Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 34 - Tamparan Maut


__ADS_3

Jalanan kota saat ini cukup lenggang, di sebabkan karena sebagian besar orang menggunakan sepeda atau berjalan di hari minggu ini.


Begitupun dengan suasana di dalam mobil, lenggang tanpa candaan dan rengekan Annabelle seperti biasanya. Tidak ada yang membuka suara sama sekali.


Baik itu Annabelle, maupun Daneesh Rainer putra Nathalie dan Kaisar.


Tidak ada yang ingin membuka percakapan lebih dulu, bahkan saat mobil sudah memasuki pekarangan rumah pun. Annabelle keluar tanpa menoleh atau berbasa-basi kepada suaminya.


Tentu saja itu membuat amarah sang suami memuncak hebat.


Daneesh tersulut emosi.


Brak!!


"Annabelle Allaine!!!


Mau kau itu apa hah! Aku sudah bersikap sabar selama ini denganmu. Kau ingin ini aku turuti, kau ingin itu aku turuti juga!


Tapi kenapa selalu seperti ini! Selalu diam dan acuh ketika kita ada masalah! Kau lebih lari dan meninggalkan masalah itu daripada menyelesaikannya bersama-sama!


Kau selalu bertingkah manja! Kau kekanakan! Kau sangat egois tahu tidak! Kau tidak tahu apa aku lelah atau tidak juga! Kau benar-benar!!"


Annabelle masih diam saja mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


Dia ingin tahu dan mendengar sampai mana sang suami menyakiti dan menghakiminya lagi.


"Kau itu terlalu kekanak-kanakan! Kau marah tanpa sebab hah! Apa aku salah jika marah melihatmu sedang bercanda tawa ria dengan pria lain hah! Bahkan jika aku tidak datang tempat waktu kau akan pergi bersama pria itu? Apa semudah itu kau membiarkan tanganmu di sentuh orang lain!

__ADS_1


Apa di sekolah pun kau sama hah membiarkan laki-laki lain memegang tanganmu seperti itu?!"


Deg!


Mata Annabelle berkaca-kaca mendengar tuduhan yang dilayangkan oleh Daneesh.


Dia tidak menyangka jika Daneesh bisa berpikir seburuk itu kepadanya.


Tidakkah suaminya itu tahu jika sebelumnya Annabelle telah menolak hal itu kepada Bima? Bahkan sebelum dirinya bereaksi, Daneesh terlebih dahulu datang.


Daneesh menatap tajam mata berembun Annabelle, pikirannya kini tidak sinkron. Luapan emosi terus berhembus keluar.


"Kenapa diam hah! Kau membiarkan tanganmu di sentuh pria lain? Betul bukan? Atau jangan-jangan kau memiliki hubungan dengan pria itu di belakangku?


Kau menyesal menikah denganku? Laki-laki tua seperti aku ini hah! Kau malu! Oleh ka—"


Plak!


Bugh!


Bugh!


Annabelle tidak tahan dengan semua itu! Dirinya bukan wanita seperti itu!


Rela di sentuh pria lain? Cih, membayangkan saja dirinya jijik!


Dua tamparan di layangkan pada pipi kanan dan kiri Daneesh, tidak itu saja bestie! Annabelle dengan keras sekuat tenaga memberikan bogeman mentah pada kedua sisi rahang pria kurang ajar di hadapannya ini.

__ADS_1


Hello! Ini Annabelle lho!


Annabelle memang masih berusia delapan belas tahun lebih, masih remaja.


Tapi dirinya selalu menjaga diri dari kehidupan luar sana. Ulfa dan Darius selalu menasehatinya dengan baik, dan Annabelle pun paham akan hal itu.


"Kau! Kau kelewatan Tuan Daneesh! Aku sangat membencimu! Aku diam bukan berarti aku bersalah! Aku diam karena aku tidak ingin ikut emosi dan masalah akan semakin membesar.


Apa kau tahu apa artinya diam adalah emas? Kau marah-marah seperti orang gila karena tanganku di sentuh oleh Bima yang sama sekali kau tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Kau menyebutkan egois bukan?


Lalu kau ingin apa hah! Aku memang egois, aku akui hal itu! Apa aku salah egois kepada suamiku yang tidak tahu diri ini hah!


Kau marah saat tanganku di sentuh oleh pria lain Tuan Daneesh?!


Tapi kau masih membiarkan mantan kekasihmu yang jelas-jelas sangat ingin merebutmu dariku! Di bahkan pernah mengatakan jika dia akan merebut dirimu kembali!"


Daneesh tidak percaya jika Flo dapat berbicara seperti itu pada Annabelle.


"Tidak mungkin Flo mengatakan hal itu, dirinya sudah menerima semua ini. Flo hanya ingin berteman saja, tidak lebih!" Lihat saja ferguso, suaminya ini masih sempatnya membela si tante-tante girang jahat itu!


"Terserah kau! Kau sudah dewasa, bukan? Kau juga tahu mana yang baik dan buruk! Aku masih anak-anak seperti apa yang kau katakan! Jadi jangan katakan apapun lagi, untuk apa berumah tangga jika sebuah kepercayaan saja tidak tercipta!"


Annabelle hendak berbalik, tapi lengannya di cengkram erat oleh Daneesh.


"Apa maksudmu hah!"

__ADS_1


[ To be continued ]


__ADS_2