkesiap, menatap tajam wajah suaminya itu. "Lelah Pi," rengek lagi Nathalie mendengar permintaan suaminya.
"Biar Papi yang kerja!" balas santai Kaisar.
"Papiiii"
"Kenapa sayang? Mau tiga saja ya? Yuk ah gas!"
Nathalie mendengus, "tapi nanti temani nonton drakor ya!"
Kaisar yang kini menatap tajam istrinya, hah! Sangat kesal sekali jika istrinya itu ketularan virus Korea menantunya, apalagi 'kan Kaisar cemburu lihat pria-pria di dalamnya.
"Boleh, asal..."
🍒🍒🍒
Kota Daejeon, Korea Selatan.
"Neolang deo olae gat-i issgo sip-eo!" Annabelle hanya tersenyum manis.
__ADS_1
"Abang tahu bahasa Korea sejak kapan?" tanya Annabelle penasaran.
Ya tidak penasaran bagaimana, Annabelle yang notabenenya penggemar negara ini saja belum lancar betul bahasa di negara ini. Tapi lihat suaminya, seperti sudah terbiasa.
Apalagi semenjak ada di Korea, Daneesh selalu mengatakan kalimat-kalimat romantis, 'kan Annabelle jadi geleperan.
Ah! Babang Daneesh!
Gemesh deh!
Daneesh mengelus rambut indah istrinya, kini mereka tengah ada di tepi Kota Daejeon. Annabelle selain berlibur pun mendapatkan ilmu dari apa yang dia alami saat ini, banyak sekali museum yang menarik, apalagi pameran sains yang fantastis. Belum lagi di ujung barat sana, terdapat air panas yang ada di kota ini.
Rencananya mereka kan menikmati air panas di sana esok hari, mau bagaimana lagi, hari sudah malam. Banyak sekali pasangan yang tengah berjalan jalan, hal itu didukung juga oleh hari libur.
Annabelle melirik wajah suaminya sekali lagi, apalagi pertanyaannya belum di jawab oleh sang empu, "Abang ih!"
Daneesh tersenyum, "Abang tidak lama belajar sayang, setelah Abang tahu impianmu kemari, apalagi kau sangat suka dengan hal-hal yang berbau Korea. Maka Abang dengan senang hati belajar bahasa dan seluk beluk di negeri ini, Abang juga mencari tahu mengenai artis kesukaanmu. Walau Abang sedikit cemburu, tapi Abang yakin hatimu hanya untuk Abang seorang." Ujar Daneesh dengan lembut dan percaya diri.
Nafas Annabelle berburu, seperti inilah suaminya itu. Selalu membuat hati Annabelle meleleh, jadi Daneesh belajar bahasa Korea hanya untuk dirinya seorang?
Ah! Leleh nih hati Anna, Bang!
Tangan Daneesh tiba-tiba di genggam oleh tangan lembut istrinya, membuat atensi pria itu beralih. Satu alis Daneesh terangkat, menandakan kebingungan yang begitu ketara.
Senyum Daneesh tercipta lebar, sangat manis.
Pelukan itu kian di dapatkan oleh keduanya, sama-sama meresapi setiap kehangatan dan cinta yang tercipta indah.
Di bawah langit malam Kota Daejeon, di bawah pusara kehidupan semesta. Di balik labirin-labirin bilik kota, saat pasang muda menapaki tanpa rasa menyengaja.
Cinta Annabelle dan Daneesh terucap kuat dalam sanubari, memilih dalam artian kerinduan yang pasti.
Cup!
Kening Annabelle di kecup penuh cinta oleh suaminya. "Aku terharu! Terima kasih," ujar Daneesh.
Blush!
Pipi Annabelle tersipu merah.
"Ah! Neomu gwiyeowoyo!" balas Daneesh lagi.
Senyum pria itu kian lebar, rasa bahagia membuncah hebat dalam dadanya. "Neo ttaemune haengbokhaeyo!"
__ADS_1
Deg!
Annabelle langsung memeluk erat tubuh suaminya lagi, Daneesh ini benar-benar deh!
Kesal-kesal manja gitu loh!
Angin malam semakin dingin, Daneesh dengan telaten membuka jaket miliknya, memberikan benda itu kepada tubuh istrinya yang kian menggigil dingin.
"Kita haru segera ke hotel sayang, kita butuh sesuatu!" ujar serius Daneesh membuat Annabelle gelisah.
Sesuatu apa? Apa akan ada badai?
Pikiran Annabelle bergerak liar ke sana kemari. "Butuh apa, Abang?" tanya gelisah Annabelle.
Daneesh memeluk tubuh istrinya saat mereka berdiri dari kursi dimana mereka duduk sebelumnya, "butuh kehangatan ranjang!" bisik erotis Daneesh.
Bugh!
"Abang!!!! Mesum!!!"
Annabelle langsung berlari, menjauh dari suami mesumnya itu. Bukankah tadi sore sudah? Kenapa sih dengan om-om itu?
Annabelle 'kan jadi takut!
[ To be continued ]
Spoiler!!
"Kau Aurora? Salam kenal, aku Annabelle dan ini suamiku!" balas ramah Annabelle.
"Daneesh?"
Deg!
_______________
*Neolang deo olae gat-i issgo sip-eo : Aku ingin bersamamu lebih lama.
*Dangsin-eun naega kkum kkudeon namjayeyo : Kau adalah laki-laki yang aku impikan.
*Ah! Neomu gwiyeowoyo : Ah! Kau sangat lucu.
__ADS_1
*Neo ttaemune haengbokhaeyo! : Karenamu aku bahagia.