Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 66 - Terobos Lampu Merah


__ADS_3

Seluruh penjuru kediaman Sturridge di buat heboh, terutama Nathalie dari hari menjelang pagi karena sang menantu kesayangan muntah-muntah.


Daneesh, pria itu yang paling panik tentu saja. Apalagi ini pertama kalinya dia melihat Annabelle muntah hebat separah itu.


"Sudah sayang?" tanya Daneesh dengan raut wajah yang terlihat ketara sekali, apalagi melihat wajah pucat sang istri.


"Abang, aku tidak kuat!" Annabelle menyandarkan tubuhnya di dada Daneesh. Bagaimana tidak kuat jika sudah setengah jam yang lalu wanita itu berdiri di wastafel untuk memuntahkan semua isi perutnya.


"Iya, sayang. Kita ke rumah sakit saja ya, biar kau di periksa? Abang takut kau kenapa-kenapa!"


"Annabelle!!!"


Suara pekikan Nathalie membuat kedua atensi suami istri teralih. "Bagaimana kau ini Rainer! Istri mu sakit seperti ini hah! Sekarang kita pergi ke rumah sakit saja!


Ayo, sayang! Tenang, ya!" teriak risau Nathalie, di belakangnya Kaisar pun tampak tergopoh-gopoh.


Namun, sebelum Daneesh menjawab, tubuh istrinya itu luruh pingsan kehilangan kesadaran.


Brugh!


"Sayang!"


Di tengah rasa takut dan cemasnya, Daneesh membopong tubuh kecil istrinya dengan diikuti oleh Nathalie dan Kaisar.


Dirinya tidak lagi mempedulikan pakaian piyama yang masih di kenakan oleh Annabelle.


Bagaimana ini? Kondisi Annabelle tidak dalam kondisi baik, belum lagi satu minggu lagi wanita dari istri Daneesh itu akan melangsungkan ujian untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.


"Biar Papi yang bawa mobil!" Nathalie dan Daneesh mengangguk. Nathalie yang mengerti keadaan genting itu lantas membukakan pintu mobil untuk sang putra.

__ADS_1


Jalanan yang macet membuat Daneesh semakin frustasi, Annabelle masih belum sadarkan diri di pangkuannya. Di sisi lain, Kaisar dengan arahan sang istri berusaha menerobos kemacetan yang sepertinya akan berakhir sia-sia. Apalagi ini pagi hari, semua aktivitas akan di mulai saat ini. Tentu kalian tahu bagaimana frustasinya seorang Daneesh Rainer Sturridge.


"Terobos lampu merah, Pi!" Gerutu Nathalie, Kaisar pun hanya bisa menurut, melawan istrinya pun akan membuat Nathalie marah, wajah wanita itu sama sekali sefrekuensi dengan putranya.


Hah!


Dua puluh menit kemudian, mereka telah sampai di rumah sakit Daneesh merasa kesal karena biasanya dia akan menembus dengan waktu seperempat jam kini membutuhkan lebih dari tiga perempat nya.


Sial! Sial!


Tidak menunggu perawat membawa brankar, Daneesh membopong Annabelle menuju ruang UGD. Beberapa pasang mata yang masih mengingat wajah mantan gubernur itu seketika bertanya-tanya. Apalagi pernikahan Annabelle dan Daneesh sampai saat ini masih di rahasiakan dari publik.


"Maaf, Tuan. Anda bisa menunggu di luar, kami akan memeriksa putri Anda!" cetus perawat dihadapan Daneesh.


Sial! Sial!


Wajah Daneesh memerah menahan amarah. Apa katanya? Putri? Apa Annabelle memang terlihat seperti putrinya?


Jadi gadis kecil ini istrinya?, begitu pikir sang perawat yang bername tag, Olivia. Sungguh tidak di percaya!


Daneesh menunggu di luar dengan perasaan kalut, begitupun Nathalie yang sedari tadi masih di tenangkan oleh sang suami.


Ketiganya masih memakai piyama, hal itu tentu menjadi perhatian orang-orang yang lewat. Kompak sekali, pikir mereka.


Tapi apa Daneesh peduli? Demi setan! Daneesh tidak memikirkan hal itu, yang terpenting sekarang adalah kondisi Annabelle.


Hingga sepuluh menit kemudian, bunyi pintu kamar UGD terbuka. Daneesh buru-buru mendekat. "Bagaimana kondisi istri saya, Dokter?"


Dokter bernama Laila itu keluar dengan tersenyum terpatri, "istri anda baik-baik saja, Tuan! "

__ADS_1


"Dan mungkin kabar ini akan mengejutkan anda, selamat ya istri anda tenaga mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 4!"


Deg!


Daneesh terpaku, begitupun Nathalie dan Kaisar.


Debaran jantung yang khawatir akan kondisi sang istri itu kian semakin berdebar kencang. Tangan Daneesh bahkan sampai terkepal guna menahan segala gejolak yang ingin meladak dalam dadanya.


Kabar yang Dokter Laila sampaikan tidak pernah sedikitpun terlintas di benaknya.


"Tapi, is-istri saya pingsan, apa itu tidak apa-apa?" tanya Daneesh khawatir. Semua perasaan pria itu tercampur aduk. Daneesh tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.


"Tidak apa-apa, Tuan. Semua itu tidak masalah! Istri anda hanya kelelahan, di tambah kondisi kehamilan yang semakin membuatnya semakin lelah bagi ibu muda.


Oleh karenanya, mohon diperhatikan asupan makanan istri anda, jangan biarkan ibu hamil stress karena itu beresiko untuk kandungannya," papar Dokter Laila.


"Baik, Dokter. Terima kasih!"


"Istri anda bisa di temui, sudah bisa langsung pulang dengan beberapa catatan yang harus di perhatikan! Kalau begitu saya permisi, mati Tuan, Nyonya!" Setelah kepergian sang dokter dan perawat yang menyebut Daneesh adalah ayah dari pasien, Daneesh memejamkan matanya.


Kabar ini masih terasa mimpi.


Cup!


"Selamat ya Rain!"


Daneesh memeluk tubuh Nathalie dan Kaisar silih berganti. Hampir saja pria dari suami Annabelle itu menangis jika saja Kaisar terus menyemangatinya, memberikan euforia yang sangat hebat dalam diri.


Ah! Sungguh mengharunkan!

__ADS_1


(to be continued)


__ADS_2