Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 42 - Flo 2


__ADS_3

Hari pagi dengan suasana hati yang telah berganti. Senyum di bibir Daneesh dari bangun pagi hingg kini, mereka memasuki mobil tidak pernah luntur.


Apalagi melihat sikap sang istri yang kembali ceria dan bersemangat. Tidak seperti kemarin-kemarin.


Begitu pula dengan Nathalie dan Kaisar yang bahagia atas kebahagiaan putra dan menantu mereka.


Setelah mengantar Annabelle ke sekolah, kini Daneesh langsung melaju ke perusahaannya seperti biasa.


Tidak lupa juga, hari ini Daneesh akan memecat langsung Flo, bahwa wanita itu tidak bisa lagi bekerja dengannya.


Daneesh tidak ingin istrinya itu merasa tidak nyaman dengan kehadiran Flo yang mana notabenenya sebagai mantan kekasihnya dulu.


Mauren yang masuk ke dalam ruang kerja Daneesh itu heran saat bosnya memanggil dirinya tanpa ada jadwal atau agenda yang akan dilakukan selain pemeriksaan berkas. "Apa yang bisa di bantu Bos?"


"Panggilkan Flo kemari, katakan aku menunggunya, cepat!" Mauren hanya bisa mendengus, kenapa bosnya itu masih saja ingin bertemu dengan Flo?


Ah! Sudahlah!


"Baik, Bos!"


Mauren pun mencari keberadaan tante jahat yang sering di panggil oleh Annabelle. Melihat Flo yang kecentilan dengan merasa paling cantik itu membuat Mauren menatap sinis.


Cih! Lebih cantik istri bosnya itu! Mana masih muda lagi!


Bukan seperti wanita di sampingnya ini, sudah kecentilan, kecantikan, dan ketuaan!


Ups!


"Bos ingin apa ya?" Mauren penasaran, tapi mau menguping pun bagaimana? Di kantor ini tidak ada celah sedikitpun.


Ya sudahlah, dirinya lebih baik kerja saja.


🍒🍒🍒


Di ruang kerja Daneesh.

__ADS_1


Flo senyum-senyum sendiri, saat mendapati mereka yang tinggal berdua di dalam ruangan. Apalagi mantan kekasihnya itu sedari tadi menatap dirinya, Oh Tuhan!


Apa Daneesh akan mengajaknya untuk balikan? Menghubungkan tapi percintaan dari masa lampau? Atau menjadikannya istri kedua?


Flo senang dengan bayangannya itu!


Tapi Daneesh hanya menatap heran dan jengah, apa wanita di hadapannya ini sudah gila? Senyum-senyum sendiri?


Huh!


"Langsung saja, dengan berat hati aku memecatmu Flo, tetapi tenang saja kau sudah aku rekomendasi ke perusahaan temanku yang sedang membutuhkan asisten pribadi.


Aku juga mengatakan jika kau orang yang berkompeten dan lulusan Amerika."


Duar!!


Bagai tertimpa dosa, tubuh Flo menegang kaku. Terdiam tidak berkutik lagi. Telinganya tidak salah dengar bukan?


Dirinya di pecat? Apa alasannya? Apa dirinya melakukan kesalahan?


Degup jantung wanita itu berdetak kencang.


Daneesh menggeleng, "tidak! Kau tidak melakukan kesalahan apapun!"


"Lalu alasannya apa? Apa ini karena istrimu itu?" kesal Flo.


"Ini tidak ada hubungannya dengan istriku, Annabelle. Ini semua adalah inisiatif diriku sendiri. Tidak hanya itu, kau juga nanti akan diberikan fasilitas rumah dari perusahaan temanku." ujar Daneesh semakin membuat Flo terbakar rasa marah.


Apa ini juga Daneesh menyuruhnya keluar dari apartemen mewah itu?


Sudah di pecat, di usir! Lalu bagaimana Flo memamerkannya lagi kepada teman-temannya?


Ah! Sial!


"Silakan keluar! Dan selamat bergabung di perusahaan Ulza Crop. Semoga kau betah bekerja di sana!" Daneesh tersenyum profesional.

__ADS_1


"Ya! Terima kasih atas pemecatan ini! Aku permisi!" Flo langsung meninggalkan ruangan Daneesh, dirinya tidak tahan lagi dengan kelakuan mantan kekasihnya itu.


Di luar ruangan, langkah Flo tertahan oleh suara di sampingnya.


"Tututu, di pecat ya Tante? Ini sih namanya kekuatan ala cinta sejati, sebesar itulah cinta Bos Daneesh kepada istri cantiknya itu! Sudah cantik, baik, lemah lembut, mana masih muda lagi, eh situ siapa? Hahahaha!!!" Mauren terus saja tertawa akan kesialan yang tengah menimpa Flo, tidak ingin membuatnya semakin malu dan kesal. Flo keluar meninggalkan Mauren.


"Sial sekali!"


Ah! Akhirnya perusahaan ini ditinggalkan oleh Tante jahat itu!


Tut!


'Terima kasih ya Kak Mauren untuk informasinya!'


"Sama-sama adik manis!"


🍒🍒🍒


Daneesh kini telah sampai di sekolah Annabelle untuk menjemput wanita itu. Istrinya bilang jika pagi tadi sekolah tengah mengadakan acara untuk perpisahan nanti, oleh karena itu dengan semangatnya Daneesh menjemput Annabelle dan berniat akan mengajaknya ke kantor.


"Jadi kapan acara amal itu?" tanya Daneesh membuka percakapan setiba mereka di dalam mobil.


"Besok, Bang!" Daneesh menggenggam tangan lembut istrinya, tidak lupa juga dirinya beri beberapa kecupan hangat.


"Kau tahu bukan kalau Abang sangat sayang kepadamu," ujar Daneesh.


"Lah memangnya Abang sayang kepada Anna? Kalau sayang tidak mungkin menuduh Anna yang tidak-tidak bukan?" seloroh Annabelle.


"Abang minta maaf sayang, waktu kejadian itu Abang melihat tanganmu di pegang oleh anak muda itu, Abang 'kan cemburu. Belum lagi Abang di sebut Om-mu lagi! Abang sakit hati!" salah Daneesh mendesah.


[ To be continued ]


 


Spoiler!!

__ADS_1


Tapi tidak apa! Semua sudah selesai, Annabelle bisa tenang sekarang!


__ADS_2