
Netra indah Annabelle terbelalak melihat wajah yang begitu dirinya rindukan.
"Mommy!!! Daddy!!!!"
Langkah gadis itu berlari cepat mendekat kepada dua sosok yang tidak lain adalah Ulfa dan Darius.
Ya! Mereka telah pulang setelah beberapa bulan berada di London, tepatnya saat Grandma dari Annabelle itu tengah sakit keras. Tapi untungnya, sang empu telah kembali sehat.
Kini Grandma Annabelle kembali di jaga oleh adik dari Darius sendiri. Apalagi mereka tidak bisa meninggalkan Indonesia yang mana sang putri tinggal di sana.
Sebelumnya, menantu mereka, Daneesh, telah membuat rencana untuk memberikan kejutan untuk sang istri dengan kedatangan orang tuanya di acara perpisahan sekolah.
Dan terbukti, kejutan ini membuat gadis dengan kebaya merah marun itu terisak haru.
"Anna rindu Mommy, Dadd!!" Ulfa membalas pelukan itu tidak kalah erat.
"Sama sayang, Mommy juga rindu dirimu," ujar Ulfa menenangkan. Nah, begini 'kan putrinya itu, harap-harap selama ini Annabelle tidak terlalu merepotkan suami dari Annabelle itu.
"Daddy tidak nih?" pria yang tidak lagi tua itu kini menatap dua wanita yang begitu dirinya sayangi.
"Tidak tuh!"
Darius hanya geleng-geleng kepala, apalagi ketika pelukan yang dirinya dapat membuat dadanya sesak. Annabelle ini!
"Sudah, cantiknya Daddy, jangan menangis! Ini 'kan hari bahagiamu? Sudah semakin dewasa, jadi istri dan menantu yang baik ya," pesan hangat Darius, Annabelle sendiri hanya tersenyum dan setuju mengangguk.
🍒🍒🍒
Malam ini Annabelle begitu bahagia sekali, euforia itu berlangsung lama karena dengan kehadiran Daneesh sebagai suami di dalam kehidupannya.
Daneesh itu pria tampan, mapan, menawan, rupawan, sultan dan pastinya tanpa kepalsuan!
Hah!
Apalagi setelah dirinya sudah menjadi mantan anak SMA, kini kehadiran orang tuanya, Ulfa dan Darius menjadi tambahan kebahagiaan untuk Annabelle sendiri.
Malam ini, malam dimana bintang-bintang saling berkesinambungan. Saat dimana rintik hujan sore mulai lenyap tidak beraturan. Saat dimana, level keromantisan suaminya bertambah untuk istri kesayangannya.
Halaman belakang kediaman Sturridge kini riuh ceria dari biasanya, karena Nathalie, sebagai juru ibu negara dari Sturridge berniat mengadakan syukuran kelulusan sang menantu.
Kini Nathalie, Kaisar, Darius, dan Ulfa sedang berada di sebelah utara halaman taman, dimana di sana mereka sedang menyiapkan makanan untuk di santap secara bersama-sama.
Sedangkan, Daneesh, Annabelle, Mauren, Liam, dan Alice kini mereka tengah membuat api unggun.
Mauren sendiri di undang khusus oleh istri dari Daneesh itu, sebagaimana kalian tahu jika Mauren dan Annabelle ini adalah satu sekutu melawan si tante-tante jahat.
__ADS_1
"Kak Mauren sudah kenal lama ya dengan Anna?" Mauren sendiri mengangguk mendapati pertanyaan dari laki-laki yang terlihat aneh menurutnya.
"Iya, Liam. Aku sekretaris Bos Daneesh di kantor!" jawab kikuk Mauren.
Alice sendiri yang melihat tingkah sahabatnya itu, hanya mendengus geli. Apalagi sikap Liam yang tidak biasanya.
Baru perdana nih, Alice dan Annabelle bahkan Daneesh melihat logat bicara Liam yang terlihat normal. Tegas dan berat.
Belum lagi, tingkah laku si empu itu sangat aneh jika bersama Mauren. Apalagi arah pandang Liam tidak pernah jauh dari sekretaris Daneesh yang masih berumur dua puluh empat tahun itu.
"Boleh minta nomor ponselmu, Kak? Barangkali aku ada sesuatu begitu?" ujar Liam lancar, tapi membuat Annabelle dan Alice tertawa cekikikan.
Mauren hanya meringis, "sesuatu apa, Liam?"
"Yah, sesuatu saja. Cepat masukan!" Ponsel milik Liam kini beralih di tangan Mauren. Mau tidak mau akhirnya gadis itu memberikan nomor ponselnya, apalagi dirinya tidak enak lah, ini teman dari istri bosnya loh!
"Kalian kapan berangkat ke Yogyakarta?" tanya Daneesh tiba-tiba, setelah istrinya itu bercerita jika kedua sahabatnya akan pindah ke kota pahlawan itu.
"Aku dan dia mungkin tiga hari lagi, Om." Alice menyahut.
Daneesh mengangguk. "Ingat ya, jangan lupakan aku loh, sering kabar-kabar juga!" cetus Annabelle,. membuat kedua sahabatnya itu terkekeh.
"Siap Bos!"
Mauren sendiri tidak tahu kenapa, ada rasa yang berbeda saat mendengar ucapan yang didengarnya. Pergi ke Yogyakarta?
🍒🍒🍒
Deg!
"Ih, Abang! Gombal tahu!" ujar Annabelle setelah sebelumnya suaminya itu selalu saja menggoda dirinya.
Acara makan malam di bawah taburan bintang malam itu telah selesai dengan sangat baik, apalagi Nathalie yang heboh sendiri. Maklumlah, wanita itu sangat berenergi sekali.
Setengah jam lalu, kedua mertua Daneesh telah kembali ke rumah mereka di Jakarta. Apalagi kondisi sang nenek telah sembuh.
Oleh karena itu, Ulfa dan Darius akan menetap kembali di Jakarta, mereka tidak ingin meninggalkan putri kesayangan mereka lagi, jika bisa.
Alice, Liam, dan Mauren pun kini telah kembali ke alamnya masing-masing dengan diantar oleh sopir Daneesh.
Sudah pukul hampir tengah malam, tapi Annabelle maupun Daneesh belum mengantuk sama sekali.
"Oh, iya, Mami lupa memberi kue ini kepada besan kita Pi!" Nathalie menghela nafas saat dirinya kelupaan memberikan brownies yang dia buat sore tadi.
"Yah Mami, keasikan terus ya," ucap Kaisar tersenyum.
__ADS_1
"Ya, sudah biar besok kita ke sana saja, bukankah Rainer dan Anna akan pergi besok ya?" tanya Kaisar.
Nathalie mengangguk setuju, "siap, Pi!"
Suasana kediaman Daneesh kini telah sunyi senyap, tidak seperti beberapa jam lalu. Kedua pasangan suami istri itu kini tengah berada di kamar, Annabelle, istrinya itu telah terlelap begitu saja saat Daneesh keluar dari kamar mandi..
Pria itu dengan tanpa basa-basi, menyelimuti tubuh indah istrinya, tidak lupa kecupan dan ciuman dia layangkan.
"Good night, my love!"
Cup!
[ To be continued ]
...----------------...
...P E N G U M U M A N ! ! !...
Selamat datang kembali, kali ini dendam dan karma manis akan datang dengan asing di terpa malam.
Kembalinya Cinta Pertama Suamiku karya Author Prince Aurora.
______________________
Hah!
Kamar di lantai tiga dengan dinding pualam itu, kini menjadi saksi bagaimana seorang nona muda dengan paras anggun menjelma menjadi iblis, Sofia Calen's.
Dengan sepasang manusia yang terlihat sangat mengenaskan, wanita itu hanya menatap dingin keduanya.
"Bagaimana rasanya, suamiku? Kau sudah merasa puas bermain-main denganku? Satu pisau kesayanganku ini belum berkenalan dengan tubuh indah dirimu itu, mau merasakannya?" lugas Sofia rendah.
______________________
Dendam Sofia Calen's atas perselingkuhan suami dengan cinta pertamanya itu membuat wanita dengan paras indah nan lugu kini berubah menjadi iblis yang tak memandang bulu.
Dendam akan di mulai, hingga kau tidak dapat lagi merasakan segarnya udara dengan apa yang kau tuai.
"Tidak tahu diri!"
Deg!
______________________
__ADS_1
Novel 'Kembalinya Cinta Pertama Suamiku' salah satu novel pembalasan istri yang terkhianati, jangan lupa dukungan dan support kalian semua!✨
Mampir yuk reader's!!✨✨♥️