Istri Nakal Sang Gubernur

Istri Nakal Sang Gubernur
BAB 53 - Lingerie Legend


__ADS_3

Suasana di pasar malam yang diadakan setiap satu bulan sekali itu kini ramai di datangi pengunjung, baik pasang anak muda atau keluarga mereka pun ada.


Begitu pula dengan Daneesh dan Annabelle yang kini datang bersama Nathalie dan suaminya, Kaisar.


Dan kalian bisa tahu lah, siapa yang paling heboh jika bukan ibu mertua dan menantu ini. "Yuk naik ke sana sayang! Mami mau coba!"


Nathalie menarik tangan Annabelle, tapi dengan sigap Kaisar menahan istrinya. "Mau naik apa sayang?"


Nathalie menunjuk pada permainan kora-kora, "itu Pi!"


Kaisar menggeleng keras, "tidak boleh! Mami tidak ingat dulu waktu kita kencan sampai pingsan naik begitua hah!" keras Kaisar memperingati istri nakalnya.


Nathalie mendengus, "tapi sekarang tidak Pi, 'kan ada Anna yang ikut juga, iya 'kan Ann!"


Annabelle setuju, ini sangat seru. Apalagi mengajak Nathalie.


"Tapi Anna, mertuamu itu hampir pingsan loh, bukan hampir, tapi sudah pingsan. Papi tidak mau itu terjadi, kalau kalian tidak menurut lebih baik pulang saja!" tegas Kaisar. Membuat Nathalie dan Annabelle pun menurut, ya daripada pulang. Tidak asik ah!


Malas deh!


Dasar pria tua! Nathalie mengoceh kesal.


"Mami, bagaimana jika kita naik kuda putar itu!" ujar Annabelle.


Mata Nathalie membola, "setuju! Itu lucu, Mami ingat di drakor juga ada tahu Ann, malam tadi Mami nonton! Mereka berdua baik bersebelahan." Semangat Nathalie menyangkut pautkan dengan drakor yang dia tonton, selalu.


Kaisar dan Daneesh hanya memutar bola malas, dasar drakor sialan!


"Papi juga ikut naik ya, biar kiyowo!!!" ujar Nathalie, si lanjut oleh Annabelle pada suaminya. "Abang sayang juga harus ikut!"


"Papi tidak ikut! Malu! Sudah tua begini, Rainer saja tuh bawa!" Daneesh melirik tajam papinya.


Di jadikan tumbal nih ceritanya!


"Rainer tidak kuat berputar, pusing Mi, sayang!" balas Daneesh.


Huh!


"Ya sudah, cemen amat! Yuk ah Ann, kita gas!" kemudian mereka berdua berjalan mendekat pada wahana yang di tuju.


Namun, langkah kaki mereka tertahan saat suara yang tidak asing dan haram hukumnya bagi Annabelle terdengar.


"Daneesh, kau di sini?" Flo mendekat.


Daneesh sendiri gugup, apalagi melihat wajah sang mami dan istrinya yang tidak bersahabat.

__ADS_1


"Baik, Flo! Kau bagaimana?"


Sial! Kedua wanita di sampingnya itu semakin mengerikan.


Apakah dirinya melakukan kesalahan?


"Aku baik!" semangat tuh di tante jahat. "Eh, Om, apa kabar?"


"Baik Flo," singkat Kaisar. Namun, pria itu dapat merasakan amarah istrinya.


"Kalau begitu aku duluan ya, Daneesh, Om, permisi!" Flo hilang entah berantah.


"Baik Flo! Baik Flo! Dasar genit!" Nathalie mulai mengomel.


"Mantan tuh!" ujar Annabelle kesal.


Tidak Nathalie, tidak Annabelle. Keduanya sama-sama membuat Daneesh dan Kaisar stress berat.


Kaisar menghela nafas panjang, semakin tua semakin banyak cobaan. "Kenapa sayang, Papi cuma jawab saja. Tidak ada yang aneh," balas Kaisar.


"Ih, kesal deh!" Nathalie dan Annabelle melanjutkan untuk menaiki wahana kuda putar itu.


"Video kami ya Bang!" Daneesh mengangguk menyetujui ucapan istrinya. Seperti mengasuh dua anak nakal sekaligus.


🍒🍒🍒


"Yakin nih, Mi. Nanti sakit loh!" ujar Daneesh.


Masa bodoh!


Nathalie maupun Annabelle tidak mengindahkan ucapan pria itu, "sudah Rainer. Papi juga dulu suka ke sini dengan Mamimu, kuasa Tuhan masih sehat tuh sampai hari ini, malahan semakin kuat, iya kan Mi?" Goda Kaisar, membuat Nathalie salah tingkah. Lah, bagaimana jika putranya itu membalas. Belum lagi jika selama ini Nathalie selalu menggoda putranya itu.


"Ada menantu kita, Pi! Malu !!" Annabelle tertawa membuat pipi di wajah Nathalie semakin terlihat jelas.


"Malu-maluin kau itu, Mi!" Nathalie menggeram kesal.


"Sudah Mi, Pi, sudah sampai tuh makanannya. Yakin ya sehat, awas saja kalau sampai Annabelle sakit! Kau juga sayang, awas kalau sampai sakit, Abang blacklist semua makanan pedasmu sepuluh bulan." Ujar Daneesh membuat Annabelle terkejut.


"Iya, iya Bang! Kenapa sih!"


Tring!


Tring!


Tring!

__ADS_1


Ponsel Nathalie berdering, membuat wanita itu menghentikan aksi nakalnya, "iya?"


Raut wajah Annabelle seketika terkejut, "apa? Ya Tuhan, baik-baik, aku akan kesana dengan suamiku, sampai jumpa!"


Tut!


Kaisar, Daneesh, dan Annabelle menatap wajah Nathalie. "Apa ada sayang?" tanya Kaisar khawatir.


"Itu Pi, teman kita itu loh, istrinya Tuan Luis, kecelakaan tadi sore, kita sekarang akan ke sana untuk menjenguknya. Mami dapat kabar kalau dia sampai di operasi, baru selesai."


"Ya ampun, ya sudah. Yuk! Rainer, Anna, Papi dan Mami akan menjenguk teman kami, kalian lanjutkan saja ya, hati-hati, ingat Rainer jaga Anna, jangan pulang malam!"


Daneesh mengangguk, menyalimi orang tuanya, begitu juga Annabelle.


Kini hanya tersisa mereka saja,


tempat duduk Annabelle pun terletak di pojok. Makanan telah sampai. Dengan lahap mereka berdua menyantap sajian itu.


Daneesh yang sedang asyik-asyiknya menikmati makanan, sedikit merasa terganggu oleh tatapan mata beberapa pengunjung yang datang di sana.


"Hiraukan saja, Bang! Bodoh amatlah! Kita bayar sendiri tahu, kalau Anna mau, Anna bisa saja bayar tagihan mereka. Atau begini saja, kalau Abang bisa tebak harga makanan yang kita pesan tagihannya berapa, tidak harus tepat juga. Tapi rata-rata lah!


Kalau Abang yang menang, Anna akan turuti apa saja keinginan Abang! Tapi kalau Anna yang menang, Abang harus mengajak Anna pergi ke Korea lagi! Tapi waktunya di tentukan oleh Anna sendiri, bagaimana?" taruh Annabelle dengan percaya diri tinggi.


Boleh juga!


Daneesh mengangguk setuju, "boleh, kalau Abang menang, Abang ingin kau di atas lagi ya, sekalian tuh pakai lingerie merah seksi yang di pilih Mami tempo hari, Abang masih simpan loh!" bisik sensual Daneesh.


Blush!


Wajah Annabelle memerah, malu! Sangat malu sekali mendengar permintaan suaminya.


Tapi dia yakin, jika Daneesh tidak akan bisa menebak semua harga makanan mereka saat ini. "Oke! Siapa takut, jangan lupa kalau Abang yang kalah, kita ke Korea lagi nonton konser BTS!" sigap Annabelle.


Daneesh tersenyum licik, "deal! jangan lupakan Abang yang seorang pengusaha sayang, Abang tahu bagaimana menganalisis pasar saham hanya dengan sekali melihat. Jadi bersiap untuk nanti malam." Daneesh mengedipkan matanya sebelah.


"Mesum!!"


"Taruhan sudah di terima!"


[ To be continued ]


🍒🍒🍒


Kira-kira siapa ya yang akan menang?

__ADS_1


__ADS_2