
Happy reading semua!!
Jangan lupa dukung terus karya author!!
Terima kasih!
🍒🍒🍒
"Bang, Anna izin ke rumah Mommy ya, mau ambil buah mangga, sepertinya sudah matang!"
"Nanti Abang antar, sekarang Abang masih sibuk," jawab Daneesh yang kini tengah memeriksa berkasnya.
"Aku pergi dengan anak-anak Bang, kita juga naik mobil!" ujar lagi Annabelle.
"Abang belum selesai sayang," Daneesh menatap sayu Annabelle.
"Tapi aku bisa sendiri Bang, dengan Mang Izzat juga!" bujuk Annabelle, hingga membuat Daneesh mendesah pasrah.
"Ya sudah, tapi jangan terlalu aktif! Ingat kau baru saja sembuh sayang!" Anna mengangguk walau fokus Daneesh kini terlaih pada berkas berkasnya.
"Anna berangkat ya Bang, dadah Abangnya Annabelle!" pamit Annabelle.
Daneesh tersenyum, "dadah juga sayangnya Daneesh!"
Entah kenapa rasanya manis sekali tahu mereka ini, sementara di sisi lain Liam, Alice, dan Mang Izzat yang melihat kedatangan Annabelle yang senyum-senyum sendiri setelah menghubungi suaminya itu terherman-herman.
Liam dan Alice, kedua teman Annabelle itu tersenyum geli saat mendengar potongan percakapan Anabelle.
"Dadah Abangnya Annabelle..." Ejek Liam.
"Hueekkk!!!" Balas Alice dengan memeragakan tingkah Annabelle itu.
Hal itu membuat Annabelle meras malu, ya maklum lah. Dirinya jika menyangkut Daneesh tidak tahu tempat dan waktu.
Sementara Mang Izzat, pria paruh baya itu hanya tersenyum saja. Apalagi saat mendengar suara Daneesh, pria yang dulunya sering kali mengajaknya jalan-jalan. Seingat dirinya waktu itu Daneesh kecil berusia tujuh tahun, sebelum pria itu pergi ke luar negeri untuk bersekolah.
"Jalan yuk, Mang!"
Mang Izzat mengangguk, "siap Non!" Mobil mulai melaju meninggalkan pekarangan sekolah, SMA Atlantis.
🍒🍒🍒
Huh!
Disisi lain, Mauren, sekretaris Daneesh yang baru saja libur panjang itu bernafas lega. Dirinya juga telah mendengar bahwa bosnya yang galak bin kejam ini sudah menikah. Tapi dirinya tidak percaya jika Daneesh akan berubah secepat itu.
Setidaknya Mauren tidak akan pernah mendengar ucapan kasar bosnya itu lah, tinggal lapor saja kepada istrinya, Annabelle.
Hahahaha!!
__ADS_1
🍒🍒🍒
Diperjalanan menuju rumah lamanya, dimana itu adalah rumah Mom Ulfa dan Dad Darius, Annabelle meminta Mang Izzat untuk berhenti di depan Superherman untuk membeli beberapa cemilan.
Annabelle dan teman-temannya masuk ke dalam Superman itu, pandangnya kini menatap beberapa poster yang terpajang di beberapa sudut tempat tersebut, poster artis korea yang sangat Annabelle kagumi.
Hingga dirinya tidak sadar jika menabrak seseorang yang tinggi sempurna hingga tanpa sengaja ponsel Annabelle yang berada di genggamannya terlepas, jatuh bebas di atas lantai.
Brugh!
"Ya ampun!" Wanita dengan gaun merah muda itu seperti mengenal suara anak SMA yang ditabraknya, membuat Flo menatap gadis itu apa dugaannya benar atau tidak?
Yaps, ini nih keponakannya Daneesh! Asumsi Flo.
"Ann, kau tidak apach-apach?" tanya Liam dengan mengambil ponsel Annabelle, tanpa membantu si pemiliknya.
Ini nih, yang buat Annabelle dan Alice kesal jika menyangkut Liam!
"Kau keponakannya Daneesh bukan? Siapa sih namanya? Annabelle 'kan?" Alice dan Liam melotot tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita tiang listrik ini.
Annabelle keponakannya Om Gubernur? Eh, bukannya istrinya ya? Apa wanita ini tidak lihat cincin mahal sebesar batu bekel itu?
"Ya ampun, so kenal banget sih Tan! Annabelle keponakannya Om Gubernur itu? Eits, mantan gubernur ya! Tante ini hidup di zaman apa sih? Kerajaan Purbasari?" sergah tajam Liam.
Hal itu membuat Flo menatap tajam pria gemulai di depannya.
Flo jadi ilfil 'kan!
"Maksudmu apa hah! Kau mau mengejekku tua?" Flo meras terhina, dirinya tidak terima di sebut tua.
Liam tidak menjawab, pria setengah wanita itu menatap acuh Flo. "Ini bibit pelakor yang kau ceritakan kepada kita Ann?" Annabelle mengangguk menanggapi ucapan Liam.
Sementara Flo terbelalak, menatap ketiga anak kecil itu dengan terkejut bukan main.
Pelakor? Siapa pelakor?
"Jaga mulut bau mu itu! Aku ini bukan pelakor!" sergah Flo tidak terima, apalagi ini di depan umum.
Huh!
"Eh Tante genit! Terus apa namanya jika yang suka menggoda suami orang kalau bukan pelakor? ******? Goda laki orang? Atau apa hah!" Kini Alice yang maju. Demi persahabatan mereka, kini ketiganya harus melawan tante jahat untuk membela dan membalas Annabelle, salah satu personil mereka.
"Heh bocil! Siapa yang pelakor ya! Punya mulut jangan asal bicara, kau tidak tahu aku bisa saja melaporkan kalian atas nama pencemaran nama baik dan tuduhan tidak berdasar!" balas Flo tidak kalah tajam.
"Heh Tante! Kita ini tidak pernah menuduh jika tidak ada bukti! Lagian nih jadi orang kok mantan masih belagu juga sih!
Dengar ya Tante! Om Daneesh itu sudah menikah tahu! Masih saja Tante ganggu dia! Wajar sih, asal usulnya Nyai Babu, pasti begitu!"
"Heh! Jaga mulutmu ya!" Flo menahan amarah, menatap Liam, mulut pria itu sangat tajam sekali..
__ADS_1
"Kenapa? Tante terkejut hah! Memang betul jika Om Daneesh itu sudah menikah. Sudah punya istri, jadi ajngan dekat-dekat lagi dengan Om Daneesh! Betul tidak Al? Ann?" Alice dan Annabelle mengangguk saja menanggapi sang suhu.
Jika soal melabrak, Liam lah suhunya. Senggol dong bos!
Flo memejamkan mata, mencoba untuk tidak berteriak, "memangnya siapa istrinya Daneesh? Jangan asal bicara ya kalian!"
Flo berusaha untuk tetap tenang, walaupun hatinya gusar.
Apalagi saat mendengar Daneesh telah menikah? Apa itu artinya peluang untuk kembali dengan Daneesh pupus?
Siapa yang tidak mau coba?
Daneesh itu pria tampan, mapan, menawan, rupawan, sultan dan pastinya tanpa kepalsuan!
Slogan untuk seorang Daneesh Rainer Sturridge, CEO Muda Sturridge Corp dan Mantan Gubernur.
Ah! Apes sekali sih yang jadi mantan pria itu!
"Ya, intinya ada deh! Pastinya nih lebih muda, lebih cantik, lebih imut, lebih baik, dan lebih kerdil dari Tante!" cerocos Liam.
Bugh!
"Auhhh, sakit beb!" Liam meringis mendapat pukulan di punggungnya dari Annabelle.
"Kau itu memuji atau membuli hah! Mana bilang kerdil lagi!" sergah tajam sang empu.
"Ups, sorry Ann. Akhu kelepasan!" jawab Liam dengan manja, supaya si istri Daneesh ini tidak memperpanjang. Ah, Liam!
"Sudah ah! Kita jangan lama-lama di sini. Nanti si Om cari kita lagi," benar juga apa yang dikatakan Alice ini.
Saat Annabelle berbalik untuk pulang, tangan gadis itu di tarik oleh Flo. "Kau keponakannya Daneesh bukan? Sekarang cepat katakan siapa istrinya? Nanti Tante akan kasih kau uang jajan!" Annabelle menatap remeh wanita dihadapannya.
Hello! Ups, maaf nih bos. Uang Annabelle saat ini masih menumpuk ya! "Maaf ya Tante! Ini itu rahasia negara, jadi tidak sembarang orang boleh tahu. Apalagi orang macam Tante, hanya orang asing!"
Jawab santai Annabelle, dengan membeberkan kartu hitam pemberian Daneesh, membuat Flo tercengang.
Hah!
"Sudah ah, yuk guys! Kita cap cus! Gerah di sini tahu!" Ketiganya keluar setelah memesan makanan untuk dibawa ke rumah lama.
Meninggalkan sosok malang Flo, hanya terdiam terpaku.
[ To be continued ]
..."En amour, je ne sais pas pourquoi nous devons épeler le mot. Dans les citations d'amour, je ne sais pas quoi dire."...
...---------------- ✨Prince Aurora✨ ----------------...
__ADS_1